Duduk Perkara Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul Versi Kesbangpol

Duduk Perkara Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul Versi Kesbangpol

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 26 Mei 2026 07:30 WIB
Penampakan Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (25/5/2026).
Penampakan Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (25/5/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Kesbangpol menjelaskan duduk perkara pembubaran ibadah jemaat gereja di Sewon, Bantul. Kesbangpol menyebut pembubaran ibadah gereja ini berawal dari rencana peresmian bangunan gereja baru.

Plt Kepala Kesbangpol Bantul, Yulius Suharta, menjelaskan selama ini jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) melakukan ibadah rutinnya dengan menyewa ruangan hotel. Namun karena masalah biaya, pihak jemaat memutuskan menyewa bangunan yang digunakan sebagai gereja.

Jemaat rencananya akan melakukan syukuran terkait pembukaan gereja baru tersebut. Hal itulah yang kemudian akhirnya ditolak warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau yang terkonfirmasi ke kita itu kan hari Kamis (21/5) itu memang ada kegiatan sosial yang dilaksanakan di tempat itu. Kemudian dilanjutkan, merupakan gedung sewa baru itu dari internal jemaat, itu kan semacam ada syukur tempat, rasa syukur untuk tempat ibadah yang baru yang dilaksanakan hari Minggu kemarin," kata Yulius saat dihubungi, Senin (25/5/2026).

Yulius menyebut warga mempertanyakan soal izin dari gereja tersebut. Masalah izin itu juga yang disebut sebagai alasan penolakan.

ADVERTISEMENT

"(Penolakan) masih berkaitan dengan apakah memang izinnya sudah dimiliki atau belum," ucapnya.

Menurutnya, gereja telah mengantongi Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL). Akan tetapi, pihaknya masih melakukan pencermatan terkait SKTL tersebut.

"Nah, cuma di sini yang nanti akan kita tindak lanjuti terkait dengan pemahaman keterangan di SKTL yang dikeluarkan itu, apakah memang benar sudah bisa dipakai sebagai tempat ibadah ataukah memang masih ada pengurusan administrasi yang lain," ujarnya.

Kesbangpol sendiri telah menerima info sebelum adanya pembubaran ibadah itu. Pihaknya telah mencoba memediasi, namun gagal.

"Kebangpol tidak hanya pada posisi menunggu laporan, tapi dari informasi kemarin ketika berkembang akan ada penolakan terkait kegiatan GMS, kami sudah mengkoordinasikannya," kata Yulius.

"Kami sudah mencoba untuk mengantisipasi, tapi memang faktanya kemarin terjadi pergerakan di tempat kegiatan GMS seperti itu," ucapnya.

detikJogja telah mencoba meminta konfirmasi ke pihak gereja terkait pembubaran ibadah oleh sekelompok orang itu. Pengurus GMS Bantul, Joyo Riyadi, belum memberi penjelasan rinci terkait masalah tersebut.

"Mohon maaf kami sedang rapat. Mohon waktu ya," ucapnya.

Dia menjanjikan pihak gereja akan memberikan keterangan usai rapat kelar.

"Nanti mungkin tim humas kami akan menghubungi ya. Terima kasih banyak," katanya.



(afn/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads