Melihat Mbah Iran, Sapi yang Dibeli Prabowo untuk Kurban di Bantul

Melihat Mbah Iran, Sapi yang Dibeli Prabowo untuk Kurban di Bantul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Minggu, 17 Mei 2026 09:33 WIB
Penampakan Mbah Iran, sapi milik peternak asal Pleret, Bantul yang dibeli Presiden RI, Prabowo Subianto sebagai hewan kurban, Minggu (16/5/2026).
Penampakan Mbah Iran, sapi milik peternak asal Pleret, Bantul yang dibeli Presiden RI, Prabowo Subianto sebagai hewan kurban, Minggu (16/5/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Seekor sapi milik peternak asal Jati Wonokromo, Pleret, Bantul menjadi salah satu hewan kurban Presiden RI, Prabowo Subianto. Sapi itu bernama Mbah Iran dengan berat sekitar 1 ton.

Pemilik sapi yang dibeli Prabowo, Sarjono (51) menceritakan, bahwa awalnya kedatangan dokter hewan pada awal bulan Mei untuk memeriksa kesehatan sapinya. Selanjutnya, dokter hewan itu mengajukan salah satu sapinya bernama Mbah Iran ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul untuk keperluan hewan kurban Presiden.

"Ternyata saya dihubungi dari Jakarta, katanya sapi saya terpilih buat Pak Prabowo, gitu," katanya kepada wartawan di kediamannya, Pleret, Bantul, Minggu (17/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu, Sarjono menyebut petugas Puskeswan Pleret mendatangi rumahnya hari Jumat (15/5/2026). Petugas itu memberikan obat cacing hingga vitamin untuk sapinya bernama Mbah Iran.

ADVERTISEMENT

"Sapi ini jenis PO (Peranakan Ongole) dengan berat sekitar 1 ton. Kalau harganya kemarin saat dibeli sekitar Rp 90 juta," ujarnya.

Sarjono juga menceritakan, bahwa awalnya membeli Mbah Iran dari seorang peternak di Kebumen, Jawa Tengah seharga Rp 26 juta. Di mana saat itu usia Mbah Iran sudah memasuki tiga tahun.

Sarjono saat memandikan Mbah Iran di depan rumahnya.Sarjono saat memandikan Mbah Iran di depan rumahnya. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

"Kalau kenapa namanya Mbah Iran? Karena nama pemilik sebelumnya Mbah Iran, terus setelah saya beli saya namai sapinya dengan nama Mbah Iran," ucapnya.

Sehingga Sarjono baru memelihara Mbah Iran sekitar dua tahun. Terlebih, Mbah Iran terpilih menjadi salah satu hewan kurban Presiden.

"Alhamdulillah senang karena sapi saya dibutuhkan sama orang nomor satu di Indonesia. Meskipun sebetulnya sapi ini klangenan (kesayangan) juga," katanya.

Pria yang memiliki delapan ekor sapi ini mengungkapkan bahwa setelah Mbah Iran terjual akan membeli lagi sapi. Menurutnya, semua itu untuk mengobati rasa kehilangan Mbah Iran.

"Kalau ditanya menyesal ya menyesal apa lagi, ya sudah tidak apa-apa, besok cari yang seperti ini lagi, dari yang kecil, gitu," ujarnya.

Sarjono juga memberi perawatan khusus untuk Mbah Iran usai resmi dibeli Prabowo. Perawatan itu terkait pakan ternak hingga memastikan kebersihan Mbah Iran sebelum penyembelihan.

"Perawatan ya juga khusus sekarang, semenjak itu dibeli sama Pak Prabowo itu seperti pakannya dicampur ketela dan tempe, makannya pagi dan sore. Lalu tiga hari sekali sapi ini saya mandikan biar bersih," ucapnya.

Sarjono menambahkan, bahwa peruntukan Mbah Iran menjadi hewan kurban di Bantul. Namun, Sarjono belum mengetahui lokasinya secara pasti.

"Ini (sapi) dikirim ke Bantul yang jelas karena kemarin perjanjiannya saya hanya mampu mengirim ke sekitar Bantul. Tapi untuk lokasi pasnya belum tahu, mungkin setelah pertemuan tanggal 18 Mei 2026 baru tahu," katanya.

Sementara itu, Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo mengatakan, bahwa Prabowo membeli dua ekor sapi untuk hewan kurban dari Bantul. Namun terkait dua ekor itu peruntukannya untuk wilayah mana saja, Joko mengaku belum tahu.

"Tahun ini ada dua ekor sapi yang dibeli Pak Presiden dari Bantul, pertama di Wonokromo, Pleret dan kedua di Bangunjiwo, Kasihan. Dari dua ekor itu satu untuk Kabupaten Bantul dan satunya rencananya Gedung Agung, tapi pastinya belum tahu," ujarnya.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads