Polisi masih melakukan identifikasi terhadap mayat tanpa identitas yang ditemukan di Sungai Bedog, Mangir Tengah, Sendangsari, Pajangan, Bantul. Polisi terkendala kondisi mayat yang sudah rusak dengan ciri-ciri sangat minim.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, tidak ada ciri-ciri menonjol dari mayat tanpa identitas di Sungai Bedog. Terlebih, kondisi mayat sudah sulit dikenali.
"Hanya ditemukan celana panjang jenis kain warna gelap (pada mayat tanpa identitas)," katanya kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk identitas mayat tersebut, Rita mengaku belum mengetahuinya. Mengingat saat ini petugas masih melakukan identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.
"Belum ada hasilnya (untuk identifikasi)," ujarnya secara singkat.
Diberitakan sebelumnya, seorang pemancing menemukan mayat tanpa identitas saat berada di Sungai Bedog, Mangir Tengah, Sendangsari, Pajangan, Bantul. Selain itu, ketika petugas melakukan evakuasi menemukan tengkorak manusia di sekitar lokasi penemuan mayat.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, kejadian bermula saat saksi, Endri Widiatmoko (20), warga Mangir Tengah sedang memancing di Sungai Bedog pukul 11.30 WIB. Saat itu, Endri melihat celana berwarna gelap di kumpulan sampah
"Petugas lalu datang ke lokasi penemuan mayat dan ketika hendak melakukan identifikasi malah menemukan tengkorak manusia, tepatnya tiga meter dari lokasi penemuan mayat pertama," katanya kepada wartawan, Senin (11/5).
Rita melanjutkan, tengkorak manusia itu sudah dalam kondisi berlumut. Petugas medis memperkirakan tengkorak itu sudah berbulan-bulan berada di Sungai Bedog.
"Dari keterangan medis, untuk tengkorak tanpa badan diperkirakan sudah meninggal berbulan-bulan karena melihat kondisinya yang sudah berlumut. Tengkorak selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut," ucapnya.
Sedangkan untuk mayat tanpa identitas, Rita menyebut dari pemeriksaan medis sudah meninggal dunia 2-3 pekan lalu. Sedangkan kondisi mayat sendiri sudah membusuk sehingga sulit untuk dikenali.
"Kondisi mayat sudah membusuk jadi tulang belulang dan hanya menyisakan sedikit daging di bagian punggung atas dan telapak kaki. Selain itu tulang tangan kiri sudah tidak ada dan tadi juga dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk identifikasi lebih lanjut," katanya.
Rita meminta kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya agar menghubungi Polsek Pajangan atau Polres Bantul. Bahkan, polisi akan memfasilitasi tes DNA untuk mengungkap identitas mayat tersebut.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar melaporkan ke kepolisian terdekat atau dapat menghubungi Polres Bantul melalui hotline 110 atau 087875202024 untuk dapat difasilitasi pencocokan DNA-nya," ucapnya.
