Food reviewer atau pengulas makanan, Codeblu diperiksa polisi. Hal itu terkait laporan soal dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan yang diajukan PT Prima Hidup Lestari dengan brand Clairmont.
Dikutip dari detikNews, pemeriksaan dilakukan Bareskrim Polri. Belum diketahui, materi apa yang diperoleh polisi dari Codeblu.
"Ya (Codeblu) sedang diperiksa untuk diambil keterangannya," kata Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Andrian Pramudianto, saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, laporan tersebut dilayangkan sejak 2 Februari 2026 dan teregister dengan nomor: STTL/51/II/2026/BARESKRIM. Kuasa hukum Clairmont, Reagan, mengatakan pihaknya resmi melaporkan Codeblu ke Bareskrim Bareskrim Mabes Polri.
"Saya lebih akan menjelaskan lebih ke teknis pelaporan. Jadi yang kami laporkan di sini, yang bersangkutan inisial CB, nama aslinya WA, itu kami laporkan di Mabes Polri," kata Reagan di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (13/2).
"Karena memang modusnya itu konsultasi. Awalnya bahkan ditawarkan senilai Rp 600 atau 650 juta. Kemudian dengan dalih, 'Oh saya kasih diskon' menawarkan kembali Rp 350 juta yang buat kami itu sebenarnya bukan penawaran yang baik, tapi merupakan suatu bentuk pemerasan yang kita sebut sebagai preman digital sekarang," imbuhnya.
Selain itu pihak Clairmont menyebut Codeblu melakukan fitnah. Disebutkan ada dugaan manipulasi data autentik.
"Kedua adalah Pasal 35. Kenapa? Karena ada manipulasi data autentik. Contohnya, klien kami ini dituduhkan menyerahkan kue-kue yang sudah berjamur dan busuk ke panti asuhan. Dan yang kedua, menggunakan topper yang bekas kena tangan kemudian disimpan di atas kue terus dijual, padahal itu sebenarnya hanya untuk display," jelas Reagan.
Owner Clairmont, Susana Darmawan, mengaku mengalami kerugian hingga Rp 5 miliar pada periode akhir 2024 hingga 2025 akibat masalah yang disebabkan oleh Codeblu.
(alg/ahr)












































Komentar Terbanyak
Laga PSIM Vs Persija Sempat Diwacanakan Pindah ke Semarang, Tapi...
Cerita Azizah, Bocah TK di Jogja Rawat Bapak Sakit hingga Ikut Memulung
Pelukis Menolak Mengemis, Perjuangan Seniman Mbah Kibar Lunasi Utang Rp 500 Juta