Sambat PM Jepang Kurang Tidur gegara Sibuk Kerja

Internasional

Sambat PM Jepang Kurang Tidur gegara Sibuk Kerja

Novi Christiastuti - detikJogja
Jumat, 24 Apr 2026 15:25 WIB
Sambat PM Jepang Kurang Tidur gegara Sibuk dengan Pekerjaan
PM Jepang Sanae Takaichi Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon/Pool
Jogja -

Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, yang dikenal gila kerja, sempat mengeluhkan dirinya kurang tidur. Selain itu, Takaichi juga mengungkap ia tidak bisa mengatur waktu makannya.

Dilansir Japan Today dan Kyodo via detikNews, Jumat (24/4/2026), Takaichi mengungkapkannya di tengah pertemuan dengan politisi veteran Jepang, Akira Amari, yang berlangsung Kamis (23/4) waktu setempat.

Diketahui, kepemimpinan Takaichi sudah berlangsung sekitar enam bulan sejak menjabat sebagai orang nomor satu Negeri Sakura pada Oktober 2025. Usai terpilih sebagai pemimpin Partai Demokratik Liberal Jepang yang membuatnya jadi PM perempuan pertama di sana, Takaichi sempat berjanji untuk "kerja, kerja, kerja".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ayal, ucapan itu lantas menjadi slogan di Jepang pada tahun lalu.

ADVERTISEMENT

"Saya ingin tidur lebih lama," kata PM berusia 65 tahun itu kepada Amari selama pertemuan di kantornya pada Kamis (23/4). Amari yang mantan Menteri Perdagangan ini juga dikenal sebagai ajudan dekat mendiang mantan PM Shinzo Abe.

Bersama suaminya, Taku Yamamoto, Sanae Takaichi pindah ke kediaman resmi PM Jepang sejak akhir 2025. Rumah dinas itu sangat dekat dengan kantor perdana menteri.

Dalam rapat komite parlemen awal April ini, Takaichi sempat mengeluh bahwa waktu tidurnya "cukup singkat karena saya sibuk dengan pekerjaan rumah tangga" dan "sisa waktunya dihabiskan untuk bekerja".

Ia menjelaskan, pada saat itu dirinya berusaha "membawa sebanyak mungkin pekerjaan ke rumah". Pasalnya, tetap di kantor PM Jepang membuat para ajudan dan pengawal keamanannya bersiaga,

Kemudian pada Februari lalu, Takaichi juga mengeluhkan tentang makanan. Ia sempat mengungkap Saya tidak diizinkan untuk pergi belanja atau memesan makanan dari kediaman resmi. Jika saya kehabisan makanan beku, tamatlah sudah."

Pekan ini, Amari mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan dengan Takaichi bahwa PM Jepang itu juga berbicara tentang kesulitan mengatur waktu makan.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads