Berulang Kali Trump Bilang Perang Segera Berakhir tapi Belum Kejadian

Internasional

Berulang Kali Trump Bilang Perang Segera Berakhir tapi Belum Kejadian

Novi Christiastuti - detikJogja
Selasa, 17 Mar 2026 11:17 WIB
US President Donald Trump gestures as he delivers a special address during the World Economic Forum (WEF) annual meeting in Davos on January 21, 2026. The World Economic Forum takes place in Davos from January 19 to January 23, 2026. (Photo by Mandel NGAN / AFP)
Donald Trump. Foto: AFP/MANDEL NGAN
Jogja -

Pernyataan akan berakhirnya perang yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel vs Iran terus dikatakan Presiden AS Donald Trump, meski hingga saat ini belum terealisasi. Trump menyebut perang akan segera berakhir meskipun bukan pekan ini.

Pernyataan mengenai perkiraan waktu berakhirnya perang melawan Iran ini bukan pertama kalinya disampaikan Trump. Pernyataan serupa sudah berulang kali dilontarkan Trump.

Dikutip detikNews, Trump menjawab pertanyaan wartawan di Ruang Oval Gedung Putih soal apakah perang melawan Iran akan berakhir pada pekan ini. Menurutnya, perang yang sudah terjadi sejak 28 Februari 2026 itu belum akan berakhir pada pekan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa tidak (akan berakhir pekan ini). Tetapi akan segera. Tidak akan lama," kata Trump, dikutip dari detikNews, Selasa (17/3/2026).

ADVERTISEMENT

"Kita akan memiliki dunia yang lebih aman ketika perang ini berakhir. Perang ini akan segera berakhir," lanjut Trump.

Menurut Trump, tindakan perang melawan Iran ini adalah sebuah "kewajiban" baginya. Dia mengklaim tanpa serangan AS terlebih dahulu terhadap Iran, perang nuklir akan meletus dan meluas menjadi Perang Dunia III. Dia menggambarkan operasi militer AS terhadap Iran sebagai suatu keharusan daripada perang pilihan.

Pernyataan Trump ini dinilai sebagai pergeseran sikap pemerintahan AS, dan seringkali pesan kontradiktif mengenai durasi perang.

Awalnya, Presiden AS itu mengklaim operasi militer AS terhadap Iran akan berlangsung selama 4-5 pekan. Bahkan, dia berulang kali mengatakan perang tersebut berjalan "lebih cepat dari jadwal".

Tak hanya Trump, pernyataan kontradiktif juga disampaikan menteri kabinet Trump. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pada Minggu (15/3) bahwa perang "pasti" akan berakhir dalam beberapa pekan. Sedangkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth justru mengatakan bahwa itu "baru permulaan".

Laporan media AS, Axios, menyebut para pejabat di Washington sedang mempersiapkan keterlibatan AS yang akan berlanjut hingga September mendatang. Informasi ini belum ditanggapi langsung oleh pemerintahan Trump.



(par/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads