Sisi Lain Gun Jack, Kondang Jadi Gentho Ternyata Agen BIN

Sisi Lain Gun Jack, Kondang Jadi Gentho Ternyata Agen BIN

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 25 Jun 2026 11:03 WIB
Gun Jack Preman Legendaris Jogja
Gun Jack. (Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja)
Jogja -

Sosok Gunardi Agus Joko Lupito aliasn Gun Jack kondang dikenal sebagai salah satu preman alias gentho di Jogja. Tak disangka menjelang ajalnya, Gun Jack mengungkap identitasnya sebagai agen Badan Intelijen Negara (BIN).

Hal ini disampaikan istri Gun Jack, Dyah Safitri. Dia bahkan baru mengetahui identitas lain suaminya itu pada 2009. Kala itu, sang anak menanyakan pekerjaan sang ayah.

"Anak saya pernah tanya, 'Babe itu kerjaannya apa? Teman-temanku tahu bapaknya kerja di mana, kok aku enggak tahu Babe kerja apa'," ujar Dyah menirukan pertanyaan anaknya saat ditemui detikJogja di kediamannya di Kampung Badran, Jetis, Kota Jogja, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Menurut Dyah, pertanyaan itu berulang kali muncul hingga akhirnya Gun Jack memberikan penjelasan. Meski demikian, ia tetap tidak banyak bercerita dan hanya menunjukkan kartu yang dimilikinya.

ADVERTISEMENT

"Beliau bilang ke anak saya, 'Babe itu kerja. Kamu tenang saja. Babe bukan orang jahat, Babe punya pekerjaan'," kata Dyah.

Setelahnya Gun Jack menunjukkan kartu identitas yang selama ini disimpannya rapat. "Nah, baru ditunjukkan kartunya itu. Anak saya akhirnya lega," tuturnya.

Dyah mengenang kala itu kondisi kesehatan suaminya sudah menurun. Selama menikah, Gun Jack disebut menutup rapat identitas tersebut.

Sepengetahuan Dyah, Gun Jack selama ini hanya memberi tahu jika harus bepergian ke luar kota dalam waktu lama. Suaminya itu disebut juga sering pergi ke daerah konflik seperti Poso atau Ambon, dan hanya meninggalkan nomor kontak yang bisa dihubungi jika terjadi sesuatu.

"Kalau pergi seminggu atau lebih, beliau cuma kasih kartu nama. Bilangnya, kalau ada apa-apa atau belum pulang, saya disuruh telepon nomor itu untuk tanya kondisi beliau," ujarnya.

Meski tak mengetahui secara rinci pekerjaan sang suami, Dyah mengaku hal itu tidak pernah menjadi persoalan dalam rumah tangga mereka.

"Yang penting bagi saya beliau tanggung jawab sama keluarga, sayang sama anak-anak. Itu sudah cukup," ujarnya.

Dikenal sebagai Gentho

Semasa hidupnya, Gun Jack dikenal sebagai preman atau pentolan preman di kampung Badran pada periode 1980-an. Kisah hidupnya pun tak mudah, dia harus membantu ibunya berjualan gudeg di stasiun.

"Beliau sering bantu ibunya di stasiun. Mungkin dari situ ketemu banyak orang. Namanya lingkungan stasiun, tahu sendiri seperti apa," kenang Dyah.

Kondisi ekonomi yang pas-pasan ini membuat Gun Jack terpaksa putus sekolah saat di bangku SMP. Sejak saat itu, Gun Jack fokus membantu ibunya yang sudah bercerai dengan ayahnya mencari uang hingga merantau ke berbagai kota besar.

"Kalau dari keluarga nggak ada yang preman. Mungkin lebih karena lingkungan pergaulan. Kampung Badran dulu juga kan dikenalnya kampung preman. Jadi karena lingkungan juga ya akhirnya membentuk menjadi seperti itu," ujarnya.

"Teman-temannya banyak yang suka berantem, mabuk, judi, seperti itu. Nah, beliau masuk ke dunia seperti itu," ungkapnya.

Dyah mengaku tak tahu persis suaminya mendapat panggilan Gun Jack. Nama julukan itu didapat saat suaminya sudah mulai dikenal luas sebagai preman. Menurut Dyah, Gun Jack bisa sangat disegani banyak orang di Kampung Badran karena jiwa solidaritasnya yang tinggi.

Ia dikenal berani menantang siapapun yang berani mengusik teman atau saudaranya di kampung.

"Tapi dia itu bukan orang yang suka cari masalah. Dia memang keras, tapi itu juga kalau ada yang mengusik atau mengganggu saudara atau tetangga, dikeroyok atau bagaimana, dia pasti datang. Dia enggak bisa diam," katanya.

"Dari situ dia jadi terkenal. Orang mengenalnya sebagai sosok yang pemberani," ujar Dyah.

Kisah senada juga disampaikan sahabat kecilnya, Rudi Baruno. Rudi menyebut rasa solidaritas tinggi itulah yang membuat Gun Jack punya jaringan pertemanan yang luas.

Gun Jack disebut bisa menjadi pemimpin di kalangan pertemanannya di dunia jalanan. Rudi menyebut Gun Jack sering membagi wilayah pengelolaan parkir ke orang-orang yang dipercayainya. Hal ini membuat banyak orang mendapatkan pekerjaan dan sumber penghasilan.

"Kalau dia punya masalah, teman-temannya siap membela. Boleh dikata seperti pimpinan geng," Rudi.

Jaringan pertemanan Gun Jack pun tidak terbatas di Jogja saja, melainkan menjangkau berbagai daerah. Rudi mengaku kerap terkejut melihat banyaknya orang dari luar daerah yang mengenal baik sahabatnya itu.

"Sampai saya sendiri nggak nyangka dia kenal si A, si B, si C. Pergaulannya luas sekali. Sampai orang Madura juga itu banyak banget temannya. Jadi orang-orang Madura di sini itu kenal baik sama dia, sering banget itu dikirimi sate Madura," katanya.

Kemampuan bergaul yang luwes ini membuat Gun Jack mudah diterima di mana saja, mulai dari masyarakat bawah hingga kalangan elite.

"Dia pintar bergaul, termasuk dengan pejabat-pejabat," ungkap Rudi.



(ams/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads