Purbaya Klaim Rupiah Akan Stabil dalam Waktu Dekat

Nasional

Purbaya Klaim Rupiah Akan Stabil dalam Waktu Dekat

Heri Purnomo, Herdi Alif Al Hikam - detikJogja
Senin, 18 Mei 2026 20:27 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana. Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Jogja -

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan rupiah akan stabil dalam waktu dekat. Hal itu diungkapkan Purbaya usai pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Dikutip dari detikFinance, Purbaya menjelaskan pertemuan yang digelar sore tadi tidak spesifik membahas soal nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level Rp 17.600. Namun Purbaya menyebut Prabowo sempat menyinggung soal itu.

"Tidak, tidak soal Rupiah. Kalau Rupiah cuma ditanya gimana kondisi ekonomi, bagus, anggaran juga bagus, nggak ada masalah, fondasi ekonomi benar-benar bagus. Tinggal nanti sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor itu seperti apa. Gitu saja," ujar Purbaya usai rapat, Senin (18/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya soal langkah yang dilakukan berkaitan dengan melemahnya rupiah, Purbaya menegaskan pemerintah melakukan intervensi pasar obligasi, jumlahnya Rp 2 triliun per hari. Purbaya pun mengklaim dalam waktu dekat Rupiah bakal kembali menguat.

"Kita sudah masuk ke bond market bertahap ya. Asing juga sudah masuk juga, jadi harusnya sih ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari di bond market. Saya minta masuk 2 triliun setiap hari," jelas Purbaya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut Purbaya menjelaskan dana yang digelontorkan ke pasar obligasi itu dari pengelolaan kas pemerintah, termasuk Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp 420 triliun.

"Kan kita masih punya beberapa tempat kan. Itu kan hanya cash management saja, jadi nggak masalah, kan uangnya nggak hilang. Cuma diputar saja supaya ada sedikit sentimen positif di pasar obligasi," terang Purbaya.

"Biasanya kalau sentimen positif di situ, biasanya asing juga ikut masuk dan Rupiah cenderung terkendali karena uangnya nggak keluar lagi. Yang asing nggak jual bond dan kabur keluar karena bond-nya stabil harganya. Artinya kalau stabil kan kalau yield-nya turun, kita targetkan bisa turun. Kalau yield-nya turun kan berarti harga bond-nya naik. Nanti ada potensi capital gain. Jadi harusnya pasar bond kita menarik," imbuhnya.




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads