Trump Ancam Terus Blokade Pelabuhan Iran Jika Tak Ada Kesepakatan Damai

Internasional

Trump Ancam Terus Blokade Pelabuhan Iran Jika Tak Ada Kesepakatan Damai

Rita Uli Hutapea - detikJogja
Sabtu, 18 Apr 2026 14:44 WIB
Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER)
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mempertahankan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, jika kesepakatan damai tak segera tercapai. Trump juga menyebut peluang tak akan memperpanjang gencatan senjata setelah berakhir.

Dilansir detikNews, Iran telah membuka Selat Hormuz pada Jumat (17/4) kemarin usai tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Namun, Teheran mengancam akan menutup lagi jalur vital itu jika blokade AS terus berlanjut.

Sementara itu, gencatan senjata antara Teheran dan Washington bakal berakhir pada Rabu (22/4) mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap berlaku," kata Trump kepada wartawan, dilansir Al Arabiya, Sabtu (18/4/2026), ketika ditanya apakah gencatan senjata akan diperpanjang.

ADVERTISEMENT

Ketika ditanya tentang kemungkinan kesepakatan damai dengan Iran, Trump berkata, "Saya pikir itu akan terjadi."

Trump menyatakan "tidak akan ada pungutan tarif" yang dikenakan oleh Iran pada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz. Penetapan tarif di Selat Hormuz ini sebelumnya telah diajukan Republik Islam selama rencana kesepakatan perdamaian sebelumnya.

Sementara itu, Trump lewat platform Truth Social miliknya juga menyebut jika Teheran bakal menyerahkan persediaan uraniumnya yang diperkaya ke Amerika Serikat berdasarkan rencana untuk mengakhiri perang yang dimulai akhir Februari lalu.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran telah membantah klaim Trump tersebut, dan menyatakan persediaan uraniumnya tidak akan dipindah "ke mana pun".

"Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei kepada televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (18/4).

"Pemindahan uranium Iran yang diperkaya ke AS tidak pernah dibahas dalam negosiasi," cetusnya.

Baqaei mengatakan pembicaraan baru-baru ini berpusat pada penyelesaian konflik, dan bukan pada penyerahan persediaan uranium Iran.

"Negosiasi sebelumnya berfokus pada masalah nuklir, tetapi sekarang negosiasi berfokus pada mengakhiri perang, dan tentu saja cakupan topik yang dibahas menjadi lebih luas dan beragam," katanya.

"Rencana 10 poin untuk mencabut sanksi sangat penting bagi kami. Masalah kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang yang dipaksakan, sangat penting," ujarnya.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads