Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) merupakan salah satu momentum nasional yang diperingati setiap tahunnya di Indonesia. Peringatan ini menjadi pengingat akan bangkitnya semangat persatuan, nasionalisme, dan perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan serta kemajuan Tanah Air.
Karena makna penting yang dikandungnya, Harkitnas senantiasa diperingati dengan berbagai kegiatan di instansi pemerintah, sekolah, maupun lembaga masyarakat. Salah satu agenda yang rutin dilaksanakan adalah upacara bendera sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai perjuangan dan semangat kebangkitan nasional.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital RI telah menerbitkan pedoman resmi pelaksanaan Harkitnas 2026 yang menjadi acuan bagi instansi pemerintah, sekolah, hingga lembaga masyarakat. Pedoman tersebut memuat berbagai informasi penting, mulai dari tema Hari Kebangkitan Nasional 2026, logo resmi yang digunakan selama peringatan, hingga susunan upacara bendera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana pelaksanaan upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026? Berikut tema, logo, hingga susunan acara yang digunakan dalam peringatan Harkitnas 2026 berdasarkan pedoman resmi rilisan Komdigi.
Sejarah Hari Kebangkitan Nasional
Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei menjadi momentum penting yang merujuk pada lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Peristiwa tersebut tercatat dalam sejarah sebagai awal munculnya kesadaran nasional bangsa Indonesia, ketika kaum terpelajar pribumi mulai menghimpun kekuatan melalui pemikiran dan organisasi.
Pasalnya, batas-batas kedaerahan pada saat itu justru kerap melemahkan perjuangan. Semangat tahun 1908 menandai perubahan arah perjuangan bangsa, dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomasi demi mewujudkan kedaulatan bangsa yang bermartabat.
Makna Hari Kebangkitan Nasional
Secara filosofis, Harkitnas tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah semata, tetapi juga sebagai proses dinamis yang terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas bangsa. Kebangkitan dimaknai sebagai keberanian untuk keluar dari keterbelakangan dan ketidaktahuan.
Dalam konteks masa kini, filosofi Harkitnas menekankan pentingnya kemandirian strategis serta persatuan bersama. Sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa, kemajuan negara tidak bergantung pada pihak lain, melainkan pada tekad rakyat untuk bersatu dalam satu tujuan besar.
Tema Hari Kebangkitan Nasional 2026
Pada peringatan Harkitnas yang ke-118 tahun 2026 ini, pemerintah mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Tema tersebut dipilih dengan harapan peringatan Harkitnas 2026 dapat menumbuhkan semangat serta kekuatan untuk bangkit bersama dalam menyongsong masa depan Indonesia yang lebih kuat.
Link Download Logo Hari Kebangkitan Nasional 2026
Logo Harkitnas 2026 dirancang sebagai simbol semangat kebangkitan bangsa yang tidak hanya menjadikan masa lalu sebagai sumber inspirasi, tetapi juga menggambarkan tekad untuk menatap masa depan Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.
Logo tersebut merepresentasikan semangat kolektif seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama menghadapi berbagai tantangan zaman, terutama dalam mewujudkan kedaulatan di bidang teknologi informasi digital sebagai salah satu fondasi penting ketahanan nasional.
Selain itu, logo 118 Tahun Kebangkitan Nasional juga mencerminkan nilai gotong royong dan optimisme masyarakat dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan sejahtera.
Adapun logo resmi Harkitnas 2026 dapat diunduh melalui tautan berikut:
Susunan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026
Upacara Harkitnas 2026 dilaksanakan secara serentak pada Rabu, 20 Mei 2026. Berikut tata upacara bendera Harkitnas 2026 yang telah ditetapkan dalam pedoman resmi Komdigi:
- Pengibaran Bendera Merah Putih
- Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
- Mengheningkan cipta
- Pembacaan naskah Pancasila
- Pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945
- Pembacaan pidato Menteri Komunikasi dan Digital dalam rangka peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional oleh inspektur upacara
- Menyanyikan lagu perjuangan, yakni "Bagimu Negeri" dan "Satu Nusa Satu Bangsa"
- Pembacaan doa sesuai pedoman resmi Harkitnas 2026.
Teks Doa Hari Kebangkitan Nasional 2026
Selain susunan upacara, pedoman Harkitnas 2026 juga melampirkan teks doa yang menjadi bagian dari upacara peringatan Harkitnas 2026. Berikut teks doanya:
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil 'alamin. Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad.
Ya Allah, Ya Tuhan kami, segala puji hanya bagi-Mu yang telah melimpahkan nikmat dan karunia yang tak pernah terputus. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.
Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, berkat izin-Mu kami dapat melaksanakan upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 dengan penuh semangat dan khidmat.
Ya Allah, bimbinglah kami menjadi pribadi yang selalu bersyukur, menghargai jasa para pahlawan, serta bersemangat untuk terus berkontribusi demi kejayaan bangsa dan negara ini. Satukanlah kami di bawah Bendera Merah Putih, serta berikan kami kekuatan untuk senantiasa saling mendukung dalam memajukan bangsa agar Indonesia menjadi negara yang lebih adil, makmur, dan sejahtera.
Ya Allah Yang Maha Mengetahui, tuntunlah kami di jalan kebenaran dan jauhkan kami dari segala keburukan. Lindungilah kami agar tidak mudah terhasut dan tidak mudah diadu domba sehingga bangsa Indonesia tidak terpecah belah.
Ya Rabb, Engkau telah menganugerahkan kemerdekaan kepada bangsa ini melalui pengorbanan para pahlawan. Kami memohon, ampunilah dosa-dosa para pahlawan kami, limpahkan kasih sayang-Mu, dan tempatkan para pejuang Tanah Air yang telah mendahului kami di sisi-Mu.
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina 'adzabannar.
Rabbana taqabbal minna innaka antas sami'ul 'alim wa tub 'alaina innaka antat tawwabur rahim.
Walhamdulillahirabbil 'alamin.
Jadi, itulah informasi seputar peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026, mulai dari tema, logo, hingga susunan upacaranya. Semoga membantu, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(num/ahr)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Purbaya soal Prabowo Sebut 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar': Untuk Hibur Rakyat
Siasat Keji Istri Ketahuan Selingkuh Lalu Gorok Suami di Parangtritis