PSIM Jamu Persija di Bali Bagai Jatuh Tertimpa Tangga

Round-Up

PSIM Jamu Persija di Bali Bagai Jatuh Tertimpa Tangga

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Rabu, 22 Apr 2026 06:00 WIB
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel.Foto diunggah Selasa (11/11/2025).
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel. Foto: dok. PSIM
Jogja -

Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel tak bisa menutupi kekecewaannya usai laga kandang melawan Persija dipindah ke Bali. Bagi Van Gastel, ini bagai jatuh tertimpa tangga.

Diketahui, PSIM tengah krisis kemenangan dengan 10 dari 11 laga tanpa kemenangan. Di tengah ambisi menang itu, PSIM justru harus menjalani laga kandang melawan tim papan atas jauh dari suporter.

Diketahui laga antara PSIM Jogja vs Persija Jakarta di pekan ke-29 Super League 2025/2026 digelar di di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Rabu (22/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sangat mengecewakan karena pertandingan ini tidak diadakan di Jogja. Saya rasa klub dan para pendukung kami sudah menunggu lama untuk bisa bermain melawan tim-tim besar di Indonesia," ujar Van Gastel saat jumpa pers usai laga, Selasa (21/4/2026).

Dia yakin pendukung dan pemain juga kecewa atas keputusan itu. Menurutnya, laga kandang melawan Persija seharusnya menjadi kesempatan spesial meningkatkan atmosfer permainan.

"Ketika momen itu tiba di mana kami seharusnya menjalani laga kandang melawan Persija namun tidak bisa bermain di markas sendiri, itu mengecewakan bagi klub, pemain, dan pendukung," lanjutnya.

Meski demikian, Van Gastel menegaskan timnya tetap harus profesional dan fokus menatap pertandingan yang akan digelar di Bali.

"Ini mengecewakan, tapi begitulah situasinya dan kami harus siap untuk pertandingan besok," tegasnya.

Krisis Kemenangan

PSIM Jogja diketahui tengah terpuruk dengan hanya 1 kemenangan dari 11 laga. Van Gastel bahkan mengucapkan ungkapan satire akan menurunkan 12 pemain saat melawan Macan Kemayoran.

"Kami akan memasang 12 pemain di lapangan (lawan Persija). Mungkin wasit tidak akan menghitungnya, tapi kami akan memasang 12 orang," ujarnya sambil berkelakar saat jumpa pers.

Di balik candaan tersebut, pelatih asal Belanda itu mengakui dirinya tidak puas dengan performa tim, khususnya di paruh kedua musim. Meski demikian, ia menegaskan kondisi fisik pemain bukan menjadi masalah utama.

"Saya tidak khawatir dengan kelelahan pemain saya. Mereka semua bugar dan dalam kondisi baik karena sepanjang musim ini telah bekerja sangat keras," katanya.

Van Gastel terang-terangan merasa tidak puas atas performa timnya.

"Satu-satunya hal yang menjadi perhatian saya adalah kami menelan terlalu banyak kekalahan. Saya tidak puas dengan hasil ini karena saya rasa kami bisa jauh lebih baik," ungkapnya.

Menurutnya, pada paruh pertama musim PSIM mampu menunjukkan performa menjanjikan. Namun, situasi berbalik di paruh kedua meski permainan tim dinilai tetap kompetitif.

"Di setiap pertandingan paruh kedua, kami sebenarnya sudah sangat dekat dengan kemenangan, tapi hasilnya selalu menjadi negatif. Padahal sebelumnya kami sering berada di posisi unggul," jelasnya.

Meski begitu, Van Gastel tak patah semangat.

"Kami harus mencoba mengubah situasi ini. Target kami tetap agar tidak terdegradasi. Tapi seperti yang saya katakan, saya tidak puas dengan hasil di paruh kedua musim ini," tegasnya.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads