Netanyahu Murka Israel Hancur Dibombardir, Janji Buru Bos Garda Revolusi Iran

Internasional

Netanyahu Murka Israel Hancur Dibombardir, Janji Buru Bos Garda Revolusi Iran

Rolando Fransiscus Sihombing - detikJogja
Senin, 23 Mar 2026 11:47 WIB
NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 26: Prime Minister of Israel Benjamin Netanyahu speaks at the 80th session of The United Nations General Assembly (UNGA) on September 26, 2025 in New York City. This years theme for the annual global meeting is:Better together: 80 years and more for peace, development and human rights.   Alexi J. Rosenfeld/Getty Images/AFP (Photo by Alexi J. Rosenfeld / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: Getty Images via AFP/ALEXI J. ROSENFELD)
Jogja -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi kota yang dibombardir dalam serangan Iran. Netanyahu berjanji bakal memburu komandan senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Kami akan mengejar rezimnya. Kami akan mengejar IRGC, geng kriminal ini," kata Netanyahu saat ia memeriksa kerusakan di kota Arad, Israel selatan, dilansir AFP, Senin (23/2/2026).

"Kami akan mengejar mereka secara pribadi, para pemimpin mereka, instalasi mereka, aset ekonomi mereka. Kami akan mengejar mereka secara pribadi."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah dua kota Israel yang dirudal Iran, teranyar Kota Dimona yang dirudal pada Sabtu (21/3). Kota ini diyakini menjadi tempat penyimpanan rahasia persenjataan nuklir Israel. Lokasinya berada di gurun Negev, dan Dimona mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

Pada Minggu (22/3), Netanyahu mengunjungi kota Dimona, dan mendesak penduduk mematuhi instruksi dari Komando Pertahanan Dalam Negeri militer. Dia juga meminta para penduduk untuk segera berlindung jika sirine tanda serangan rudal meraung.

"Seluruh bangsa adalah garis depan, seluruh garda terdepan adalah garis depan. Dan ketika kita berada di garis depan, kita menjalankan perintah ini," kata Netanyahu.

"Jadi tolong lakukan ini--dan ini adalah perintah."

Serangan rudal Iran di dua kota Israel ini telah melukai lebih dari 100 orang. Korban luka berjatuhan setelah sistem pertahanan udara Israel gagal mencegat proyektil tersebut.

Dua serangan langsung itu menghancurkan bagian depan bangunan perumahan dan membuat jejak kawah di tanah. Petugas pertolongan pertama Magen David Adom mengatakan 84 orang terluka di kota Arad. Dengan rincian 10 orang di antaranya luka serius, beberapa jam setelah 33 orang terluka di Dimona yang berdekatan.

Mobil pemadam kebakaran dengan lampu menyala berada di lokasi kejadian bersama dengan puluhan anggota layanan darurat. Petugas pemadam kebakaran mengatakan bahwa di "baik Dimona maupun Arad, rudal pencegat diluncurkan tetapi gagal mengenai sasaran, mengakibatkan dua serangan langsung oleh rudal balistik dengan hulu ledak seberat ratusan kilogram".

Militer Israel mengatakan akan menyelidiki masalah ini. "Sistem pertahanan udara beroperasi tetapi tidak mencegat rudal, kami akan menyelidiki insiden tersebut dan belajar darinya," tulis juru bicara militer Brigadir Jenderal Effie Defrin di X.



(ams/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads