Cemari Air Sumur Warga, SPPG di Trimurti Akhirnya Ditutup Sementara

Cemari Air Sumur Warga, SPPG di Trimurti Akhirnya Ditutup Sementara

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 11 Mei 2026 15:44 WIB
Rumah Agus Indriyanto (kiri) yang bersebelahan pas dengan SPPG di Trimurti yang mencemari air sumur warga.
Rumah Agus Indriyanto (kiri) yang bersebelahan pas dengan SPPG di Trimurti yang mencemari air sumur warga. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja.
Bantul -

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Trimurti, Srandakan, Bantul yang menjadi penyebab pencemaran air sungai di Mangiran, Trimurti untuk sementara tidak beroperasi mulai Selasa (12/5) besok. Pemkab Bantul menyebut penutupan sementara itu berdasarkan surat dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Warga terdampak pencemaran air sungai di Mangiran, Trimurti, Srandakan, Bantul, Agus Indriyanto (55) mengatakan, bahwa SPPG di samping rumahnya masih beroperasi hari ini. Namun, hari ini SPPG tersebut mengumpulkan seluruh karyawannya.

"Ini tadi ada pertemuan karyawan di SPPG dan informasinya besok pagi (12/5/2026) SPPG mulai berhenti sementara," katanya kepada detikJogja, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan pemberhentian sementara SPPG Trimurti merupakan kewenangan dari BGN. Menurutnya, Pemkab telah mendapat pemberitahuan terkait pemberhentian sementara SPPG tersebut.

ADVERTISEMENT

"Iya, betul, (SPPG ditutup sementara) mulai besok pagi," ujarnya.

Hermawan melanjutkan, berdasarkan surat dari BGN, SPPG Trimurti tidak beroperasi sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Pasalnya sarana dan prasarana SPPG tersebut belum sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dari BGN.

"Untuk alasan penghentian sementara operasional SPPG dari BGN karena belum memiliki infrastruktur dan/atau sarana prasarana SPPG yang sesuai dengan juknis BGN," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, air sumur milik warga Mangiran, Trimurti, Srandakan, Bantul berbusa usai diduga tercemar limbah cair dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Sedangkan SPPG Trimurti mengaku akan bertanggungjawab dan membangunkan sumur bor untuk warga yang terdampak.

Salah satu warga yang air sumurnya berbusa, Agus Indriyanto (55), menjelaskan awalnya hendak mengisi ember dengan air keran pada awal bulan April 2026. Di mana sumber air keran itu berasal dari air sumur.

"Airnya saat itu berbusa dan baunya tidak sedap," katanya kepada wartawan di Srandakan, Bantul, Kamis (30/4).

Bahkan, kondisi air yang berbusa itu berlangsung hingga saat ini. Karena menilai air itu tidak layak konsumsi, Agus memilih membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jadi ya untuk mandi saya ke rumah saudara yang jaraknya sekitar satu kilometer dari rumah. Kalau untuk masak, minum saya beli air galon setiap hari," ujarnya.



(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads