Kepsek SMAN 1 Pontianak Dipanggil Disdikbud Buntut Viral Cerdas Cermat MPR

Regional

Kepsek SMAN 1 Pontianak Dipanggil Disdikbud Buntut Viral Cerdas Cermat MPR

Ocsya Ade CP - detikJogja
Selasa, 12 Mei 2026 10:52 WIB
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026. (dok YouTube MPRGOID)
Foto: Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026. (dok YouTube MPRGOID)
Jogja -

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat (Disdikbud Kalbar) buka suara usai viralnya Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkar provinsi.

Diketahui, polemik lomba cerdas cermat itu terjadi usai juri memberi penilaian berbeda atas jawaban sama. Peserta dari SMAN 1 Pontianak yang protes atas hal itu dan cuplikan video interupsi tersebut beredar di media sosial.

Dilansir detikKalimantan, Plt Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, mengatakan pihaknya telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping LCC untuk membahas persoalan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak dan tim pendamping terkait persoalan ini," kata Faisal, Senin (11/5/2026).

Dia mengingatkan agar seluruh pihak mengikuti prosedur. Sekolah juga telah disarankan mengajukan peninjauan ulang.

ADVERTISEMENT

"Karena ini kegiatan dari MPR RI, tentu ada mekanisme dan ketentuan yang harus diikuti," katanya.

Menurut Faisal, pihak SMAN 1 Pontianak menerima hasil perlombaan. Namun ia menilai evaluasi tetap penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada kompetisi berikutnya.

"Kita selesaikan sesuai ketentuan lomba dan semua pihak harus menunjukkan sikap kesatria," tegasnya.

Viral Jawaban Sama Nilai Berbeda

Untuk diketahui, LCC 4 Pilar MPR RI merupakan ajang tahunan yang digelar untuk meningkatkan pemahaman pelajar terhadap nilai-nilai kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kompetisi ini diikuti sejumlah sekolah tingkat SMA sederajat dari berbagai daerah secara nasional.

Lomba yang berujung jadi sorotan turut disiarkan di YouTube MPRGOID pada 9 Mei 2026. Peristiwa bermula saat pembawa acara melemparkan pertanyaan seputar mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?"

Regu C yang mewakili SMAN 1 Pontianak merespons dengan menekan bel lebih dulu, dan melontarkan jawaban mereka.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," ucap salah satu perwakilan Regu C.

Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR RI, Dyastasita Widya Budi yang bertindak selaku juri, menilai jawaban itu salah dan memberi skor -5.

Regu B dari SMAN 1 Sambas kemudian melontarkan jawaban yang sama dengan Regu C. Namun kali ini juri memberikan nilai 10 karena menganggap jawabannya benar.

"Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10," kata Dyastasita.

Peserta dari SMAN 1 Pontianak kemudian melakukan interupsi. Dia menyatakan jawaban yang dilontarkannya sama dengan regu B.

Dyastasita bersikukuh membela keputusannya dengan mengklaim bahwa Regu C melewatkan elemen penting dalam jawaban mereka.

"Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi. Jadi Dewan Juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah,"

Situasi memanas ketika juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR Indri Wahyuni, turut membela jawaban juri. Dia mengingatkan peserta untuk menggunakan artikulasi yang bagus ketika menjawab.

"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," tegas Indri Wahyuni.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads