Mahasiswa Gelar Aksi Teatrikal-Tabur Bunga di Depan DPRD DIY

Mahasiswa Gelar Aksi Teatrikal-Tabur Bunga di Depan DPRD DIY

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 22 Jun 2026 16:57 WIB
Mahasiswa dalam aksi teatrikal di depan gedung DPRD DIY, Kota Jogja, Senin (22/6/2026).
Mahasiswa dalam aksi teatrikal di depan gedung DPRD DIY, Kota Jogja, Senin (22/6/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Aksi demonstrasi mahasiswa di Jogja terus muncul. Terbaru, siang ini, ratusan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY, menggelar aksi long march dan teatrikal di depan Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Malioboro, Kota Jogja.

Pantauan detikJogja, aksi massa IMM DIY diawali dengan jalan kaki dari Ngabean melewati jalan Ahmad Dahlan menuju titik Nol Kilometer, Kota Jogja, sekitar pukul 12.00 WIB. Massa berpakaian merah marun berjalan dikawal kepolisian, sebuah truk berada di depan memimpin rombongan.

Setelah tiba di Titik Nol Km, massa yang membawa bendera maupun spanduk kemudian duduk menghadap Keraton Jogja dan melakukan aksi topo pepe, atau bertapa dengan bermandikan terik matahari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelahnya, massa bergerak ke utara melewati jalan Mataram menuju Gedung DPRD DIY. Petugas kepolisian masih mengawal ketat sembari mengatur lalu lintas.

ADVERTISEMENT

Tiba di Gedung DPRD DIY, massa kemudian jeda untuk melaksanakan salat. Setelahnya, massa menggelar orasi, pembacaan puisi, penampilan musik, hingga teatrikal. Ratusan massa duduk menghadap gedung DPRD DIY menyimak penampilan. Salah satu aksi teatrikal yang digelar adalah aksi tebar bunga.

Mahasiswa dalam aksi teatrikal di depan gedung DPRD DIY, Kota Jogja, Senin (22/6/2026).Mahasiswa dalam aksi teatrikal di depan gedung DPRD DIY, Kota Jogja, Senin (22/6/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

"Itu maknanya adalah bentuk simbol kita bentuk duka terhadap situasi negara ini yang kacau-balau, ya ini menjadi pertanyaan besar, apakah Prabowo ini salah urus negara atau salah pilih pengurus? Jadi ini bentuk duka kita menggunakan simbol-simbol bunga itu," terang Ketua bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik DPD IMM DIY, Ahsan Taqwim, di sela aksi, Senin (22/6).

"Tadi kami juga di Nol Km melakukan topo (pepe), jadi kita melakukan topo bisu juga. Itu berjemur di bawah terik matahari menghadap ke keraton sebagai simbol bentuk pengaduan kami kepada pemerintah provinsi utamanya dari gubernur bahwasanya situasi republik ini sedang tidak baik-baik saja," sambungnya.

Adapun dalam aksi ini, kata Ahsan, pihaknya membawa lima tuntutan. Seperti mendesak pemerintah untuk melakukan audit dan evaluasi secara total program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) hingga mendesak reorientasi APBN untuk kepentingan pendidikan, lapangan kerja dan juga perlindungan sosial.

"Kemudian poin kami yang ketiga adalah mendesak penghentian militerisasi dan juga pengembalian TNI dan juga Polri ke barak. keempat adalah reformasi ekonomi yang berkeadilan," terangnya.

"Kemudian poin kelima adalah kami mendesak untuk penguatan demokrasi dan juga ruang partisipasi publik," pungkas Ahsan.



(apu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads