Sedikitnya lima dari 11 ruang di SDN Kepek 1, Bulurejo, Kepek, Saptosari, Gunungkidul rusak parah. Bahkan, murid kelas 2 terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di musala.
Pantauan detikJogja, tampak dari luar sekolah bagian atap salah satu ruangan di SDN Kepek 1 tidak ada gentingnya. Melihat lebih dekat, ruangan tersebut adalah perpustakaan sekolah.
Selain itu, tiga ruang kelas yang berada satu deret dengan ruang perpustakaan tampak tidak digunakan untuk kegiatan belajar. Ternyata ketiga ruang tersebut mengalami kerusakan pada bagian plafon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, ada pula satu ruang kelas yang belum lama mengalami kerusakan. Ruang itu merupakan ruang kelas enam yang mengalami kerusakan parah pada bagian atap.
Kepala SDN Kepek 1, Marsum mengatakan, dirinya baru menjabat menjadi kepala sekolah sejak Oktober 2025. Menurutnya, saat itu sudah ada empat ruangan yang rusak.
"Jadi di sini ada 11 ruangan dan lima di antaranya rusak parah sampai tidak bisa digunakan. Nah, saya jadi kepala sekolah itu yang rusak hanya empat ruang yakni tiga ruang kelas dan satu ruang perpustakaan," katanya kepada wartawan di SDN Kepek 1, Bulurejo, Kepek, Saptosari, Gunungkidul, Jumat (17/4/2026).
Secara rinci, tiga ruang kelas sudah rusak selama tiga tahun terakhir. Sedangkan untuk ruang perpustakaan rusak selama satu tahun terakhir.
"Lalu bulan Februari 2025 ruang kelas enam atapnya rusak, bahkan gentingnya berjatuhan di ruang kelas. Untung kejadiannya terjadi malam hari, jadi tidak ada murid yang jadi korban," ujarnya.
Sejumlah ruangan SDN Kepek 1, Bulurejo, Kepek, Saptosari, Gunungkidul rusak, Jumat (17/4/2026). Murid kelas 2 terpaksa belajar di musala. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja |
Murid Kelas 2 Belajar di Musala
Alhasil, lima ruangan di SDN Kepek 1 tidak bisa dipergunakan hingga saat ini. Bahkan, murid kelas dua harus berpindah lokasi KBM-nya karena ruang kelas dua dipakai KBM kelas enam.
"Kelas enam tidak bisa dipakai karena rusak bulan Februari kemarin, lalu kelas enam pindah ke kelas dua dan kelas dua pindah ke musala. Kalau yang pindah ke musala itu mulai habis Lebaran," ucapnya.
Terkait penyebab kerusakan lima ruangan tersebut, Marsum menyebut karena faktor alam. Adapun SDN Kepek 1 berdiri sejak tahun 1971, dan saat ini total jumlah muridnya 148 orang.
"Penyebab kerusakan karena hujan deras dan di sini kan dekat dengan pantai, jadi bisa memicu korosi. Apalagi yang ruang kelas enam itu atapnya pakai struktur baja ringan," katanya.
Marsum telah melaporkan kerusakan itu ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul. Namun, hingga sekarang belum ada tindak lanjut dari Disdik Gunungkidul.
"Kerusakan lima ruangan itu sudah dilaporkan Dinas Pendidikan, tapi belum ada tindak lanjutnya. Semoga ruang-ruang itu bisa segera diperbaiki agar anak-anak nyaman saat mengikuti KBM," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengaku sudah mengetahui informasi tersebut. Bahkan, Nunuk sudah ke SDN Kepek 1.
"Tadi saya sudah ke lokasi dan ternyata permasalahannya ada di data dapodik (data pokok pendidikan). Jadi dari SD-nya tidak update dapodik beberapa tahun terakhir dan di dapodik kerusakan SD itu hanya 21 persen," ucapnya.
Oleh sebab itu, Nunuk telah meminta kepala sekolah agar segera memperbaharui dapodik. Selain itu, Nunuk juga meminta kepala sekolah agar membuat proposal terkait perbaikan SDN Kepek 1.
"Kepala sekolahnya kan baru, dan sudah saya minta agar segera mengupdate dapodik dan membuat proposal untuk perbaikan lalu segera ajukan ke dinas (Disdik Gunungkidul)," katanya.

