Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X meminta pembangunan di Gunungkidul tidak hanya fokus di kawasan pantai selatan (Pansela) saja. Sultan meminta pembangunan merata, salah satunya terkait keberadaan Lumbung Mataraman.
Ngarsa Dalem mengatakan kondisi Gunungkidul sudah berbeda dari 10-15 tahun yang lalu. Sultan mencontohkan pembangunan infrastruktur seperti jalan di Gunungkidul saat ini sudah cukup memadai meski masih minimal.
"Tapi untuk mencapai Gunungkidul itu dari ujung barat, utara, timur dan selatan itu sudah ada kemudahan. Sekarang bagaimana pembangunan itu bisa lebih merata, tidak hanya pantai saja," kata Sultan HB X kepada wartawan di Taman Budaya (TBG), Wonosari, Gunungkidul, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sultan HB X menyebut pembangunan yang merata akan berdampak positif terhadap masyarakat. Adapun salah satu dampaknya adalah terkait perekonomian masyarakat.
"Tapi bisa juga merambah ke yang lain agar warga masyarakat itu dalam menikmati pertumbuhan itu juga ada pemerataan," ucapnya.
"Biarpun secara formal ya semua itu memberikan pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh Gunungkidul maupun juga pertumbuhan yang tinggi bagi prestasi Gunungkidul," lanjut Ngarsa Dalem.
Terlebih, Sultan menilai pembangunan di kawasan Pansela Gunungkidul terbilang masif karena banyak investor masuk. Berbeda halnya dengan daerah-daerah lain di Gunungkidul yang mungkin belum terlirik oleh investor.
"Makanya harapan saya untuk mempercepat itu, saya punya program untuk Lumbung Mataraman. Sekarang Koperasi Merah Putih dan sebagian itu," ujarnya.
Sultan menilai keberadaan Lumbung Mataraman bisa membantu kehidupan masyarakat, khususnya yang kurang mampu. Di mana masyarakat kurang mampu bisa menanam di Lumbung Mataraman.
"Harapan saya mereka yang kurang beruntung itu bisa menanam maupun mungkin kan kita sediakan awal itu satu hektare. Ya itu mungkin bisa tidak hanya pertanian, tapi bisa ayam petelur atau ayam potong karena kami sudah punya kerja sama sama dengan MBG (Makan Bergizi Gratis)," katanya.
Dengan adanya kerja sama tersebut, hasil pertanian dari masyarakat yang menanam di Lumbung Mataraman bisa terdistribusi dengan baik. Selain itu, nantinya kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat.
"Sehingga duit itu larinya ke desa, sehingga Lumbung Mataraman ini akan dipercepat karena memberikan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat yang kurang beruntung," ujarnya.
(ams/afn)












































Komentar Terbanyak
Trump Kecewa Sudah Kirim Senjata buat Demonstran Iran, Tapi...
Mojtaba Khamenei Disebut Kritis, Begini Kondisinya
3 Kepala Daerah di Jatim Kena OTT KPK, Ini Kata Gubernur Khofifah