Apa Itu Perjamuan Terakhir? Ini Makna dan Kaitannya dengan Kamis Putih

Apa Itu Perjamuan Terakhir? Ini Makna dan Kaitannya dengan Kamis Putih

Ikfina Kamalia Rizki - detikJogja
Kamis, 02 Apr 2026 10:14 WIB
Perjamuan Terakhir Sebelum Paskah
Perjamuan Terakhir. (Foto: freepik/Freepik)
Jogja -

Dalam rangkaian perayaan Paskah, umat Kristiani memperingati berbagai peristiwa penting yang sarat makna spiritual. Salah satunya adalah Perjamuan Terakhir. Selain memiliki nilai historis, peristiwa ini juga kerap diperingati menjelang Hari Paskah.

Perjamuan Terakhir sejatinya adalah makan malam terakhir yang dilakukan oleh Yesus Kristus bersama para muridNya sebelum penyaliban. Kisah ini tercatat dalam Alkitab dan melambangkan pengorbanan, kasih, serta pelayanan.

Dalam tradisinya, Perjamuan Terakhir diperingati pada Kamis Putih, yakni hari Kamis sebelum Paskah. Kamis Putih sendiri termasuk dalam rangkaian Pekan Suci. Lantas, apa sebenarnya Perjamuan Terakhir dan mengapa berkaitan dengan Kamis Putih? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Perjamuan Terakhir?

Perjamuan Terakhir merupakan peristiwa penting yang menjadi dasar dari Perjamuan Kudus di gereja. Mengutip jurnal Perjamuan Terakhir dan Ekaristi Gereja oleh Bernard A. Rahawarin, Perjamuan Terakhir merujuk pada makan malam terakhir antara Yesus dan murid-muridnya sebelum penyaliban. Hal ini kemudian menjadi landasan sakramen yang menggunakan roti dan anggur.

Roti dan anggur menjadi hidangan dalam perjamuan tersebut dan diyakini melambangkan pengorbanan Yesus di kayu salib. Simbol ini kemudian dimaknai sebagai representasi dari tubuh dan darah Kristus dan menjadi pengingat bagi umat akan adanya keselamatan.

Dalam ritus Perjamuan Terakhir, terdapat tiga bagian utama yang saling berkaitan. Yakni ritus pembuka, ritus roti atau perjamuan makan malam, dan penutup. Pada tiap-tiap ritus terdapat doa serta ucapan syukurnya masing-masing.

Terkait waktu berlangsungnya Perjamuan Terakhir, terdapat pandangan yang berbeda-beda. Sebagian pandangan menyebut bahwa perjamuan tersebut bertepatan dengan perayaan Paskah. Sementara itu, pandangan lain menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sebelum Paskah. Kendati demikian, Perjamuan Terakhir tetap memiliki keterkaitan yang erat dengan tradisi Paskah.

Kaitan Perjamuan Terakhir dengan Kamis Putih

Perjamuan Terakhir kerap dikaitkan dengan Kamis Putih. Disadur dari penelitian berjudul Kajian Teologis Makna Pembasuhan Kaki dalam Ibadah Kamis Putih dan Sumbangsihnya Bagi Peningkatan Pelayanan di Gereja oleh Adriana Sonda B, dkk, Kamis Putih merupakan perayaan terakhir sebelum Paskah sekaligus penutup masa prapaskah. Perayaan ini memiliki kaitan erat dengan Perjamuan Terakhir karena menjadi waktu yang secara khusus memperingati peristiwa tersebut.

Kamis Putih ditandai dengan ibadah yang menekankan Perjamuan Terakhir dengan melaksanakan Perjamuan Kudus. Selain itu, dalam liturgi Kamis Putih, terdapat pula simbol pembasuhan kaki yang menggambarkan keteladanan Yesus Kristus dalam melayani muridnya dan kerendahan hatinya. Hal ini juga menekankan nilai kasih serta pengampunan yang menjadi inti ajaran.

Istilah "Putih" dalam Kamis Putih juga melambangkan kesucian serta penghapusan dosa. Waktu tersebut dapat menjadi kesempatan bagi umat Kristiani untuk merefleksikan diri dan mengingat kembali ajaran Yesus. Kamis Putih juga menandai dimulainya masa Tri Hari Suci yang terdiri atas Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Sunyi.

Demikian penjelasan tentang Perjamuan Terakhir yang berkaitan dengan rangkaian Pekan Suci. Meski telah terjadi ribuan tahun lalu, makna dan ajarannya tentang kasih, kerendahan hati, serta pengorbanan tetap diyakini hingga sekarang. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(sto/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads