Iran Sebut Trump Hanya Ingin Bersenang-senang Lewat Perang

Internasional

Iran Sebut Trump Hanya Ingin Bersenang-senang Lewat Perang

Rita Uli Hutapea - detikJogja
Senin, 16 Mar 2026 19:00 WIB
Iranian Foreign Minister Abbas Araqchi arrives to Lebanon to meet with Lebanese officials, at Beirut international airport, Lebanon, June 3, 2025.
Menlu Iran Abbas Aragchi. Foto: REUTERS/Mohamed Azakir/File photo Purchase Licensing Rights
Jogja -

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, menegaskan akan terus membela diri dari serangan yang datang. Dia juga menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hanya ingin bersenang-senang di tengah banyaknya orang yang terbunuh.

Dikutip dari detikNews, Abbas Aragchi mengatakan AS menenggelamkan kapal, menargetkan banyak tempat karena Trump sedang bersenang-senang.

"Kami siap membela diri selama diperlukan. Ada orang-orang yang terbunuh hanya karena Presiden Trump ingin bersenang-senang... mereka menenggelamkan kapal dan menargetkan berbagai tempat karena itu menyenangkan," cetus Menlu Iran itu selama wawancara dengan pembawa acara CBS, Margaret Brennan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah perang pilihan Presiden Trump dan Amerika Serikat, dan kami akan melanjutkan pembelaan diri kami," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Aragchi juga menjawab Brennan yang menanyakan soal serangan ke negara Teluk. Aragchi membela tindakan Teheran, dan mengklaim pihaknya hanya menargetkan aset-aset militer Amerika.

"Kami hanya menargetkan aset Amerika, instalasi Amerika, pangkalan militer Amerika," kata Aragchi.

"Mereka menggunakan wilayah mereka untuk menyerang kami... mereka menggunakan wilayah Uni Emirat Arab untuk menyerang kami," ujarnya.

Kemudian Brennan menyinggung laporan ada drone dan rudal Iran telah menyerang daerah sipil di negara-negara tetangga. Aragchi membantahnya.

Dia juga menyinggung penutupan selat Hormuz. Aragchi mengatakan Iran belum secara resmi menutup selat tersebut, tetapi mengakui bahwa beberapa kapal telah menghindari rute tersebut karena kekhawatiran keamanan yang terkait dengan konflik.




(alg/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads