- Tips Menyimpan Sayuran di Kulkas agar Tahan Lama dan Tidak Mudah Layu 1. Cuci Sayur Sebelum Disimpan 2. Perhatikan Suhu dan Kelembaban Kulkas 3. Gunakan Tisu untuk Mencegah Kondensasi 4. Kelompokkan dan Pisahkan dalam Kemasan Berbeda 5. Letakkan Sayur dalam Kemasan yang Tidak Terlalu Besar 6. Tempatkan Sayur di Ruang Utama Kulkas 7. Jangan Asal Menyimpan Sayur dalam Kondisi Beku 8. Perhatikan Masa Simpan Sayur 9. Tidak Semua Sayur Bagus Disimpan di Kulkas
Sayuran merupakan salah satu bahan pangan yang sering disimpan di kulkas. Namun, teknik penyimpanan yang kurang tepat dapat membuat kualitas sayuran mudah berubah bahkan layu.
Dikutip dari lembar fakta yang disusun oleh Netherlands Nutrition Center, penyimpanan bahan pangan yang kurang tepat tidak hanya memengaruhi tampilan dan rasa, tetapi juga mengurangi kadar vitamin. Oleh karena itu, sayuran perlu disimpan dengan teknik tertentu untuk menjaga kualitasnya.
Agar tahan lama dan tidak layu, simak 9 tips menyimpan sayuran di kulkas di bawah ini, yuk!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips Menyimpan Sayuran di Kulkas agar Tahan Lama dan Tidak Mudah Layu
Dirangkum dari buku Prinsip Dasar Penyimpanan Pangan pada Suhu Rendah yang ditulis oleh Asiah dkk, lembar fakta yang disusun oleh Netherlands Nutrition Center, laman resmi Pemerintah Kanada, dan laman resmi Postharvest Research and Extension Center UC Davis, begini tips menyimpan sayuran di kulkas
1. Cuci Sayur Sebelum Disimpan
Sebelum disimpan dalam kulkas, sayur sebaiknya dicuci bersih dengan air dingin. Pencucian ini sebaiknya dilakukan dengan air yang mengalir.
2. Perhatikan Suhu dan Kelembaban Kulkas
Setiap jenis sayur memiliki suhu penyimpanan optimum yang berbeda-beda. Namun, secara umum suhu penyimpanan optimum untuk sayur sekitar 4-7Β°C.
Selain suhu, kelembaban kulkas juga perlu diperhatikan untuk memperpanjang masa simpan sayur. Kelembaban kulkas sebaiknya dipertahankan pada humiditas 90-100% karena sayur umumnya memiliki kadar air yang tinggi.
3. Gunakan Tisu untuk Mencegah Kondensasi
Penyimpanan sayuran dalam kulkas seringkali menimbulkan kondensasi, sehingga muncul embun atau tetes air pada kemasan. Tisu yang ditempatkan di dalam kemasan sayuran dapat mencegah timbulnya tetes air pada kemasan.
4. Kelompokkan dan Pisahkan dalam Kemasan Berbeda
Pengelompokan sayur sesuai jenisnya dan pemisahan dari bahan pangan lainnya dilakukan untuk mencegah sayur tercecer dan tumpah, menghindari kontaminasi silang dengan pangan lainnya, serta mencegah penguapan akibat pendinginan. Mengingat, buah dan sayur memiliki tingkat produksi etilen dan sensitivitas terhadap gas yang berbeda-beda sehingga tidak bisa asal dicampur dalam wadah yang sama.
Pengelompokan buah dan sayur berdasarkan tingkat etilen dan sensitivitas terhadap etilen adalah sebagai berikut.
- Kelompok warna jingga: apel, kiwi, pir, aprikot, mangga, pisang. Pematangan buah dan sayur pada kelompok ini akan lebih cepat terjadi jika disimpan bersama kelompok kuning.
- Kelompok warna kuning: alpukat, melon, markisa, nektarin, pepaya, tomat, plum, persik.
- Kelompok warna merah muda: berbagai jenis kubis, wortel, timun, selada kentang, asparagus, seledri, jeruk, terong. Jangan simpan buah dan sayur dalam kelompok ini dengan kelompok jingga dan kuning.
- Kelompok warna hijau: artichoke, buah beri, anggur, nanas, paprika. Kelompok ini boleh disimpan dalam rak yang sama dengan buah dan sayur dari kelompok manapun.
Meskipun berada di kelompok yang sama, sebaiknya tiap sayur tetap dipisahkan dalam kemasan yang berbeda. Setelah dimasukkan dalam kemasan masing-masing, sayuran baru bisa masukkan dalam laci/wadah sesuai kelompoknya.
5. Letakkan Sayur dalam Kemasan yang Tidak Terlalu Besar
Pilih kemasan yang tidak terlalu besar untuk menghindari buka-tutup kemasan berulang kali. Membuka dan menutup kemasan akan menimbulkan kontak dengan udara luar, sehingga dapat mempercepat penurunan mutu sayur.
6. Tempatkan Sayur di Ruang Utama Kulkas
Kulkas pada umumnya terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian freezer, ruang utama kulkas, dan pintu kulkas. Sayur sebaiknya ditempatkan pada ruang utama kulkas, tepatnya pada bagian paling bawah untuk sayur segar. Untuk sayur yang sudah diolah, misalnya dalam bentuk acar atau asinan, dapat disimpan pada ruang utama kulkas bagian paling atas.
7. Jangan Asal Menyimpan Sayur dalam Kondisi Beku
Tidak semua bahan pangan bisa disimpan dalam kondisi beku karena dapat memengaruhi tampilan dan kualitasnya. Kentang segar, misalnya, akan menjadi lebih gelap dan mengalami perubahan tekstur jika langsung disimpan dalam kondisi beku.
Selain kentang segar, salad sayur juga sebaiknya tidak disimpan dalam kondisi beku karena akan menghilangkan kerenyahannya dan mengalami perubahan rasa. Sayur dengan kadar air tinggi seperti selada dan timun juga tidak akan membeku dengan baik.
8. Perhatikan Masa Simpan Sayur
Tiap sayuran memiliki masa simpan pada kulkas dan freezer yang berbeda-beda. Masa simpan sayur pada kulkas dengan suhu 0,5-4,4Β°C adalah sebagai berikut.
- Masa simpan 1-2 hari: jagung dan buncis.
- Masa simpan 2-3 hari: asparagus.
- Masa simpan 3-5 hari: brokoli, kubis brussel, kacang polong, kacang lima, labu.
- Masa simpan 1 minggu: tomat, selada, seledri, timun, terong, kubis, kembang kol.
- Masa simpan 2 minggu: wortel, bit, lobak.
9. Tidak Semua Sayur Bagus Disimpan di Kulkas
Beberapa jenis sayur sebaiknya disimpan dalam suhu ruang, kendati sebenarnya bisa-bisa saja disimpan dalam kulkas. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan serta untuk mendapatkan tekstur dan rasa terbaik. Misalnya, tomat yang belum terlalu matang akan sulit berubah menjadi merah apabila disimpan di kulkas.
Beberapa sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas antara lain basil (direndam dalam air), timun, terong, bawang-bawangan, bengkoang, paprika, kentang, dan tomat. Kentang dan bawang-bawangan sebaiknya disimpan di area dengan suhu ruang dan ventilasi yang baik. Timun, terong, dan paprika dapat disimpan selama beberapa hari di kulkas, tetapi sebaiknya segera dikonsumsi setelah dikeluarkan dari kulkas.
Nah, itu dia 9 tips menyimpan sayuran di kulkas agar tahan lama dan tidak mudah layu. Semoga membantu, ya!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom

Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Daftar Wilayah di DIY yang Alami Krisis Air Bersih