Gerombolan Remaja Sabet Mobil Pakai Celurit di Sanden Bantul

Gerombolan Remaja Sabet Mobil Pakai Celurit di Sanden Bantul

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Minggu, 05 Apr 2026 12:00 WIB
ilustrasi tawuran
Ilustrasi klitih. Foto: Edi Wahyono
Bantul -

Dua remaja diamankan warga usai diduga membawa senjata tajam jenis celurit di kawasan Jalan Samas, Srigading, Sanden, Bantul. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (4/4) dini hari dan sempat memicu aksi kejar-kejaran dengan warga.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan peristiwa bermula saat seorang warga berpapasan dengan rombongan remaja yang membawa senjata tajam di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

"Sekitar pukul 01.30 WIB, saksi yang mengendarai mobil pikap dari arah Wonosari menuju rumahnya berpapasan dengan sekitar enam sepeda motor berboncengan. Mereka terlihat membawa senjata tajam jenis celurit," kata Rita kepada wartawan, Minggu (5/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengetahui hal tersebut, saksi kemudian melakukan pengejaran ke arah barat. Namun saat tiba di simpang empat Pandansari, saksi justru diserang oleh rombongan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Korban sempat dibacok menggunakan celurit hingga mengenai kaca depan mobil bagian kanan," ujarnya.

Rombongan remaja itu kemudian berpencar saat tiba di kawasan Goa Cemara. Tidak lama berselang, warga berhasil mengamankan dua remaja di Jalan Samas, tepatnya di pertigaan Pasar Celep, Srigading, Sanden.

"Sekitar pukul 01.45 WIB, dua remaja yang diduga bagian dari rombongan tersebut diamankan warga. Dari lokasi juga ditemukan satu buah senjata tajam jenis celurit," jelas Rita.

Kedua remaja yang diamankan masing-masing berinisial NTA (15), warga Bambanglipuro, dan RRG (18), warga Gunungkidul yang tinggal di wilayah Pundong, Bantul. Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario tanpa pelat nomor dan tanpa kelengkapan surat.

"Setelah diamankan, keduanya sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, kemudian diserahkan ke Polsek Sanden untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Rita mengimbau kepada orang tua dan pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya pada malam hari.

"Kami mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Batasi jam keluar malam agar tidak menjadi korban maupun pelaku tindak kejahatan," pungkasnya.




(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads