Netanyahu Terkejut Trump Larang Israel Serang Lebanon

Internasional

Netanyahu Terkejut Trump Larang Israel Serang Lebanon

Rita Uli Hutapea - detikJogja
Sabtu, 18 Apr 2026 16:55 WIB
FILE PHOTO: Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends a memorial service held for Ran Gvili, an off-duty police officer who was killed fighting militants that had infiltrated Israel during the deadly October 7, 2023, attack by Hamas, and the last hostage recovered from Gaza, in Meitar, Israel, January 28, 2026. REUTERS/Amir Cohen     TPX IMAGES OF THE DAY/File Photo
PM Israel Benjamin Neyanyahu. Foto: REUTERS/Amir Cohen
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melarang Israel untuk menyerang Lebanon. Pengumuman yang disampaikan via media sosial Trump itu disebut membuat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, 'terkejut serta khawatir'.

"Israel tidak akan lagi membombardir Lebanon," tulis Trump di Truth Social.

"Mereka DILARANG melakukannya oleh AS. Cukup sudah!!!" tegasnya, dilansir AFP via detikNews, Sabtu (18/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situs media AS, Axios, yang mengutip sumber-sumber memberitakan bahwa pemerintah Israel meminta Gedung Putih memberikan klarifikasi. Sebab, para pejabat Israel melihat pengumuman itu lewat media sosial Trump, bukan via pernyataan resmi.

ADVERTISEMENT

Diberitakan Axios, para pejabat Israel gerah karena perkataan Trump ini bertentangan dengan teks perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Teks itu diterbitkan Departemen Luar Negeri AS hari Kamis (16/4).

Menurut perjanjian tersebut, Israel mempertahankan hak untuk melakukan tindakan militer, bahkan selama gencatan senjata, "untuk membela diri, kapan saja, terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung."

Diketahui, pada Kamis pagi waktu setempat, Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama 10 hari ke depan. Gencatan senjata otomatis berlaku baik di Tel Aviv maupun Beirut pada tengah malam waktu setempat.

"Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan Presiden Joseph Aoun yang sangat dihormati, dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu, dari Israel. Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata selama 10 hari pada pukul 17.00 sore EST," kata Trump dalam pengumuman via Truth Social saat itu.

Pengumuman itu disampaikan menyusul pembicaraan langsung yang tergolong langka antara Duta Besar Israel dan Lebanon di Washington DC, yang dimediasi AS, pada Selasa (14/4).




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads