Fenomena Crop Circle di Sleman 2011, Bikin Gempar tapi Dipuji Sultan HB X

Khofifah Azzahro - detikJogja
Senin, 23 Mar 2026 13:34 WIB
Potret crop circle Sleman di tahun 2011. (Foto: ANTARA FOTO/Regina Safri)
Jogja -

Pada awal tahun 2011, masyarakat Indonesia dikejutkan oleh sebuah fenomena yang tidak biasa di area persawahan Kabupaten Sleman, DIY. Fenomena unik tersebut dikenal sebagai crop circle yang terlihat seperti pola lingkaran besar yang terbentuk dari tanaman padi yang roboh secara teratur di tengah sawah. Selain itu, juga memiliki bentuk yang rapi dan menyerupai pola geometris.

Kemunculan pola tersebut langsung menarik perhatian masyarakat. Banyak warga sekitar yang berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat langsung fenomena tersebut. Bahkan berita mengenai crop circle ini menyebar dengan cepat melalui media massa dan internet. Karena bentuk dan pola yang simetris, membuat banyak masyarakat yang mengaitkan fenomena ini dengan berbagai teori, mulai dari fenomena alam hingga aktivitas makhluk luar angkasa.

Lebih lanjut, bagi detikers yang tertarik dengan fenomena crop circle di Sleman yang terjadi pada tahun 2011 silam, mari simak penjelasan dan faktanya yang telah dirangkum oleh detikJogja dari buku 'Menguak Misteri Crop Circle Di Indonesia' karya Muhammad Nur Kartono, Artikel Ilmiah 'Fenomena Crop Circle' oleh Luthfia Qalby, dkk., dan Artikel Ilmiah 'Crop Circle: Sebuah Review' oleh Risdiana Cholifatul Afifah.

Memahami Crop Circle Secara Ilmiah

Secara ilmiah, crop circle merupakan pola atau bentuk tertentu yang muncul di ladang tanaman akibat tanaman yang rebah membentuk desain geometris tertentu. Pola tersebut biasanya berupa lingkaran, spiral, atau kombinasi bentuk geometri yang kompleks.

Fenomena ini umumnya ditemukan di ladang gandum, jagung, atau padi. Tanaman yang membentuk pola tersebut biasanya tidak patah, melainkan hanya rebah mengikuti arah tertentu. Karena itulah pola yang terbentuk dapat terlihat sangat rapi.

Crop circle mulai banyak dilaporkan di wilayah pedesaan Inggris sejak akhir abad ke-20. Sejak saat itu berbagai penelitian dilakukan untuk menjelaskan bagaimana pola tersebut dapat terbentuk. Beberapa penjelasan ilmiah yang sering dikemukakan antara lain:

  • Fenomena meteorologi, sebagian ilmuwan berpendapat bahwa crop circle dapat terbentuk akibat pusaran angin kecil atau fenomena atmosfer yang membuat tanaman rebah membentuk lingkaran.
  • Aktivitas manusia, banyak penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar crop circle dibuat oleh manusia menggunakan alat sederhana seperti papan kayu dan tali untuk menekan tanaman.
  • Eksperimen seni landskap, di beberapa negara, crop circle bahkan dianggap sebagai karya seni yang dibuat secara sengaja untuk menarik perhatian publik.

Adapun menurut Andrews and Spignesi, anggota CCCS (Centre for Crop Circle Studies) yang telah melakukan penelitian sejak 1990 tentang fenomena crop circle mengatakan bahwa ada sembilan teori tentang terbentuknya crop-circle, yaitu:

  1. Teori pusaran angin (whirlwind vortex) seperti angin tornado, angin puyuh, atau angin lesus
  2. Teori pusaran plasma (plasma vortex)
  3. Kekuatan Gerakan bumi (earth energies)
  4. Buatan makhluk asing (ET, Extra terrestrial atau UFO)
  5. Arkeologi bawah tanah (underground archeological)
  6. Penggunaan bahan kimia (chemical applications), teori ini sudah usang dan tidak dipakai lagi
  7. Hoaxes atau buatan manusia yang kemudian dibesar-besarkan
  8. Ciptaan Tuhan (God force)
  9. Percobaan militer (military experimentation)

Mengenal Crop Circle Sleman 2011

Fenomena ini pertama kali ditemukan pada 23 Januari 2011 di Desa Jogomangsan, Rejotirto, Berbah, Kabupaten Sleman. Memiliki bentuk lingkaran besar dengan beberapa pola kecil di sekitarnya terbentuk di tengah sawah yang ditanami padi yang hampir siap panen.

Para petani yang datang ke sawah mereka menemukan tanaman padi yang rebah membentuk pola lingkaran besar. Diameter pola tersebut diperkirakan mencapai sekitar 70 meter dengan beberapa lingkaran kecil yang saling terhubung.

Pola tersebut terlihat cukup kompleks sehingga menimbulkan berbagai spekulasi mengenai bagaimana cara pembuatannya. Karena bentuknya yang tidak biasa dan kemunculannya yang tiba-tiba di tengah persawahan.

Dalam waktu singkat, lokasi sawah tersebut dipadati oleh masyarakat sekitar. Area persawahan bahkan sempat berubah menjadi tempat wisata dadakan karena banyaknya orang yang penasaran ingin melihat bentuk crop circle secara langsung. Hingga akhirnya, para peneliti dan akademisi kemudian datang ke lokasi untuk melakukan pengamatan. Mereka mempelajari bentuk pola serta kondisi tanaman padi yang rebah.

Konspirasi Crop Circle di Sleman

Kemunculan fenomena yang tak biasa ini kemudian memunculkan berbagai teori konspirasi di masyarakat. Salah satu teori yang paling populer adalah dugaan bahwa pola tersebut berkaitan dengan aktivitas makhluk luar angkasa atau BETA-UFO (Benda Terbang Aneh - Unidentified Flying Object). Teori ini muncul karena beberapa alasan yang dianggap tidak biasa, seperti:

  1. Pola lingkaran terlihat sangat rapi dan simetris
  2. Tanaman padi tampak rebah tanpa kerusakan besar
  3. Pola muncul secara tiba-tiba di tengah sawah

Sebagian orang percaya bahwa crop circle merupakan jejak pendaratan pesawat alien. Teori ini sebenarnya juga sering muncul dalam berbagai kasus crop circle di dunia. Meski begitu, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa crop circle berkaitan dengan aktivitas makhluk luar angkasa.

Fakta Crop Circle di Sleman

Setelah dilakukan penelitian oleh berbagai pihak, sejumlah fakta mengenai crop circle di Sleman mulai menemukan titik terang. Beberapa pihak menyatakan bahwa pola tersebut kemungkinan besar dibuat oleh manusia menggunakan teknik sederhana.

Pembuatan crop circle biasanya dilakukan pada malam hari agar tidak menarik perhatian, dengan menggunakan alat seperti papan dan tali, tanaman dapat ditekan sehingga membentuk pola tertentu.

Dalam beberapa kasus di dunia, kelompok pembuat crop circle bahkan mengaku bahwa mereka membuat pola tersebut sebagai eksperimen seni atau bentuk hiburan. Fenomena di Sleman juga memiliki beberapa karakteristik yang sering ditemukan pada crop circle buatan manusia, seperti pola geometris yang rapi dan desain yang direncanakan sebelumnya.

Perbedaan Crop Circle Asli dan Buatan

Dalam penelitian mengenai fenomena crop circle, para ahli biasanya membedakan antara crop circle alami dan crop circle buatan manusia. Hl ini dilihat dari beberapa karakteristik, antara lain adalah sebagai berikut ini.

Crop circle alami biasanya terbentuk akibat fenomena alam seperti pusaran angin. Pola yang dihasilkan cenderung sederhana dan tidak terlalu simetris. Ciri-ciri crop circle alami antara lain yaitu:

  • Tidak ada jejak di dalam Crop Circle
  • Tidak ada tanda di tanah di pusat lingkaran
  • Tanaman tidak rusak
  • Tampilan tanaman lebih cerah dan struktur akar nampak panjang dari biasanya
  • Ada perubahan dalam tingkat molekular pada tanaman
  • Bentuk geometri yang presisi

Sementara itu, lain halnya dengan crop circle buatan manusia memiliki ciri yang berbeda. Beberapa karakteristik crop circle buatan manusia antara lain memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Pola geometris yang sangat rapi.
  • Bentuk lingkaran yang presisi.
  • Dibuat menggunakan alat sederhana seperti papan dan tali.

Respon Positif Sultan HB X tentang Crop Circle

Di saat banyak masyarakat membuat bola liar mengenai fenomena crop circle, seperti dianggap buatan makhluk asing. Hal yang berbeda justru diungkapkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku gubernur DIY.

Dilansir Antara, hal tersebut justru mendapat respon positif dari Sultan HB X. Gubernur Jogja ini bahkan memuji orang yang berada di balik kemunculan fenomena crop circle. Hal itu disampaikannya saat menyambut kedatangan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) di Jogja.

"Perbuatan itu secara akademik merupakan sesuatu yang luar biasa, sehingga patut diapresiasi," tutur Sultan pada Sabtu, (29/1/2011).

Dengan demikian, Sultan HB X menilai dari sudut pandang akademik bahwa pembuatan pola raksasa yang melingkar di area persawahan tersebut merupakan suatu maha karya yang unik dan tidak biasa. Menurutnya, orang yang membuat crop circle justru melukiskan kreativitas dan kecerdasan yang dapat menarik perhatian, sehingga patut untuk diapresiasi.

Crop Circle yang Pernah Terjadi di Dunia

Fenomena crop circle telah ditemukan di berbagai negara di dunia. Beberapa lokasi yang terkenal dengan crop circle antara lain berada di ladang gandum di Wiltshire. Wilayah tersebut bahkan dikenal sebagai salah satu pusat kemunculan crop circle terbesar di dunia. Setiap tahun, beberapa pola baru sering ditemukan di ladang pertanian di daerah tersebut.

Selain di Inggris, fenomena crop circle juga pernah dilaporkan di beberapa wilayah di Amerika Serikat dan Kanada. Di beberapa negara, crop circle bahkan menjadi daya tarik wisata karena bentuknya yang unik dan sering kali dianggap sangat artistik.

Demikianlah penjelasan mengenai fenomena crop circle di Sleman yang membuat gempar masyarakat pada tahun 2011. Semoga bermanfaat, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



Simak Video "Video Asal-usul Ledekan 'Trump, Kau Dipecat!' dari Jubir Militer Iran"

(sto/ams)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork