Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menjajal Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) yang baru saja diresmikan sore ini. Mereka masing-masing menaiki satu becak berkeliling alun-alun kidul (Alkid) Keraton Jogja.
Purbaya bersama Sultan menghadiri acara Penyerahan Ekosistem Bekalista di Sasana Hinggil Dwi Abad, Alun-alun selatan Keraton Jogja. Bekalista sendiri adalah becak listrik hasil garapan PT LBI, PT YPTI, Koperasi MNI, dan beberapa SMK di Jogja.
80 bekalista yang dibiayai Kemenkeu ini secara simbolis diserahkan ke para pembecak Malioboro. Dalam seremonial ini, hanya 15 becak yang diserahkan sebagai simbolis.
"Pembangunan melibatkan 100% tenaga lokal Yogyakarta, mulai dari fabrikasi, perakitan, kelistrikan, hingga teaching factory di lingkungan yang lingkungan pendidikan kejuruan," terang Purbaya dalam sambutannya saat seremoni penyerahan Bekalista, Kamis (16/7).
"Bagi wisatawan, perjalanan dengan becak mungkin hanya berlangsung 10 sampai 20 menit. Tapi bagi seorang tukang becak, itu buat bisa berarti belanja dapur, biaya sekolah, dan cukupnya kebutuhan keluarga," lanjutnya.
Selain penyerahan becak, dalam acara ini juga ada peresmian ekosistem Bekalista. Seperti 12 stasiun pengisi pengisian daya, satu bengkel mobile, delapan baterai cadangan, serta bengkel induknya di SMK Negeri 3 Jogja.
"Saya titip, stasiun pengisian daya harus benar-benar menyala, mudah digunakan, dan dirawat dengan baik," pesan Purbaya.
"Kepada pemerintah daerah, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kemenkeu 1, PIP, Himbara, SMF, lembaga penyalur, SMK Negeri 3 Yogyakarta, koperasi, Jogja Kita, dan seluruh mitra-mitra, saya sampaikan terima kasih atas kerja sama ini," sambungnya.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan peluncuran Bekalista ini bukan sekadar menghadirkan kendaraan baru, namun mempertemukan tiga kepentingan penting, yaitu menjaga identitas budaya, memuliakan pelaku transportasi tradisional, dan membangun mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
"Becak telah lama menjadi bagian dari wajah Yogyakarta. Becak hadir dalam perjalanan warga, pengalaman wisata, dan denyut ekonomi masyarakat Jogja. Namun, melestarikan becak tidak berarti melestarikan kelelahan para pengemudinya," ujar Sultan.
"Tradisi harus memperoleh dukungan teknologi agar tetap hidup, berdayaguna, dan memberi kehidupan yang lebih layak bagi manusia yang menjaganya," lanjut Sultan.
Usai seremonial penyerahan Bekalista, Purbaya dan Sultan pun menjajal Bekalista keliling Alkid. Kesempatan ini dimanfaatkan warga sekitar untuk mengabadikan momen langka Sultan dan Purbaya ini.
Purbaya pun beberapa kali meladeni permintaan foto warga. Ia juga sesekali melambaikan tangan yang disambut riuhan warga.
Simak Video "Video: Sultan HB X Soroti Fenomena 'Makan Utang' dan Pinjol"
(apu/apl)