Kapanewon Depok di Kabupaten Sleman memiliki keunikan dibanding wilayah lain. Jika umumnya satu kapanewon hanya memiliki satu kepolisian sektor (polsek), Depok sampai memiliki tiga polsek sekaligus.
Tiga polsek yang berada di Kapanewon Depok yakni Polsek Depok Barat, Polsek Depok Timur, dan Polsek Bulaksumur.
Panewu Depok, Djoko Muljanto, mengatakan keberadaan tiga polsek tersebut tidak lepas dari karakter wilayah Depok yang memiliki masyarakat dengan aktivitas terbilang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wilayah Depok ini memang sangat dinamis. Banyak aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga permukiman pendatang, sehingga dukungan aparat keamanan juga lebih banyak," kata Djoko saat dihubungi detikJogja, Jumat (6/3/2026).
Djoko menjelaskan, Depok menjadi salah satu kawasan yang berkembang pesat di Sleman. Wilayah ini terdiri dari tiga Kalurahan yakni Caturtunggal, Maguwoharjo, dan Condongcatur, dengan puluhan Padukuhan serta jumlah penduduk yang cukup besar.
Secara administratif, Kapanewon Depok memiliki 58 padukuhan, 215 RW, dan 648 RT dengan jumlah penduduk lebih dari 125 ribu jiwa.
Menurut Djoko, kondisi tersebut membuat koordinasi dengan aparat keamanan menjadi hal penting untuk menjaga situasi wilayah tetap kondusif.
"Karena aktivitas masyarakat tinggi, koordinasi dengan kepolisian dan unsur keamanan lain juga terus dilakukan agar situasi tetap aman dan tertib," ujarnya.
Penjelasan Polda DIY
Sementara itu Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan, menjelaskan keberadaan tiga polsek di wilayah Depok sudah berlangsung sejak 9 September 2005.
"Wilayah Kapanewon Depok memiliki tiga Polsek sejak 9 September 2005, yaitu Polsek Depok Barat, Polsek Depok Timur, dan Polsek Bulaksumur," kata Ihsan dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).
Ia mengatakan kebijakan tersebut diambil karena karakter wilayah Depok berbeda dibanding kapanewon lain di Sleman.
Menurut Ihsan, Depok merupakan wilayah perkotaan utama di Sleman yang berbatasan langsung dengan Kota Jogja, sehingga tingkat kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakat sangat tinggi.
Selain itu, kawasan ini juga menjadi pusat pendidikan terbesar di Jogja karena terdapat sejumlah perguruan tinggi besar seperti UGM, UNY, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan UPN Veteran Jogja.
"Kehadiran perguruan tinggi tersebut membuat aktivitas masyarakat berlangsung hampir 24 jam dengan mobilitas kendaraan yang tinggi serta potensi kerawanan tertentu," ujarnya.
Di sisi lain, Depok juga berkembang sebagai pusat ekonomi, wisata, dan hiburan di Sleman. Sejumlah kawasan seperti Seturan, Gejayan, Babarsari, hingga Plaza Ambarrukmo menjadi pusat aktivitas ekonomi dan bisnis yang ramai.
"Keramaian dan mobilitas yang tinggi itu membutuhkan pengawasan keamanan yang lebih intensif," katanya.
Ihsan menambahkan, keberadaan tiga polsek juga berkaitan dengan karakter wilayah di tiga kalurahan yang ada di Depok.
Caturtunggal dikenal sebagai kawasan kampus dan kos mahasiswa, Condongcatur menjadi pusat bisnis dan kuliner. Adapun Maguwoharjo didominasi kawasan perumahan.
Dengan karakter yang berbeda tersebut, pembagian wilayah kepolisian dinilai perlu agar pengelolaan keamanan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
"Keberadaan tiga polsek ini juga membantu mempercepat pelayanan kepolisian, meningkatkan pengawasan wilayah, serta mendukung pencegahan kriminalitas," jelasnya.
Ihsan menambahkan, meski memiliki tiga polsek, pengendalian keamanan di Depok tetap memerlukan strategi kamtibmas yang komprehensif serta dukungan masyarakat.
"Dengan demikian, keberadaan tiga Polsek dapat dikatakan membantu meningkatkan efektivitas pengendalian kriminalitas, meskipun tetap harus didukung oleh strategi kamtibmas yang komprehensif dan kerja sama masyarakat," pungkasnya.
(par/aku)

Komentar Terbanyak
Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta
Misteri Tewasnya Fotografer Keraton Jogja Sekeluarga Dalam Tenda Saat Kamping
Jemaat Gereja GMS Bantul Beribadah di Pakuwon Mall hingga Izin Lengkap