- Dari Mana Kutu Beras Berasal?
- 4 Cara Menghilangkan Kutu Beras 1. Gunakan Cengkeh dan Daun Salam 2. Gunakan Serbuk Daun Belimbing Wuluh 3. Bekukan atau Sangrai Beras 4. Bersihkan Area Dapur dan Wadah Beras
- 7 Cara Mencegah Kutu Beras Menyerang 1. Simpan di Wadah Tertutup 2. Hindari Kantong Plastik sebagai Wadah 3. Beli Beras Secukupnya 4. Hanya Buka Wadah Beras saat Dibutuhkan 5. Cuci Wadah Beras secara Berkala 6. Cek Stok Beras secara Berkala 7. Tutup Lubang dan Celah di Rumah
Pernah melihat beras yang berlubang, bahkan hancur? Nah, kemungkinan biang keroknya adalah kutu beras. Ulah kutu beras tidak hanya membuat tampilan beras jadi hancur, tetapi juga bisa mengubah rasa beras menjadi apek dan kurang lezat.
Berdasarkan artikel dari jurnal Proteksi Tanaman Tropika oleh Rahman, dkk, kutu beras merupakan sejenis kumbang dengan nama latin Sitophilus oryzae. Kutu ini biasanya menyerang gabah/beras, bulir jagung, gandum, jewawut, sorgum, hingga kacang-kacangan. Hewan ini akan melubangi gabah atau beras, sehingga menyebabkan bobot beras berkurang dan akan hancur seperti tepung.
Lebih lanjut, dirujuk dari artikel di jurnal JTAM Agroekotek View oleh Wicaksono, dkk, pencegahan dan pembasmian hama kutu beras di gudang penyimpanan beras biasanya menggunakan pestisida kimia dan fumigasi. Namun, sebenarnya hama ini bisa dibasmi dengan bahan-bahan alami, misalnya ekstrak tumbuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana cara membasmi kutu beras? Simak 11 cara natural dan aman untuk menghilangkan dan mencegah kutu beras di bawah ini!
Dari Mana Kutu Beras Berasal?
Dirangkum dari laman Singapore Food Agency, laman Waltham Forest, dan sumber yang telah disebut sebelumnya, Sitophilus oryzae atau kutu beras merupakan sejenis kumbang yang kerap meyerang gabah/beras, bulir jagung, gandum, jewawut, sorgum, hingga kacang-kacangan. Hewan ini lebih menyukai beras pecah kulit ketimbang beras yang sudah diselep hingga putih.
Kutu beras akan melubangi beras hingga membuat beras berlubang kecil-kecil dan pecah. Dalam jangka waktu lama, aktivitas hewan ini akan mengubah beras menjadi butiran atau bubuk. Beras yang sudah menjadi butiran atau bubuk akan rentan lembab, sehingga beras rentan berjamur dan busuk.
Kutu beras merupakan hewan yang lazim ditemukan di daerah tropis. Hewan ini memiliki ukuran sekitar 2-3 mm dengan badan berwarna coklat kemerahan hingga hitam. Kutu beras betina biasanya akan bertelur hingga 4 telur per hari. Dengan masa hidup hingga 5 bulan, kutu beras betina bisa menghasilkan 250-400 telur sepanjang hidupnya. Telur ini akan menetas dalam waktu 3 hari dan larvanya bertahan di dalam bulur beras hingga usia 18 hari.
Lantas, dari mana kutu beras berasal?
Hewan ini biasanya berasal dari tanaman di kebun atau ladang, lalu terbawa hingga ke gudang penyimpanan. Keberadaannya yang seringkali tersembunyi di dalam bulir beras membuat hewan ini bisa jadi baru terlihat saat beras sudah dibawa konsumen.
Meski wujud fisiknya terkadang tidak terdeteksi, kehadiran kutu beras sebenarnya bisa dilihat dari lubang bundar pada butiran beras dan peningkatan kadan kelembaban yang membuat butir beras terasa lebih lembab.
4 Cara Menghilangkan Kutu Beras
Beras yang sudah dimakan kutu sebenarnya aman dikonsumsi karena hewan ini tidak menggigit atau menyebarkan penyakit ke manusia. Namun, beras tersebut akan mengalami perubahan tampilan dan rasa. Selain itu, beras yang berkutu juga lebih rentan berjamur dan busuk.
Dirangkum dari Aptive Pest Control dan WebMD, dan, berikut adalah 4 cara yang bisa dilakukan untuk mengusir atau menghilangkan kutu beras.
1. Gunakan Cengkeh dan Daun Salam
Cengkeh dan daun salam merupakan bahan pengusir serangga alami. Untuk menghilangkan kutu, letakkan cengkeh, daun salam, atau kombinasi keduanya di dalam wadah beras. Kutu beras nantinya akan pergi dari wadah beras dengan sendirinya. detikers juga bisa menempatkan air di sekitar wadah beras untuk memerangkap kutu beras.
2. Gunakan Serbuk Daun Belimbing Wuluh
Belimbing wuluh mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, hingga tanin yang berperan sebagai pertahanan tanaman. Senyawa ini bersifat toksik untuk hama seperti kutu beras, sehingga bisa membantu membasmi kutu beras. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian 50 gram serbuk daun belimbing wuluh pada 100 gram beras dapat menurunkan populasi kutu beras.
3. Bekukan atau Sangrai Beras
Salah satu cara untung mencegah pertumbuhan kutu beras pada beras yang tingkat penyebaran kutunya belum parah adalah dengan membekukan beras. Caranya, letakkan beras di freezer dengan suhu sekitar 0F (-17C) selama minimal 3 hari. Cara ini juga bisa diterapkan pada beras yang belum terinfeksi kutu beras untuk memastikan bahwa beras benar-benar bebas kutu.
Selain dibekukan, beras juga bisa disangrai selama 15-30 menit untuk mematikan kutu. Kedua cara ini bisa mematikan kutu beras dengan ampuh, tetapi detikers perlu mengambil bangkai kutu beras satu persatu.
4. Bersihkan Area Dapur dan Wadah Beras
Meski beras yang berkutu sudah dibuang, kutu beras bisa jadi masih bersembunyi di sudut-sudut dapur. Oleh karena itu, bersihkan seluruh sudut dapur dan wadah beras untuk memastikan bahwa area tersebut sudah benar-benar bersih.
detikers bisa membersihkan area tersebut dengan vacuum cleaner atau lap. Setelah itu, usap permukaan dapur dan wadah beras dengan cuka putih untuk membunuh kutu beras, larva, atau telur yang masih menempel.
7 Cara Mencegah Kutu Beras Menyerang
Selain mengusir kutu beras, detikers juga bisa menerapkan beberapa langkah untuk mencegah datangnya kutu beras. Berikut adalah 7 cara mencegah kutu beras yang dirangkum dari WebMD, Aptive Pest Control, dan Singapore Food Agency.
1. Simpan di Wadah Tertutup
Simpan beras di wadah yang tertutup rapat, lalu letakkan di area yang sejuk dan kering.
2. Hindari Kantong Plastik sebagai Wadah
Kantong atau karung plastik bisa dilubangi oleh kutu beras. Oleh karena itu, simpan beras dalam wadah yang cukup kuat, seperti kaleng atau kontainer plastik.
3. Beli Beras Secukupnya
Untuk mencegah berkembangnya kutu di beras, beli beras dalam jumlah sedikit, terutama jika konsumsi beras di rumah tidak begitu banyak. Misalnya, untuk rumah tangga dengan 2 anggota keluarga yang jarang memasak, cukup beli beras dalam ukuran 1 kg.
4. Hanya Buka Wadah Beras saat Dibutuhkan
Buka wadah beras hanya saat dibutuhkan untuk mengurangi risiko masuknya hewan dan kotoran ke beras. Selain itu, hanya buka 1 karung atau wadah beras dalam 1 waktu.
5. Cuci Wadah Beras secara Berkala
Setiap beras di wadah sudah habis, cuci dan keringkan wadah sebelum mengisinya dengan beras baru.
6. Cek Stok Beras secara Berkala
Cek stok beras secara berkala untuk memastikan bahwa beras bebas kutu. Jika menemukan kutu, basmi kutu beras dan segera habiskan beras tersebut.
7. Tutup Lubang dan Celah di Rumah
Serangga seperti kutu beras bisa masuk ke area rumah melalui lubang dan celah rumah. Apalagi, kutu beras dewasa menyukai cahaya dan bisa terbang. Oleh karena itu, tutup lubang dan celah pada berbagai bagian rumah, termasuk bagian bawah jendela dan pintu, untuk mencegah datangnya kutu beras.
Nah, itu dia 11 cara aman dan natural untuk mengusir dan mencegah kutu beras. Semoga bermanfaat, ya!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom

Komentar Terbanyak
Saran Pakar UGM soal Polemik Jogja Last Friday Ride
Daftar Negara Lolos Semi Final Piala Dunia 2026: Isinya Rank 1-4 FIFA!
Hasil Piala Dunia 2026: Spanyol ke Final Usai Sikat Prancis 2-0