Hari Kartini 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Sejarah Peringatannya

Hari Kartini 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Sejarah Peringatannya

Khofifah Azzahro - detikJogja
Jumat, 10 Apr 2026 11:59 WIB
Penjelasan Hari Kartini 2026 tanggal berapa lengkap dengan sejarahnya.
Ilustrasi Hari Kartini. (Foto: Getty Images/Natalia Loginova)
Jogja -

Hari Kartini merupakan salah satu momen penting yang diperingati setiap tahun di Indonesia. Peringatan ini juga dikenal sebagai hari istimewa bagi para perempuan, sehingga sering dirayakan dengan berbagai. kegiatan yang mencerminkan semangat perjuangan perempuan, seperti lomba pakaian adat, seminar, hingga kegiatan sosial.

Namun, Hari Kartini bukan sekadar tentang perlombaan, memakai pakaian adat atau mengikuti upacara. Peringatan ini menyimpan makna yang mendalam sebagai pengingat perjuangan perempuan, yang bahkan dianggap masih relevan hingga kini.

Lantas, kapan Hari Kartini 2026 diperingati? Simak informasi lengkapnya, mulai dari jadwal hingga sejarah perjuangan sosok Kartini yang dirangkum dari buku R.A. Kartini: Peran dan Sumbangsihnya bagi Indonesia karya Adora Kinara dan laman Perpustakaan Universitas Brawijaya, berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Hari Kartini?

Hari Kartini merupakan hari peringatan nasional yang ditujukan untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Kartini dikenal luas karena gagasan-gagasannya yang maju, terlebih pada zamannya.

ADVERTISEMENT

Peringatan ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap sosok Kartini, tetapi juga mencerminkan semangat perjuangan perempuan Indonesia dalam memperoleh hak yang setara serta usahanya untuk berdaya dan mandiri.

Hari Kartini secara resmi ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Soekarno bersama dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964. Sejak saat itu, setiap hari kelahiran RA Kartini maka diperingati sebagai Hari Kartini di seluruh Indonesia.

Kapan Hari Kartini 2026?

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April 1879. Mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964, Hari Kartini ditetapkan dan diperingati setiap tahun pada tanggal 21 April di seluruh Indonesia.

Penetapan tanggal ini didasarkan pada hari kelahiran Kartini, sehingga peringatannya bersifat tetap di setiap tahunnya. Oleh karena itu, pada tahun 2026, Hari Kartini jatuh pada Selasa, 21 April 2026 dan bertepatan dengan peringatan ke-62.

Apakah Hari Kartini Tanggal Merah?

Apabila mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, Nomor 2 Tahun, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional.

Meski demikian, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964, tanggal 21 April telah ditetapkan sebagai hari peringatan nasional yang dikenal sebagai Hari Kartini dan bukan merupakan tanggal merah.

Artinya, pada Selasa, 21 April 2026, seluruh aktivitas instansi, seperti perkantoran, sekolah, dan kegiatan lainnya tetap berjalan seperti biasa dengan tetap memperingati Hari Kartini yang biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan.

Sejarah Perjuangan Kartini

Kisah Kartini Kecil

RA Kartini bernama lengkap Raden Ayu Adipati Kartini Djojoadhiningrat yang lahir di Jepara, Jawa Tengah dan berasal dari keluarga bangsawan Jawa. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV yang memiliki sudah memiliki pemikiran terbuka, lantas membuat Kartini sempat merasakan bangku pendidikan dasar di sekolah Belanda Europeesche Lagere School (ELS).

Sayangnya saat remaja, Kartini tidak lagi memiliki akses pendidikan karena terbatas pada adat istiadat bangsawan Jawa pada kala itu. Kartini melalui harinya dengan kebiasaan bangsawan sejati seperti berbicara halus dan lirih, hingga menundukkan kepala saat orang yang lebih tua lewat. Meski begitu, dengan tekadnya yang kuat, Kartini terus belajar secara mandiri.

Pemikiran Kartini tentang Perempuan

Kondisi perempuan pada masa RA Kartini masih sangat terbatas dan belum mendapatkan kesempatan yang setara, terutama dalam bidang pendidikan. Perempuan saat itu kesulitan mengakses pendidikan karena kuatnya norma sosial yang membatasi peran mereka, sehingga peluang untuk berkembang dan memperoleh keterampilan juga sangat terbatas.

Kartini memiliki pemikiran yang sangat maju untuk zamannya, karena Kartini percaya bahwa perempuan berhak mendapatkan pendidikan yang layak agar dapat berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. Gagasan-gagasan tersebut kemudian dituangkan dalam surat-surat yang dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya di Eropa.

Kumpulan surat Kartini kemudian dibukukan dengan judul 'Habis Gelap Terbitlah Terang', yang berisi pemikiran tentang emansipasi, pendidikan, dan kebebasan perempuan. Buku ini menjadi salah satu warisan penting yang menginspirasi banyak generasi, khususnya perempuan hingga saat ini.

Wujud Nyata Perjuangan Kartini

Salah satu wujud nyata perjuangan RA Kartini adalah dengan mendirikan sekolah khusus bagi anak-anak perempuan di Jepara. Sekolah tersebut menjadi sarana bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan, sehingga membantu mereka menjadi lebih mandiri. Langkah ini menjadi titik penting dalam perkembangan pendidikan perempuan di Indonesia.

Pemikiran Kartini juga mendorong pemerintah kolonial Belanda untuk lebih memperhatikan pendidikan bagi perempuan pribumi. Sejumlah tokoh Belanda yang mengagumi gagasannya, seperti JH Abendanon, turut berperan dalam menyebarluaskan pemikiran Kartini kepada masyarakat luas. Abendanon kemudian menghimpun dan menerbitkan surat-surat Kartini, yang akhirnya menginspirasi banyak orang, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Eropa.

Perjuangan Kartini tidak hanya berdampak pada zamannya, tetapi juga menjadi tonggak awal perubahan besar bagi perempuan Indonesia. Kini, perempuan memiliki lebih banyak kesempatan untuk menempuh pendidikan, berkarier, dan berperan aktif di berbagai bidang, yang semuanya tidak lepas dari semangat yang pernah diperjuangkan Kartini.

Makna Hari Kartini

Makna Hari Kartini tidak hanya sebatas peringatan tahunan, tetapi juga menjadi simbol perjuangan perempuan dalam meraih kesetaraan. Melalui sosok RA Kartini, masyarakat diingatkan akan pentingnya pendidikan, keberanian berpikir maju, serta semangat untuk memperjuangkan hak yang adil bagi perempuan.

Hari Kartini juga memiliki makna sebagai momentum untuk menghargai peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun dunia kerja. Selain itu, peringatan ini mengajarkan bahwa perempuan memiliki potensi yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa.

Di era modern, makna Hari Kartini semakin relevan sebagai pengingat bahwa perjuangan kesetaraan belum sepenuhnya selesai. Oleh karena itu, semangat Kartini perlu terus dilanjutkan agar perempuan dapat terus berdaya, mandiri, dan memiliki kesempatan yang sama di masa depan.

Demikianlah penjelasan mengenai Hari Kartini, lengkap dengan jadwalnya di tahun 2026 dan sejarah perjuangan sosok Kartini. Semoga bermanfaat, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(sto/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads