Polisi mengungkap 10 jenazah korban kecelakaan maut kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur sudah teridentifikasi. Lima korban tewas lainnya masih dalam proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati.
"Pada pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban, dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi" kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru Yulihartono di RS Polri, Kramat Jati, dilansir detikNews, Selasa (28/4/2026).
Berikut identitas 10 jenazah yang teridentifikasi:
1. Tutik Anitasari (P/31)
2. Harum Anjasari (P/27)
3. Nur Alimantun Citra Lestari (P/19)
4. Farida Utami (P/52)
5. Vica Acnia Fratiwi (P/23)
6. Ida Nuraida (P/48)
7. Gita Septia Wardany (P/20)
8. Fatmawati Rahmayani (P/29)
9. Arinjani Novita Sari (P/25)
10. Nur Ainia Eka Rahmadhyna (P/32)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur diketahui bertambah menjadi 15 orang. Jumlah ini bertambah dari data sebelumnya yang mencapai 14 orang.
"Iya, 15 meninggal," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting di RS Polri, Jakarta, Selasa (28/4).
Sebagai informasi, kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam. Peristiwa ini berawal saat taksi Green SM tertabrak KRL di perlintasan yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.
KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu lalu terhenti di tengah rel. Warga pun datang membantu evakuasi taksi tersebut.
Di sisi lain, ada KRL arah Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur imbas insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah yang kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.
(ams/apu)

Komentar Terbanyak
Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta
Api Misterius Masih Teror Rumah Fia di Seyegan, 10 Hari Kebakaran 73 Kali
Viral Pria Bawa Seprai Putih Disebut Pocong Mau Maling di Gunungkidul