Dari Minggu Palma hingga Paskah, Begini Urutan Pekan Suci Paskah

Dari Minggu Palma hingga Paskah, Begini Urutan Pekan Suci Paskah

Ikfina Kamalia Rizki - detikJogja
Sabtu, 28 Mar 2026 14:01 WIB
Dari Minggu Palma hingga Paskah, Begini Urutan Pekan Suci Paskah
Ilustrasi Minggu Palma. (Foto: freepik/Freepik)
Jogja -

Perayaan Paskah merupakan salah satu momen penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Selain diilhami sebagai hari kebangkitan Yesus Kristus, Paskah juga menjadi puncak dari rangkaian ibadah serta perayaan yang dikenal sebagai Pekan Suci. Dalam periode ini, umat diajak untuk merenungkan perjalanan sengsara, kematian, serta kebangkitan Yesus.

Pekan Suci dimulai dari Minggu Palma dan diakhiri dengan Hari Paskah. Selama satu minggu, tiap waktu atau hari tertentu diperingati dengan beragam tradisi dan ibadah. Banyak umat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam dan memperkuat iman.

Untuk memahami lebih lanjut, penting untuk mengetahui urutan Pekan Suci secara lengkap. Berikut ini adalah rangkaian Pekan Suci beserta penjelasannya, mulai dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Minggu Palma

Minggu Palma merupakan awal rangkaian pekan suci. Berdasarkan penelitian berjudul Kajian Teologis Mengenai Makna Minggu Palmarum dan Implementasinya bagi Jemaat Lea Klasis Sangalla' Barat oleh Kristian Laba, saat merayakan Minggu Palma, orang-orang kerap membawa daun palma atau palem untuk diberkati, yang kemudian digunakan dalam perayaan Ekaristi.

ADVERTISEMENT

Tradisi membawa daun palma sekaligus memperingati peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem. Menurut kisah Alkitab, kedatangan Yesus disambut oleh masyarakat yang melambaikan daun palem sebagai simbol penghormatan dan kemenangan. Tradisi ini kemudian terus dihidupkan kembali dalam perayaan di gereja.

Kamis Putih

Rangkaian Pekan Suci dilanjutkan dengan Kamis Putih. Disadur dari jurnal Pastoral Umat Pada Pelaksanaan Perayaan Pekan Suci di Paroki Santa Maria Tombanglambe oleh Alexander, dkk, Kamis Putih merupakan peringatan Perjamuan Terakhir Yesus bersama para muridnya. Dalam peristiwa tersebut, Yesus membasuh kaki para murid sebagai simbol kerendahan hati serta pelayanan terhadap umat.

Selain itu, Kamis Putih juga menjadi dasar dari perayaan ekaristi dalam tradisi gereja. Perayaan ini mengajarkan tentang kasih, pengorbanan, serta pentingnya melayani sesama dengan penuh ketulusan.

Jumat Agung

Setelah Kamis Putih, Jumat Agung yang jatuh pada keesokan harinya menjadi hari untuk mengenang penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di atas kayu salib. Peristiwa ini diperingati dengan suasana yang khidmat dan penuh keheningan.

Pada Jumat Agung, umat Kristiani biasanya menjalani ibadah seperti doa bersama sebagai penghormatan atas pengorbanan Yesus. Jumat Agung juga menjadi simbol penderitaan sekaligus kasih yang besar untuk umat manusia.

Sabtu Sunyi

Sabtu Sunyi atau Sabbatum Sanctum merupakan waktu penting dalam rangkaian Pekan Suci. Mengutip Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Warga Jemaat Tentang Makna "Epifani" oleh Septiani Ma'tang Daranga', Sabtu Sunyi terletak di antara Jumat Agung dan Minggu Paskah. Seperti namanya, momen ini kerap menjadi kesempatan bagi umat Kristiani untuk merenung. Pasalnya, Sabtu Sunyi adalah waktu untuk memperingati peristiwa diletakkannya jenazah Yesus di dalam kubur.

Suasana sunyi sengaja diciptakan untuk mengenang masa di antara kematian dan kebangkitan Yesus. Keheningan tersebut menjadi bentuk penghormatan sebelum menyambut sukacita Paskah.

Minggu Paskah

Puncak dari Pekan Suci adalah Hari Paskah, yakni hari peringatan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Peristiwa ini melambangkan kemenangan atas dosa dan maut.

Perayaan Paskah diwarnai dengan suasana sukacita, nyanyian pujian, dan ibadah yang dipenuhi kemeriahan. Dalam momen ini, umat merayakan datangnya harapan serta kemenangan yang membawa kedamaian bagi dunia. Biasanya, umat Kristiani melaksanakan misa pada malam Paskah.

Mengapa Tanggal Paskah Selalu Berbeda Tiap Tahun?

Berbeda dengan Hari Natal yang selalu diperingati tiap tanggal 25 Desember, perayaan Paskah selalu jatuh di tanggal yang berbeda setiap tahunnya. Mengapa demikian?

Admiral Musa Julius, dkk, dalam Penentuan Hari Libur Nasional Umat Kristen di Indonesia Menggunakan Algoritma Astronom Meeus menjelaskan bahwa perayaan Paskah ditentukan pada hari Minggu pertama setelah munculnya bulan purnama pertama, sesudah matahari melewati titik ekuinoks vernal. Apabila fase bulan purnama tersebut bertepatan dengan hari Minggu, maka peringatan Paskah akan digeser ke minggu berikutnya.

Itulah sebabnya jatuhnya hari Paskah selalu berbeda-beda, yakni dalam rentang 21 Maret hingga 25 April. Untuk tahun 2026, Hari Paskah jatuh pada 5 April 2026.

Demikian penjelasan mengenai rangkaian Pekan Suci umat Kristiani, mulai dari Minggu Palma hingga Hari Paskah. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(sto/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads