Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Iran bisa dihancurkan "hanya dalam semalam". Ia juga menuntut Teheran supaya membuat kesepakatan paling lambat hari ini, atau menghadapi eskalasi serangan dari AS.
Diketahui, Trump sudah memberikan tenggat waktu kepada Iran hingga Selasa (7/4) malam untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata. Trump juga meminta Iran menghentikan program senjata nuklir sekaligus membuka kembali Selat Hormuz yang begitu vital bagi jalur minyak dunia.
Jika permintaan itu tidak direspons, presiden 79 tahun tersebut mengancam bakal melakukan serangan besar-besaran terhadap pembangkit listrik maupun infrastruktur penting Iran lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh negara itu dapat dihancurkan dalam semalam, dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump dalam konferensi pers Gedung Putih, dilansir kantor berita AFP via detikNews, Selasa (7/4/2026).
"Saya harap saya tidak perlu melakukannya," imbuh Trump.
Para kritikus sempat memeringatkan Trump bakal dituduh melakukan kejahatan perang bila menyerang pembangkit listrik sipil. Trump menyanggah, dan mengaku tidak khawatir.
"Saya tidak khawatir tentang itu. Tahukah Anda apa itu kejahatan perang? Memiliki senjata nuklir," kata Trump pada Senin (6/4) waktu setempat.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa volume serangan terbesar sejak hari pertama operasi melawan Iran akan terjadi pada hari Senin, dan memperingatkan bahwa hari Selasa akan ada lebih banyak lagi serangan.
(apu/afn)












































Komentar Terbanyak
Trump Kecewa Sudah Kirim Senjata buat Demonstran Iran, Tapi...
Kata SMA Muhammadiyah 3 Jogja soal Viral Ketua OSIS Lengser Usai Kritik MBG
Suasana Kirab Peringati HUT Ke-80 Sultan HB X Pagi Ini