Suasana Kirab Peringati HUT Ke-80 Sultan HB X Pagi Ini

Suasana Kirab Peringati HUT Ke-80 Sultan HB X Pagi Ini

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 02 Apr 2026 08:57 WIB
Suasana kirab memperingati hari ulang tahun ke 80 Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Suasana kirab memperingati hari ulang tahun ke 80 Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Kirab memperingati hari ulang tahun ke-80 Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X berlangsung khitmad. Ribuan Lurah, Pamong, dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) se DIY peserta kirab membawa hadiah berupa hasil bumi masing-masing wilayah.

Pantauan detikJogja, Sultan tiba di kagungan dalem Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekitar pukul 07.45 WIB, didampingi permaisuri GKR Hemas. Dalam rombongan juga turut serta kelima putri Sultan bersama para menantu.

Sultan tampak mengenakan batik bernuansa hijau senada dengan kebaya yang dipakai GKR Hemas juga para putrinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para Wali Kota-Bupati tampak hadir didampingi wakil masing-masing. Mereka kompak mengenakan setelan beskap serba putih.

Acara dimulai dengan laporan kegiatan oleh Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Nayantaka DIY, Gandang Hardjanata. Usai laporan, kirab langsung dipersilahkan masuk.

ADVERTISEMENT

Suasana kirab memperingati hari ulang tahun ke 80 Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X.Suasana kirab memperingati hari ulang tahun ke 80 Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Dimulai dari rombongan lurah dari Kota Jogja. Kirab diawali dengan gunungan Jajan pasar. Adapun Gelondong Pangarem-arem atau buah tangah yang dibawa masing-masing Kalurahan di Kota Jogja mayoritas adalah produk UMKM.

Hingga berita ini ditulis, kirab masih berlangsung untuk rombongan lurah-pamong dari Kota Jogja.

Sebelumnya, Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Nayantaka DIY, Gandang Hardjanata menjelaskan kirab akan digelar dari titik Nol Kilometer kota Jogja ke Pagelaran Keraton Jogja.

"Tiap kelurahan perkirakan ada 20-30 orang, kita hitung kasar itu total ada 10-12 ribu," jelas Gandang dalam jumpa pers di kantor Nayantaka, Senin (30/3) sore.

"Kita terbuka untuk masyarakat umum, yang mau ikut monggo. Tapi karena kita melihat kesiapan kantong parkir jadi memang kita batasi. Agar tidak terlalu lama menggunakan fasilitas umum sehingga mengganggu kenyamanan," imbuhnya.

Dalam kirab nanti, lanjut Gandang, Lurah dan Pamong desa akan mengenakan pakaian adat Jawa. Sementara masyarakat yang turut ikut akan mengenakan batik.

Selain itu, dalam kirab nanti masing-masing kalurahan akan membawa buah tangan yang disebut Gelondong Pangarem-arem. Buah tangan ini berupa hasil bumi yang dihasilkan tiap kalurahan.

"Berdasarkan potensi di daerah masing-masing, kalau Kulon Progo punya duren ya bawa duren, yang dekat pesisir bawa kelapa ya monggo, yang penting tidak memberatkan," paparnya.

"Mungkin dari temen-temen Gunungkidul bawa tela, ya nggak apa-apa, apa yang dipunya, nggak harus semua sama," sambungnya.

Gandang menyatakan pihaknya tidak mewajibkan Gelondong Pangarem-arem khusus untuk dibawa. Semua bergantung pada potensi daerah masing-masing.

"Ucapan terima kasih karena selama ini Kalurahan sudah bisa menggunakan tanah miliknya Keraton, yang juga merupakan PAD tiap Kalurahan. Nah dari situ kami ingin menghaturkan sebagian kecil hasil dari tanah-tanah itu," ujarnya.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads