Prabowo Bicara Soal Peluang Indonesia Keluar dari BoP

Nasional

Prabowo Bicara Soal Peluang Indonesia Keluar dari BoP

Eva Safitri - detikJogja
Jumat, 20 Mar 2026 03:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Dok. YouTube Setpres)
Foto: Presiden Prabowo Subianto. (Dok. YouTube Setpres)
Jogja -

Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) karena mendukung kemerdekaan Palestina. Jika tidak sejalan, Prabowo menyebut ada peluang angkat kaki dari organisasi itu.

Dikutip dari detikNews, hal itu diungkapkan Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat yang tayang Kamis (19/3/2026). Dia terlebih dahulu menjelaskan soal alasan bergabung dengan BoP.

Prabowo menyebut, dalam sidang umum PBB ia menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution). Kemudian Indonesia bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim dalam Group of Eight, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir diundang oleh Presiden AS Donald Trump.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump kemudian mengajukan proposal untuk perdamaian di Gaza dengan 21-point plan yang dibacakan utusan khusus AS Steve Witkoff. Prabowo menyebut tertarik dengan poin ke-19 dan ke-20 yang menjelaskan bahwa Palestina akan diberikan jalan untuk menjadi bangsa mandiri dan mampu menentukan masa depannya. Selain itu, ada pula poin bahwa AS akan memfasilitasi dialog antara Israel dan Palestina agar dapat hidup berdampingan secara damai.

Prabowo menilai isi proposal itu sejalan dengan pandangan Indonesia terhadap isu Palestina, bahwa perdamaian jangka panjang dapat dicapai melalui solusi dua negara.

ADVERTISEMENT

"Jadi, kita lihat ini (poin) 19 dan 20 ada peluang (untuk kemerdekaan Palestina) walaupun kita tahu ini sedikit. Akhirnya, kita berdelapan (pimpinan negara mayoritas Muslim) diskusi, kita dukung ini atau tidak? Akhirnya, dalam lobi-lobi kita bilang, kita dukung," ujar Prabowo.

Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani yang ditunjuk sebagai juru bicara mereka menyampaikan kepada Trump bahwa negara-negara itu mendukung poin rencana tersebut.

"We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel," kata Prabowo mengingat kembali momen itu.

Setelah itu muncul gagasan pembentukan BoP yang sekaligus sudah diadopsi di dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Delapan negara mayoritas muslim, yang kemudian disebut dengan Group of Eight berunding dan bergabung dengan BoP dengan maksud memberikan ruang yang lebih besar untuk memengaruhi arah kebijakan agar berpihak pada kepentingan Palestina.

"Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina," ujar Prabowo.

"Kalau di luar (BoP), kita tidak bisa (memperjuangkan Palestina). Jadi, akhirnya kita putuskan, kita masuk," lanjutnya.

Prabowo menegaskan Indonesia tak akan segan angkat kaki dari BoP jika hasil-hasil keputusannya tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia atau Palestina. Indonesia bisa saja keluar dari dewan tersebut tanpa perlu merundingkannya terlebih dulu dengan anggota Group of Eight lainnya.

"Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar," tegas Prabowo.

"Jadi, saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina," imbuhnya.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads