Hadiri Groundbreaking Mapolda DIY, Sultan HB X: Momentum Kick Off Strategis

Hadiri Groundbreaking Mapolda DIY, Sultan HB X: Momentum Kick Off Strategis

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Minggu, 03 Mei 2026 13:31 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri groundbreaking Mapolda DIY di Godean, Sleman, Minggu (3/5/2026).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri groundbreaking Mapolda DIY di Godean, Sleman, Minggu (3/5/2026). Foto: Jauh Hari Wawan/detikJogja
Sleman -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan pembangunan Mapolda DIY menjadi momentum strategis untuk memperkuat keamanan konvensional. Sekaligus, mengembangkan sistem keamanan modern yang adaptif di era digital.

Hal itu disampaikan Sultan saat groundbreaking pembangunan Mapolda DIY di Godean, Sleman, Minggu (3/5/2026). Dalam sambutannya, ia menilai pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan titik awal transformasi sistem keamanan yang lebih responsif terhadap perubahan zaman.

"Groundbreaking Mapolda DIY juga menjadi momentum kick off strategis. Keamanan konvensional kian kokoh sebagai penyangga ketertiban, sementara keamanan modern tumbuh lentur dan waskita," kata Sultan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sultan menyoroti bahwa lanskap ancaman kini semakin kompleks. Tidak hanya berbentuk gangguan fisik, tetapi juga berkembang ke ranah kejahatan siber, disinformasi, hingga menurunnya kepercayaan publik.

ADVERTISEMENT

"Ancaman tidak lagi selalu tampak sebagai gangguan fisik, melainkan menjelma dalam bentuk kejahatan siber, disinformasi, hingga erosi kepercayaan publik," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sistem keamanan yang mampu merespons cepat, akurat, dan tetap menjunjung integritas. Menurutnya, Mapolda DIY ke depan harus menjadi pusat pengembangan sistem sekaligus penguatan sumber daya manusia Polri.

"Gedung ini dirancang bukan sekadar ruang kerja, melainkan sebagai arsitektur peradaban masa depan," katanya.

Sultan juga mengingatkan bahwa modernisasi kepolisian tidak boleh meninggalkan nilai dasar kemanusiaan. Polisi, kata dia, harus mampu menyeimbangkan kecanggihan teknologi dengan kepekaan sosial.

"Polisi masa depan adalah mereka yang mampu membaca data dengan teknologi, sekaligus membaca rasa dengan kepekaan nurani," ujarnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang turut memimpin peletakan batu pertama menyebut pembangunan Mapolda DIY mengusung konsep Presisi yang dipadukan dengan nilai lokal Memayu Hayuning Bawana.

"Ini adalah amanah bagaimana kita menjaga, memperbaiki, dan menciptakan keharmonisan masyarakat, sejalan dengan nilai Tri Brata dan Catur Prasetya," jelasnya.

Menurut Sigit, gedung baru tersebut juga akan mengadopsi konsep smart city dengan dukungan teknologi digital seperti data driven policing, social listening, hingga penguatan keamanan siber.

"Dengan AI dan integrasi data, kita bisa melakukan deteksi dini dan mengambil langkah secara presisi terhadap kebutuhan masyarakat," kata Sigit.

Ia menambahkan, pembangunan akan dimulai pada tahun anggaran 2026 dan dilakukan secara bertahap hingga seluruh fasilitas dapat difungsikan secara optimal.

"Kita mulai di 2026. Nanti akan kita lihat apakah bisa selesai dalam satu tahun atau bertahap. Yang jelas, pemindahan dari gedung lama ke baru akan dilakukan secara bertahap," pungkasnya.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads