Ular Weling Berbisa atau Tidak? Kenali Bedanya dengan Welang!

Ular Weling Berbisa atau Tidak? Kenali Bedanya dengan Welang!

Desi Rahmawati - detikJogja
Jumat, 10 Apr 2026 13:56 WIB
Ular weling (Bungarus candidus) di tanah. Apakah ular weling berbisa?
Ular Weling (Foto: Wibowo Djatmiko (Wie146)/Wikimedia Commons/Lisensi CC BY-SA 3.0)
Jogja -

Ular weling kerap ditemukan di sekitar permukiman warga, terutama di daerah pedesaan dan persawahan yang membuat banyak orang bertanya-tanya soal bahayanya. Tidak sedikit masyarakat yang masih bingung membedakan antara ular weling dan welang karena keduanya memiliki tampilan yang sekilas mirip.

Kebingungan ini tentu bukan hal yang sepele, mengingat kesalahan dalam mengidentifikasi jenis ular bisa berakibat fatal bagi keselamatan jiwa. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri khas masing-masing ular agar tidak salah langkah saat bertemu dengan ular weling atau ular welang.

Lantas, apakah ular weling termasuk jenis ular berbisa yang perlu diwaspadai? Dan apa saja perbedaannya dengan ular welang? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini agar tidak salah mengenali kedua jenis ular tersebut!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Ular Weling

Ular weling merupakan salah satu jenis ular yang cukup dikenal di Indonesia karena sering ditemukan di lingkungan sekitar manusia. Dirangkum dari situs A-Z Animals, Ular ini memiliki karakteristik perilaku dan habitat yang khas, terutama karena aktivitasnya yang dominan pada malam hari.

ADVERTISEMENT

Ular weling sering disebut juga dengan ular malayan krait. Ular yang punya nama ilmiah Bungarus candidus ini termasuk ke dalam genus Bungarus yang sama dengan ular welang. Klasifikasi ular weling adalah sebagai berikut.

  • Kingdom: Animalia
  • Phylum: Chordata
  • Class: Reptilia
  • Order: Squamata
  • Family: Elapidae
  • Genus: Bungarus
  • Species: candidus

Ular weling tersebar di wilayah Asia Tenggara, meliputi Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Semenanjung Malaysia, hingga Singapura. Di Indonesia sendiri, keberadaannya dapat ditemukan di Jawa dan Bali. Habitat yang disukai umumnya berupa tepi hutan dataran rendah, perkebunan, semak belukar, serta area pertanian yang berdekatan dengan permukiman.

Ular Weling Berbisa atau Tidak?

Ular weling merupakan salah satu ular berbisa. Ular weling dikenal memiliki bisa yang sangat kuat dan berbahaya bagi manusia. Menurut keterangan dari A-Z Animals, bisa ular ini didominasi oleh racun neurotoksin yang bekerja menyerang sistem saraf sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan secara bertahap.

Sebuah penelitian berjudul Variations in neurotoxicity and proteome profile of Malayan krait (Bungarus candidus) venoms oleh Muhamad Rusdi Ahmad Rusmili dkk, menyebutkan bahwa racun ular weling mampu mengganggu sistem neuromuskular hingga berpotensi menimbulkan kelumpuhan serius.

Prof. Mirza Dikari Kusrini dari Universitas IPB turut menjelaskan bahwa kemampuan bisa ular weling terletak pada sifat neurotoksiknya yang menyerang sistem saraf dan dapat memengaruhi fungsi otot, termasuk otot pernapasan. Jika tidak segera ditangani, dapat berakibat fatal bagi si korban gigitan.

"Meski gejala awal bisa ringan atau tertunda, efeknya bisa fatal jika tidak segera ditangani," jelasnya pada Rabu (02/07/2025), dilansir laman resmi Universitas IPB.

Kemampuan bisa ular weling juga tergolong berbahaya karena efeknya tidak selalu langsung terasa. Gigitan bisa saja tampak ringan di awal, bahkan terkadang tidak menimbulkan rasa sakit sehingga korban bisa terlambat menyadari bahwa racun sedang bekerja di dalam tubuhnya.

Efek Bisa Ular Weling bagi Manusia

Bisa ular weling bekerja dengan menyerang sistem saraf melalui racun neurotoksik. Dalam penelitian oleh Muhamad Rusdi Ahmad Rusmili dkk tersebut, dijelaskan juga bahwa racun neurotoksik terdiri dari neurotoksin pra-sinaptik dan pasca-sinaptik yang mengganggu transmisi saraf ke otot.

Dampak utama yang ditimbulkan adalah kelumpuhan neuromuskular progresif, yaitu melemahnya otot secara bertahap hingga akhirnya dapat menyebabkan gagal napas. Selain itu, gejala yang muncul dapat berupa kelopak mata terkulai, pupil melebar, kelemahan anggota tubuh, sesak napas, sulit berbicara, hingga kesulitan menelan.

Sementara itu, efek lain yang juga dapat terjadi meliputi mual, muntah, sakit kepala, nyeri perut, pusing, dan diare. Dalam kondisi tertentu, korban juga dapat mengalami gangguan kardiovaskular seperti hipertensi, takikardia, hingga syok.

Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, korban gigitan ular weling dapat mengalami gagal napas dalam waktu sekitar 4-24 jam. Bahkan, dalam beberapa kasus tanpa pengobatan, kematian dapat terjadi dalam rentang 12 hingga 24 jam setelah gigitan.

Perbedaan Ular Weling dan Ular Welang

Ular weling sering disalahartikan sebagai ular welang. Hal ini terjadi karena keduanya sama-sama berasal dari keluarga Bungarus dan ciri fisik yang hampir sama. Namun, penting untuk diketahui bahwa keduanya merupakan jenis ular yang berbeda. Perbedaan dasar keduanya dapat dilihat dari nama ilmiahnya. Ular weling memiliki nama ilmiah Bungarus candidus, sedangkan ular welang dikenal sebagai Bungarus fasciatus.

Lebih lanjut, berdasarkan penelitian yang berjudul Ular Welang, Bungarus fasciatus (Schneider, 1801), di Lereng Selatan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Donan Satria Yudha dkk, perbedaan antara ular weling dan ular welang dapat dikenali melalui beberapa karakter morfologi utama. Meskipun keduanya sama-sama memiliki pola belang pada tubuh, terdapat ciri khas yang membedakan keduanya secara jelas. Perbedaan tersebut terutama terletak pada bentuk kepala dengan leher, bentuk potongan melintang tengah tubuh, bentuk sisik vertebral, ujung ekor dan pola warna belang tubuh.

Berikut rincian perbedaan antara ular weling dan ular welang.

Kepala dan leher

  • Welang:kepala terpisah jelas dari leher
  • Weling: kepala tidak terpisah jelas dari leher

Bentuk potongan melintang tengah tubuh

  • Welang: berbentuk segitiga (triangular)
  • Weling: berbentuk silindris (tubular)

Sisik vertebral

  • Welang: sangat melebar
  • Weling: tidak melebar

Ujung ekor

  • Welang: tumpul
  • Weling: runcing

Pola warna belang tubuh

  • Welang: belang melingkar hingga bagian ventral (perut)
  • Weling: belang hanya melingkar sampai bagian lateral tubuh saja

Cara Mengusir Ular Weling dari Rumah

Saat malam tiba, ular weling akan keluar untuk mencari makan dan tidak jarang memasuki halaman, lumbung, bahkan rumah, terutama saat berburu mangsa seperti tikus atau ular lainnya. Jika ular weling masuk ke rumah, harus segera diusir agar tidak membahayakan anggota keluarga. Dirujuk dari laman Satpol PP Kabupaten Sleman, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir ular weling dari rumah.

1. Gunakan Alat Rumah

Cara mengusir ular weling dari rumah bisa dengan menggiringnya dengan sapu, kardus atau galah kayu. Alat ini bisa menjadi alternatif untuk mengusir ular yang masuk ke dalam rumah. Namun, tetaplah hati-hati agar tidak terkena gigitan ular weling.

2. Gunakan Wewangian

Cara lainnya adalah menggunakan wewangian seperti kapur barus. Ular tidak menyukai wewangian yang menyengat. Oleh karena itu, kapur barus yang berbau khas dapat digunakan untuk mengusir ular. Haluskan dan taburkan ke sudut-sudut rumah yang rawan menjadi tempat masuknya ular.

3. Hilangkan Sumber Makanan Ular

Hilangkan sumber makanan ular, yakni hewan seperti tikus, katak, burung. Hewan inilah yang bisa menarik ular masuk ke dalam rumah.

4. Rapikan dan Tutup Celah di Rumah

Hilangkan tempat yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ulartutup lubang disekitar rumah, dan bersihkan dari barang-barang yang sudah tak berguna.

5. Panggil Bantuan Pemadan Kebakaran atau Tim Rescue Ular

Jika kondisi dirasa tidak aman, segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau tim evakuasi ular agar penanganannya dilakukan secara profesional tanpa membahayakan keselamatan.

Demikian penjelasan tentang ular weling yang ternyata berbisa dan berbahaya bagi manusia. Terus waspada dan kenali ciri, serta bedanya dengan ular welang agar tidak terkena gigitannya.

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads