- Renungan Katolik Hari Ini Sabtu, 14 Maret 2026 Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 14 Maret 2026 Bacaan I Hos. 6:1-6 Bacaan Mazmur Mzm. 51:3-4,18-19,20-21ab Bacaan Injil Luk. 18:9-14 Bacaan Ofisi Kel 40:16-38 Renungan Harian Katolik Sabtu 14 Maret 2026 Doa Katolik Hari Ini
- FAQ 1. Renungan harian Katolik 14 Maret 2026 tentang apa? 2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 14 Maret 2026? 3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 14 Maret 2026?
Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 14 Maret 2026 merupakan hari biasa pekan III Prapaskah dengan peringatan kisah Santa Matilda, Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah ungu.
Mengangkat tema tentang pembenaran dan kebenaran, mari simak renungan Katolik hari Sabtu, 14 Maret 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Paulus Erwin Sasmito Pr. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Sabtu, 14 Maret 2026
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 14 Maret 2026
Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 14 Maret 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Hos. 6:1-6; dilanjut Mazmur Mzm. 51:3-4,18-19,20-21ab; bacaan Injil Luk. 18:9-14; dan bacaan ofisi Kel 40:16-38. Berikut ini uraian lengkapnya:
Bacaan I Hos. 6:1-6
- Hos 6:1 "Mari, kita akan berbalik kepada Tuhan, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.
- Hos 6:2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
- Hos 6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."
- Hos 6:4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.
- Hos 6:5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang.
- Hos 6:6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
Bacaan Mazmur Mzm. 51:3-4,18-19,20-21ab
- Mzm 51:3 (51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
- Mzm 51:4 (51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
- Mzm 51:18 (51-20) Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
- Mzm 51:19 (51-21) Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.
Bacaan Injil Luk. 18:9-14
- Luk 18:9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
- Luk 18:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
- Luk 18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
- Luk 18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
- Luk 18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
- Luk 18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Bacaan Ofisi Kel 40:16-38
- Kel 40:16 Dan Musa melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, demikianlah dilakukannya.
- Kel 40:17 Dan terjadilah dalam bulan yang pertama tahun yang kedua, pada tanggal satu bulan itu, maka didirikanlah Kemah Suci.
- Kel 40:18 Musa mendirikan Kemah Suci itu, dipasangnyalah alas-alasnya, ditaruhnya papan-papannya, dipasangnya kayu-kayu lintangnya dan didirikannya tiang-tiangnya.
- Kel 40:19 Dikembangkannyalah atap kemah yang menudungi Kemah Suci dan diletakkannyalah tudung kemah di atasnya?seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.
- Kel 40:20 Diambilnyalah loh hukum Allah dan ditaruhnya ke dalam tabut, dikenakannyalah kayu pengusung pada tabut itu dan diletakkannya tutup pendamaian di atas tabut itu.
- Kel 40:21 Dibawanyalah tabut itu ke dalam Kemah Suci, digantungkannyalah tabir penudung dan dipasangnya sebagai penudung di depan tabut hukum Allah?seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.
- Kel 40:22 Ditaruhnyalah meja di dalam Kemah Pertemuan pada sisi Kemah Suci sebelah utara, di depan tabir itu.
- Kel 40:23 Diletakkannyalah di atasnya roti sajian menurut susunannya, di hadapan Tuhan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.
- Kel 40:24 Ditempatkannyalah kandil di dalam Kemah Pertemuan berhadapan dengan meja itu, pada sisi Kemah Suci sebelah selatan.
- Kel 40:25 Dipasangnyalah lampu-lampu di atasnya di hadapan Tuhan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.
- Kel 40:26 Ditempatkannyalah mezbah emas di dalam Kemah Pertemuan di depan tabir itu.
- Kel 40:27 Dibakarnyalah di atasnya ukupan dari wangi-wangian seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.
- Kel 40:28 Digantungkannyalah tirai pintu Kemah Suci.
- Kel 40:29 Mezbah korban bakaran ditempatkannyalah di depan pintu Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu, dan dipersembahkannyalah di atasnya korban bakaran dan korban sajian?seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.
- Kel 40:30 Ditempatkannyalah bejana pembasuhan di antara Kemah Pertemuan dan mezbah itu, lalu ditaruhnyalah air ke dalamnya untuk pembasuhan.
- Kel 40:31 Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya.
- Kel 40:32 Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan?seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.
- Kel 40:33 Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.
- Kel 40:34 Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci,
- Kel 40:35 sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci.
- Kel 40:36 Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah.
- Kel 40:37 Tetapi jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik.
- Kel 40:38 Sebab awan Tuhan itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.
Renungan Harian Katolik Sabtu 14 Maret 2026
Saudara-saudari terkasih, Yesus hari ini menyampaikan perumpamaan tentang dua orang yang pergi ke Bait Allah untuk berdoa, yakni seorang Farisi dan seorang pemungut cukai. Keduanya datang kepada Tuhan. Keduanya berdoa.
Namun, hanya satu yang pulang sebagai orang yang dibenarkan. Mengapa? Karena yang satu itu mencari kebenaran di hadapan Allah, sedangkan yang lain hanya mencari pembenaran diri.
Mari kita perhatikan cara mereka berdoa. Orang Farisi itu berdoa, "Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain." Orang ini sebenarnya tidak sedang berbicara dengan Allah. Ia sedang memuji dirinya sendiri, membandingkan, menilai, dan merasa lebih baik.
Inilah kecenderungan manusia: Kita lebih mudah membenarkan diri daripada mengoreksi diri. Kita sering berkata, "Saya marah karena dia salah," atau, "Saya begini karena dia begitu."
Kita sering mencari pembenaran, bukan kebenaran, padahal pembenaran diri membuat hati tertutup, dan membuat kita tidak merasa perlu untuk bertobat. Sebaliknya, pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh.
Ia tidak berani menengadah. Sambil memukul dada, ia berkata, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini." Ia tidak membandingkan dirinya, tidak menyalahkan orang lain, tidak pula menyusun alasan. Ia hanya mencari kebenaran tentang dirinya di hadapan Allah.
Kebenaran itu menyakitkan, tetapi menyelamatkan. Mencari kebenaran membutuhkan kerendahan hati, sebab kebenaran sering kali menyingkapkan kelemahan kita. Namun, justru di sanalah rahmat Allah bekerja.
Orang Farisi itu tampak benar, tetapi ia tidak dibenarkan. Pemungut cukai itu tampak berdosa, tetapi ia justru dibenarkan. Yesus menegaskan, "Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Artinya, orang yang sibuk membenarkan diri akan kehilangan pembenaran dari Allah, tetapi orang yang jujur mengakui kesalahan akan menerima rahmat. Yesus mengajak kita bukan menjadi orang yang pandai berargumen, melainkan menjadi orang yang berani jujur di hadapan Tuhan.
Ketika kita berhenti membenarkan diri, kita akan mulai dibenarkan oleh Allah. Saudara-saudari yang terkasih, mari kita berefleksi:
Dalam hidup bersama, keluarga, dan komunitas, apakah kita mencari kebenaran atau pembenaran?
Dalam pelayanan, apakah kita ingin sungguh benar atau hanya ingin terlihat benar?
Dalam konflik, apakah kita mau mengakui kesalahan atau selalu mencari alasan?
Mencari pembenaran membuat hati keras, mencari kebenaran membuat hati bertobat, dan hanya hati yang bertobat yang akan diubah oleh Tuhan.
Doa Katolik Hari Ini
Ya Allah, di dunia ini kami sudah Kauperkenankan menjalani hidup surgawi. Semoga terang-Mu membimbing kami seumur hidup, hingga akhirnya kami memasuki cahaya-Mu yang abadi.
Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau. dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari ini Sabtu, 14 Maret 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
FAQ
1. Renungan harian Katolik 14 Maret 2026 tentang apa?
Renungan Katolik hari ini 14 Maret 2026 mengangkat refleksi tentang perbedaan kebenaran dan pembenaran di hadapan Allah.
2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 14 Maret 2026?
Bacaan Injil Katolik 14 Maret 2026 adalah Lukas 18 mulai dari ayat 9 sampai 14.
3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 14 Maret 2026?
Dalam renungan harian Katolik 14 Maret 2026, kita juga merenungi kisah Santa Matilda (Pengaku Iman).
(sto/afn)












































Komentar Terbanyak
Rismon Sianipar Kini Bilang Ijazah Jokowi-Gibran Asli, Begini Temuannya
Terungkap Alasan Alvi Tega Mutilasi Kekasih Jadi Ratusan Potong
Warga Sleman Serahkan Kucing Kuwuk ke BKSDA Usai Adopsi 3 Pekan