Mengenal Kamis Putih: Makna, Waktu Perayaan, dan Rangkaian Misanya

Mengenal Kamis Putih: Makna, Waktu Perayaan, dan Rangkaian Misanya

Arum Sekar Pertiwi - detikJogja
Rabu, 01 Apr 2026 14:47 WIB
Ilustrasi Kamis Putih
Ilustrasi Kamis Putih (Foto: Freepik/Freepik)
Jogja -

Dalam gereja Katolik, terdapat Trihari Suci (triduum) sebelum perayaan Paskah, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Sunyi. Ketiga hari suci ini memiliki makna dan rangkaian ibadah yang berlainan.

Dikutip dari laman Komkat KWI, Kamis Putih sebagai hari pertama Trihari Suci bertujuan merayakan kembali perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama 12 Rasul. Sesuai namanya, warna Liturgi saat Kamis Putih adalah putih yang melambangkan kemuliaan dan kesucian. Imam akan mengenakan kasula berwarna putih dan bunga penghias altar juga berwarna putih.

Agar lebih memahami perayaan Kamis Putih, simak penjelasan tentang makna, waktu perayaan, dan rangkaian Misa Kamis Putih di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makna Kamis Putih

Dirangkum dari laman Komkat KWI dan Lembaga Alkitab Indonesia, Kamis Putih menjadi perayaan Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama 12 murid-Nya. Pada malam tersebut, Yesus menyerahkan tubuh dan darah-Nya kepada Bapa di Surga dalam bentuk roti dan anggur yang diberikan kepada para rasul. Kamis Putih sebagai perayaan peristiwa tersebut pun menjadi bentuk pengingat akan pengorbanan Kristus sekaligus pengharapan akan pemenuhan Kerajaan Allah.

Saat Kamis Putih, terdapat tradisi pembasuhan kaki seperti yang dilakukan Yesus kepada murid-murid-Nya saat Perjamuan Terakhir. Pembasuhan kaki sendiri merupakan tradisi bangsa Yahudi yang dilakukan oleh para pelayan kepada tuannya sebelum makan. Tujuannya adalah untuk membersihkan tuannya dari kotoran dan debu.

ADVERTISEMENT

Tindakan Yesus yang membasuh kaki murid-Nya menunjukkan kerendahan hati Yesus sekaligus menegaskan bahwa kasih Kristiani bukanlah sekadar emosi, melainkan juga berupa tindakan konkrit. Pembasuhan kaki sebagai tradisi Liturgis Kamis Putih menekankan pentingnya komunitas yang setara dan pelayanan timbal balik. Umat Kristiani dipanggil untuk menjadi tubuh Kristus yang melayani, bukan mengejar kekuasaan.

Waktu Perayaan Kamis Putih

Dikutip dari laman Keuskupan Agung Semarang, Pekan Suci tahun ini berlangsung tanggal 29 Maret-5 April 2026. Perayaan Kamis Putih sendiri dilaksanakan pada 2 April 2026.

Adapun waktu pelaksanaan perayaan Kamis Putih di wilayah Kevikepan Yogyakarta Timur berbeda-beda di tiap gereja. Namun, perayaan Kamis Putih rata-rata dimulai pukul 17.00 WIB.

Berikut adalah jadwal perayaan Kamis Putih di beberapa gereja di Jogja.

  • Gereja St. Antonius Padua Kotabaru: dimulai pukul 16.30 WIB.
  • Gereja Santo Yusup Bintaran Yogyakarta: dimulai pukul 17.00 WIB.
  • Paroki St. Albertus Agung Jetis: dimulai pukul 17.00 WIB.
  • Gereja Pugeran Yogyakarta: pukul 17.00 WIB (bahasa Jawa) dan 20.00 WIB (bahasa Indonesia)
  • Gereja Brayat Minulya Yogyakarta: dimulai pukul 19.00 WIB.
  • Gereja Kristus Raja Baciro: dimulai pukul 17.00 WIB
  • Paroki Maria Marganingsih Kalasan: pukul 17.00 WIB dan 20.00 WIB (Kalasan), 18.00 WIB (Temanggal dan Berbah), dan 19.00 WIB (Maguwo).
  • Paroki Santa Maria Assumpta Babarsari: dimulai pukul 17.00 WIB.
  • Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung: pukul 16.00 WIB dan 20.00 WIB.
  • Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari: pukul 17.30 WIB (Wonosari), 18.00 WIB (Jati, Baris, Tepus, dan Singkil), dan 19.00 WIB (Ngeposari, Semanu, dan Pulutan).

Rangkaian Misa Kamis Putih

Rangkaian Misa Kamis Putih agak berbeda dari misa pada umumnya, yakni terdiri atas Ritus Pembuka, Liturgi Sabda dan upacara pembasuhan kaki, Liturgi Ekaristi, serta pemindahan Sakramen Mahakudus dan Tuguran. Berikut adalah detail prosesi pada tiap bagian Misa Kamis Putih.

1. Ritus Pembuka

Prosesi ini diawali dengan lagu pembuka dan diakhiri dengan penyampaian doa pembukaan oleh Imam. Salah satu kekhasan pada Misa Kamis Putih adalah dibunyikannya lonceng gereja selama umat menyanyikan Gloria. Momen ini sekaligus menjadi momen terakhir lonceng dibunyikan sebelum nantinya akan dibunyikan kembali pada perayaan Malam Paskah.

2. Liturgi Sabda dan Upacara Pembasuhan Kaki

Selama Liturgi Sabda, jemaat gereja akan mendengarkan dan merenungkan firman Tuhan. Bacaan-bacaan tersebut akan dijabarkan lebih lanjut oleh Imam saat homili.

Selain mendengarkan firman Tuhan, terdapat pula prosesi pembasuhan kaki untuk mengenang kembali kegiatan yang dilakukan Yesus saat Perjamuan Terakhir. Pembasuhan kaki harus dilakukan oleh Imam dan dianjurkan tidak diwakilkan pada Diakon atau orang tertentu. Hal ini disebabkan Imam dianggap sebagai "Kristus yang lain" saat Misa.

3. Liturgi Ekaristi

Tahapan ini dimulai dengan lagu persembahan, seperti lagu Ubi Caritas est atau lagu lain yang sesuai. Adapun prefasi yang digunakan adalah prefasi konsekrasi khusus yang biasanya berupa Doa Syukur Agung I. Pada prosesi ini, hosti akan dikonsekrasikan dan sebisa mungkin harus cukup untuk ibadat Jumat Agung.

Setelah komuni, altar dibersihkan dari segala hiasan dan bunga-bunga kainnya dilipat dan dibereskan, serta tempat air sucinya dikosongkan untuk diisi kembali pada Malam Paskah. Selain itu, salib besar di belakang altar juga akan ditutup kain ungu.

4. Pemindahan Sakramen Mahakudus dan Tuguran

Pada tahapan ini, dilakukan pemindahan Sakramen Mahakudus. Sakramen ini ditempatkan di sibori, lalu diarak ke tempat yang telah disiapkan. Prosesi ini diiringi dengan lagu Pange Lingua. Pada prosesi ini, umat akan melakukan Tuguran (berjaga-jaga) di depan Sakramen sambil memanjatkan doa. Tuguran menjadi waktu berjaga-jaga bersama Yesus yang saat itu sedang berdoa di Taman Getsemani.

Demikian penjelasan tentang makna, waktu pelaksanaan, dan rangkaian Misa Kamis Putih. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads