Kementerian Dalam Negeri menggelar Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 regional Jawa-Bali di Yogyakarta Marriott Hotel, Sleman, DIY, malam ini. Sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menandai dibukanya gelaran ini.
Sebagai tuan rumah gelaran ini, Sultan mengungkapkan, merupakan kehormatan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, terlebih dalam suasana penghargaan atas kerja nyata pemerintah daerah di wilayah Jawa dan Bali.
Dalam sambutannya, Sultan mengatakan, kinerja pemerintahan di era ini tidak lagi cukup diukur dari niat yang baik, tetapi dari hasil yang sungguh dirasakan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam konteks itulah, penghargaan malam ini memiliki makna. Ia bukan sekadar apresiasi simbolik, melainkan konfirmasi, bahwa kebijakan yang tepat ketika dilaksanakan dengan kesungguhan, dapat menghasilkan perubahan yang terukur dalam kehidupan nyata," terang Sultan dalam sambutannya, Kamis (4/6/2026).
"Saya percaya, bahwa tata kelola pemerintahan yang baik adalah investasi jangka panjang. Ia tidak selalu menghasilkan tepuk tangan hari ini, tetapi akan meninggalkan jejak yang dirasakan generasi berikutnya," sambungnya.
Sultan pun menyampaikan selamat kepada para peraih penghargaan. Menurutnya, apa yang kepala daerah lalukan di daerah masing-masing bukan hanya prestasi, tetapi inspirasi nyata bahwa di tengah segala keterbatasan dan kompleksitas tantangan, pengabdian kepada rakyat masih mampu menghasilkan capaian yang membanggakan.
"Dengan pemaknaan seperti itulah, saya menyambut baik terselenggaranya acara ini, seraya mengucapkan selamat datang di Yogyakarta. Semoga apresiasi dan penghargaan yang diberikan, dapat menjadi energi tambahan, untuk memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat," pungkas Sultan.
Anugerah Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 adalah program yang dirancang untuk memacu kinerja pemerintah daerah ini diselenggarakan secara bertahap berbasis regional. Jogja didapuk sebagai tuan rumah untuk wilayah Jawa dan Bali.
Di regional Jawa Bali ini, terdapat empat kategori yang dipertandingkan, pertama Pengendalian Inflasi, Penurunan Kemiskinan & Stunting, Penurunan Tingkat Pengangguran, dan Creative Financing (Inovasi pembiayaan daerah).
"Ini akan berlanjut terus tapi nanti mungkin topiknya berbeda," ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam sambutannya.
(afn/apu)

Komentar Terbanyak
Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta
Misteri Tewasnya Fotografer Keraton Jogja Sekeluarga Dalam Tenda Saat Kamping
Viral Pria Bawa Seprai Putih Disebut Pocong Mau Maling di Gunungkidul