Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan nelayan yang hilang usai perahunya terhantam ombak di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Kepala Kantor Basarnas Jogja, Rio Banupanitis mengatakan bahwa operasi pencarian hari kedua ini melibatkan sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) dari berbagai unsur. Selain itu SRU melakukan penyisiran laut menggunakan jukung dengan radius sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.
SRU, lanjut Rio, juga melakukan penyisiran darat ke arah timur dan barat masing-masing sejauh sekitar 500 meter. Selanjutnya untuk beach patrol hingga 750 meter, serta pemantauan udara menggunakan drone thermal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar pukul 11.52 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan korban sekitar 350 meter ke arah barat dari lokasi kejadian perkara (LKP)," katanya kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).
Usai berhasil dievakuasi, jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul. Semua itu guna menjalani identifikasi dari Tim Inafis Satreskrim Polres Bantul.
"Hasilnya jenazah benar merupakan korban laka laut di Pantai Baru kemarin," ujarnya.
Rio menambahkan, bahwa menutup operasi pencarian pasca Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban atas nama Riza (30), warga Srandakan, Bantul.
"Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, kapal nelayan terhantam ombak ketika hendak mendarat dari melaut di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul. Akibatnya satu orang nelayan hilang dan saat ini Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian.
Sekretaris Jogo Segoro Wilayah IV Pantai Samas-Pantai Baru, Nugroho mengatakan, bahwa kejadian bermula saat tiga nelayan yakni Dwi Nur Cahyo (23), warga Sanden, Bantul; Aziz Ahmadi (29), warga Kretek, Bantul dan Riza (30), warga Srandakan, Bantul berangkat melaut. Selanjutnya, memasuki pukul 12.30 WIB mereka hendak pulang dari melaut.
"Ketika hendak mendarat mesin perahu sedikit mengalami trouble (rusak) dan dihantam ombak besar dari arah belakang," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (13/5/2026).
Hantaman ombak tersebut, lanjut Nugroho, menyebabkan perahu terbalik. Hal tersebut membuat ketiga nelayan terlempar dan terapung di lautan.
"Anggota SAR yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan dua orang berhasil diselamatkan," ujarnya.
Nugroho mengungkapkan, dua nelayan yang berhasil selamat adalah Dwi dan Aziz. Sedangkan Riza terlepas ketika hendak penyelamatan tersebut.
"Satu orang itu pakai pelampung tapi terlepas dan kemudian tenggelam," ucapnya.
Baca juga: Pemotor Tewas Tabrak Pohon di Sewon Bantul |
(ahr/ahr)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja
Purbaya soal Prabowo Sebut 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar': Untuk Hibur Rakyat