Perang antara Iran dan Amerika Serikat yang sedang terjadi berpengaruh membuat distribusi minyak bumi dan petrokimia melalui Selat Hormuz terhambat. Hal ini tidak hanya membuat harga minyak dan bahan bakar naik, tetapi juga berdampak pada kenaikan harga plastik.
Dikutip dari Reuters, kenaikan harga minyak mentah dan bahan baku sejak perang Iran-Amerika Serikat dimulai membuat harga plastik seperti polietilen (PE) dan polipropilen (PP) melonjak. Logistik global pun terganggu dengan sekitar 50% pasokal PE terhenti, terbatas, atau terpengaruh.
Lantas, mengapa hambatan pada distribusi minyak bumi mempengaruhi harga plastik? Apa hubungan keduanya? Simak penjelasannya di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Mana Plastik Berasal?
Pasokan dan harga minyak bisa mempengaruhi harga plastik karena salah satu bahan baku plastik adalah minyak bumi. Dikutip dari laman Center for International Environmental Law, lebih dari 99% plastik dibuat dari bahan kimia yang berasal dari bahan bakar fosil.
Menurut keterangan dari Live Science, plastik terbuat dari molekul bernama polimer. Polimer pembentuk plastik bisa bersumber dari bahan alami, seperti pati jagung, lemak nabati, hingga bakteri. Selain itu, plastik juga bisa dibuat dari minyak bumi dan gas alam.
Proses pembuatan plastik dari minyak bumi diawali dengan pengambilan hidrokarbon dalam bentuk minyak mentah yang berada di dalam bumi. Minyak mentah kemudian dipanaskan untuk memisahkan hidrokarbon menjadi beberapa kelompok berdasarkan jumlah atom dan berat molekulnya.
Hasil pemisahan ini akan menghasilkan beberapa kelompok bahan kimia yang berbeda, seperti minyak bumi (petroleum), bensin, hingga parafin. Minyak bumi atau gas alam kemudian disuling hingga menghasilkan naphta, sebuah zat kimia yang menjadi salah satu bahan utama plastik.
Dikutip dari laman Desu Tech, minyak bumi tidak hanya digunakan sebagai bahan baku plastik. Hasil penyulingan minyak mentah juga dibutuhkan sebagai energi untuk menggerakkan proses pengolahan plastik, seperti polimerisasi, ekstrusi, hingga produksi pelet resin. Berdasarkan artikel dari Jurnal Mekanika dan Sistem Terman oleh Surono dan Ismanto, sekitar 1,75 kg minyak bumi dibutuhkan untuk membuat 1 kg plastik, baik sebagai bahan baku maupun bahan bakar/energi dalam pengolahan plastik.
Bagaimana Harga Minyak Mempengaruhi Harga Plastik?
Dirangkum dari laman Desu Tech dan MIT Technology Review, pasokan dan harga plastik dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari kenaikan harga minyak mentah dan energi, konflik geopolitik, harga transportasi dan logistik, hingga kenaikan permintaan.
Konflik geopolitik, terutama di daerah yang menjadi produsen utama bahan baku minyak dan petrokimia, menjadi salah satu faktor yang berdampak signifikan terhadap pasokan minyak dan bahan petrokimia pembuat plastik. Situasi tersebut dapat menghambat rute pengiriman pasokan, ekspor-impor bahan baku, hingga kapasitas produksi.
Timur Tengah, misalnya, kini memproduksi 20% pasokan naphta global dan menjadi pemasok sekitar 40% pasar Asia. Perang yang terjadi di Iran akhirnya membuat harga naphta naik, bahkan mencapai 50% pada Maret 2026.
Kondisi ini membuat harga plastik secara global mengalami kenaikan. Harga polipropilen yang terbuat dari naphta dan digunakan dalam pembuatan tutup botol hingga wadah makanan terus mengalami kenaikan, terutama di Asia.
Pemasok botol air terbesar di India baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan menaikkan harga hingga 11% setelah harga kemasan naik hingga 70%. Kondisi ini juga akan terjadi pada produk lainnya, seperti produk sehari-hari hingga mainan plastik.
Cara Menyikapi Naiknya Harga Plastik
Dalam menghadapi masalah kenaikan harga plastik, langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah mengurangi penggunaannya sebaik mungkin, terutama plastik sekali pakai. detikers bisa memaksimalkan penggunaan wadah dan kantong secara berulang. Selain itu, kamu juga bisa beralih ke berbagai alternatif pengganti kantong/kemasan plastik, seperti daun pisang, besek, bongsang, daun jati, kertas, dan sebagainya.
Demikian penjelasan tentang alasan minyak bumi mempengaruhi harga plastik. Semoga menjawab rasa ingin tahumu, ya!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom

Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Daftar Wilayah di DIY yang Alami Krisis Air Bersih