Perpanjang Gencatan Senjata, Trump Sebut Pemerintah Iran Terpecah

Internasional

Perpanjang Gencatan Senjata, Trump Sebut Pemerintah Iran Terpecah

Yogi Ernes - detikJogja
Rabu, 22 Apr 2026 09:44 WIB
WASHINGTON, DC - APRIL 16: U.S. President Donald Trump speaks to the media before boarding Marine One on the South Lawn of the White House on April 16, 2026 in Washington, DC. President Donald Trump is traveling to Las Vegas, Nevada to promote the tax cuts he signed into law in the One Big Beautiful Bill Act ahead of the midterm election. Tomorrow he will deliver remarks at a Turning Point USA event in Phoenix, Arizona.   Anna Moneymaker/Getty Images/AFP (Photo by Anna Moneymaker / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Presiden AS, Donald Trump. Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Trump juga menyebut pemerintahan Iran saat ini telah terpecah belah.

Dilansir detikNews, meski mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, Trump juga mengatakan militer AS tetap melanjutkan kebijakan blokade pelabuhan Iran.

"Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," kata Trump dilansir Al Jazeera, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, gencatan senjata AS dan Iran pertama kali dilakukan pada 7 April dan akan berakhir hari ini sebelum akhirnya diperpanjang oleh Trump. Kini Trump mengatakan perpanjangan gencatan senjata kali ini tanpa batas waktu.

ADVERTISEMENT

"Oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan dan diskusi diselesaikan dengan satu atau lain cara," ujar Trump.

Di sisi lain, Trump juga menyinggung pemerintahan Iran saat ini telah terpecah. Menurut Trump, AS saat ini masih menunggu pemerintah Iran untuk hadir dalam negosiasi lanjutan di Pakistan.

"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah, yang tidak mengejutkan, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami telah diminta untuk menunda serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu," kata Trump.



(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads