Potret Ringseknya Taksi yang Picu Tabrakan Maut Kereta Bekasi

Jabodetabek

Potret Ringseknya Taksi yang Picu Tabrakan Maut Kereta Bekasi

Isal Mawardi - detikJogja
Selasa, 28 Apr 2026 17:12 WIB
Kecelakaan kereta jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur diduga awalnya dipicu tertempernya taksi Green SM. Insiden itu menewaskan 14 orang.
Penampakan Taksi Listrik yang Diduga Sebabkan Tabrakan Kereta di Bekasi. Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jogja -

Tertempernya taksi Green SM diduga menjadi pemicu kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Taksi tersebut yang mengalami ringsek parah.

Dilansir detikNews, Selasa (28/4/2026), bangkai taksi berwarna hijau toska dan berkode CT11271 itu berada di tepi rel dekat Stasiun Bekasi Timur.

Pintu depan sebelah kirinya penyok. Spionnya tampak tergantung dengan bagian kaca yang sebagian besarnya sudah pecah. Adapun kaca bagian depan taksi ada sedikit bagian yang retak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bangkai taksi yang tertemper dekat Stasiun Bekasi Timur. (Isal/detikcom)Bangkai taksi yang tertemper dekat Stasiun Bekasi Timur. (Isal/detikcom) Foto: Bangkai taksi yang tertemper dekat Stasiun Bekasi Timur. (Isal/detikcom)

Terkait kecelakaan kereta tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang untuk mengevaluasi operasional taksi Green SM.

"Setiap terjadi kecelakaan pasti akan kami lakukan evaluasi sehingga harapannya kita belajar dari apa yang terjadi kita perbaiki ke depannya," kata Menhub Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Selasa (28/4/2026). Saat itu Dudy menjawab pertanyaan soal ada tidaknya evaluasi taksi Green SM.

ADVERTISEMENT
Warga mengamati taksi listrik Green SM  yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nzWarga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nz Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Kemenhub juga bakal mengevaluasi terkait kebutuhan double-double track di Stasiun Bekasi Timur. Diketahui, saat ini KA jarak jauh dan KRL melintas di jalur yang sama di Stasiun Bekasi Timur.

"Tentunya sebagai bagian evaluasi kami, double-double track itu ya (masuk evaluasi), termasuk juga elektrifikasi," ujar Dudy saat menjawab pertanyaan soal urgensi adanya double-double track di Stasiun Bekasi Timur.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam itu menyebabkan 14 orang tewas dan 84 orang terluka. Kecelakaan terjadi saat KRL yang ditabrak sedang berhenti karena ada KRL lain yang tertemper taksi di perlintasan di Stasiun Bekasi Timur.

Warga mengamati taksi listrik Green SM  yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nzWarga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nz Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Tabrakan keras mengakibatkan gerbong khusus wanita yang berada di belakang robek ditembus oleh KA Argo Bromo. Proses evakuasi korban kecelakaan kereta telah selesai. Seluruh korban yang dievakuasi berjenis kelamin perempuan.

"100 persen yang kita evakuasi (korban) perempuan," kata Kabasarnas Mayjen TNI M Syafii.

Syafii menjelaskan, proses evakuasi selesai pada pukul 08.00 WIB tadi. Seluruh tim SAR juga telah dipulangkan. Jika nantinya ada potongan tubuh korban yang ditemukan saat proses pembersihan bangkai kereta, akan dilakukan tindakan sesuai prosedur.




(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads