Polisi mengungkap fakta bahwa pelaku pembacokan petugas tempat pemungutan retribusi (TPR) di TPR Parangtritis lama mengenakan penutup wajah. Selain itu, polisi tengah memeriksa semua CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mengungkap kasus tersebut.
"Pelaku pakai helm dan semacam sebo, jadi wajahnya tidak terlihat," kata Panit Reskrim Polsek Kretek, Ipda Kismanto saat dihubungi wartawan, Jumat (22/5/2026).
Semua itu, lanjut Kismanto, berdasarkan pemeriksaan sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Mengingat CCTV di TPR Parangtritis lama telah dicopot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saat ini kita baru menganalisa sejumlah rekaman CCTV yang telah diperoleh penyidik," ujarnya.
Terkait apakah aksi pelaku hanyalah spontanitas atau memang sebelumnya memiliki dendam dengan korban, Kismanto belum bisa mengungkapkannya secara gamblang.
"Apakah pelaku ada dendam terhadap korban atau lainnya kita masih dalami. Saya tidak mau berandai-andai dengan motif pelaku sebelum pelaku ditangkap," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, postingan bernarasi seorang petugas tempat pemungutan retribusi (TPR) Parangtritis lama menjadi korban pembacokan saat bertugas ramai di media sosial (Medsos). Polisi menyebut akibat kejadian itu korban mengalami luka sobek pada paha kiri.
"Terjadi tindak kriminal diTPR Parangtritis antara jam 21.30 wib Ciri-ciri pelaku pakai motor beat hitam dan pakai tutup muka. Korban penjaga tpr. Dari arah selatan berhenti ditpr Igs mengayunkan celurit. Celuritnya jatuh Igs pergi. (17/5/2026)," kata akun Instagram @merapi_uncover seperti dilihat detikJogja hari ini.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, bahwa kejadian bermula saat korban, MBA (38), warga Parangtritis, Kretek, Bantul sedang bertugas di TPR Parangtritis lama sekitar pukul 21.00 WIB. Perlu diketahui, untuk pemungutan retribusi saat malam hari, Pemkab Bantul melibatkan warga Parangtritis.
"Ketika korban sedang bekerja di TPR lama Parangtritis tiba-tiba pelaku datang dari arah selatan. Pelaku lalu melewati TPR yang korban jaga dan berteriak 'bajingan'," katanya kepada wartawan, Senin (18/5).
Tidak berhenti di situ, pelaku tiba-tiba mengeluarkan celurit dan mengayunkan ke arah korban. Bahkan, pelaku juga merusak meja yang berada di TPR tersebut.
"Pelaku menyabet korban pakai celurit dan mengenai bagian paha sebelah kiri korban," ujarnya.
(afn/apl)












































Komentar Terbanyak
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja