BP3MI Telusuri Viral 2 PMI Ngaku Dipaksa Sebulan Layani 450 Pria di Saudi

Regional

BP3MI Telusuri Viral 2 PMI Ngaku Dipaksa Sebulan Layani 450 Pria di Saudi

Ahmad Viqi - detikJogja
Rabu, 06 Mei 2026 22:02 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi 2 PMI ngaku dipaksa layani 450 pria sebulan di Arab Saudi. Foto: Ilustrator: Luthfy Syahban
Jogja -

Dua perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Nusa Tenggara Barat (NTB) viral lantaran mengaku dipaksa harus melayani 450 pria hidung belang di Arab Saudi. Pihak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menyatakan tengah menelusurinya.

Kepala BP3MI NTB, Ponco Indriyo, mengaku belum menerima aduan dari keluarga dua pekerja Indonesia di Saudi itu.

"Sampai hari ini kami belum ada menerima pengaduan dari pihak keluarga. Biasanya kan yang sembunyi-sembunyi pasti ada info dari keluarga. Tapi ini belum ada," kata Ponco dihubungi detikBali, Rabu (6/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ponco melanjutkan, pihaknya tengah menyelidiki identitas kedua PMI yang disebut berasal dari Bumi Gora itu. BP3MI menelusuri setelah video keduanya viral di Instagram.

ADVERTISEMENT

"Ya sampai sekarang kami menelusuri yang bersangkutan. Kami juga sudah mencoba mention yang mengambil video tapi tidak ada respon," ujar Ponco.

Ia menuturkan, sejumlah akun yang sudah menyebarkan video ternyata belum bisa memberi informasi pasti soal identitas keduanya.

"Jadi kami belum bisa dikatakan benar dan tidak. Apakah keduanya dari NTB atau tidak," tukas Ponco.

Koordinasi dengan KBRI-Kemlu

Ponco berujar, BP3MI NTB berkoordinasi baik dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Riyadh maupun Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memastikan dua PMI tersebut.

"KBRI dan Kemenlu juga masih menelusuri. Kami masih terus berkomunikasi dengan KBRI dan Kemenlu di Jakarta. Kalau sudah ada info itu, tindak lanjut terkait alamat mereka nanti kita kabari," ujarnya.

Meski identitas belum dipastikan, Ponco menyampaikan empati terhadap kondisi yang dialami kedua perempuan tersebut.

"Kita empati sekali ya. Semoga baik-baik saja," tandasnya.

Tak Dapat Gaji kalau Belum Capai 'Target'

Diketahui, dalam video yang beredar, dua PMI itu mengaku sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Arab Saudi. Keduanya dijual untuk kegiatan prostitusi.

Dari video pengakuan yang beredar di media sosial, mereka mengaku harus melayani hingga 450 pria hidung belang dalam sebulan.

Video tersebut diunggah akun @bisikanneti di Instagram pada Rabu (29/4/2025) dan kembali viral.

"Jadi dalam sebulan harus layani 450 pria. Kalau nggak sampai target nggak dapat gaji," kata wanita itu dengan nada ketakutan, dilihat detikBali dari video yang viral, Senin (4/5).

Dalam pengakuannya, korban menyebut berangkat ke Arab Saudi setelah diiming-imingi pekerjaan oleh seorang pekerja lapangan berinisial N, perempuan. Setibanya di Arab Saudi, keduanya bertemu dengan perempuan berinisial Z.

"Jadi N ini iming-iming di WA untuk kerja di Arab Saudi. Tapi ketemu dengan Z. Di sana kami disekap untuk melayani pria. Tapi kami bisa kabur saat belanja ke salah satu mal," kata wanita tersebut seperti dalam video yang dilihat detikBali.




(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads