Protes Hormuz Ditutup, Trump Ancam Gempur Iran 20 Kali Lipat Lebih Keras

Internasional

Protes Hormuz Ditutup, Trump Ancam Gempur Iran 20 Kali Lipat Lebih Keras

Novi Christiastuti - detikJogja
Selasa, 10 Mar 2026 11:17 WIB
Presiden AS Donald Trump mengancam bakal menggempur Iran lebih keras jika Selat Hormuz terus ditutup.
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprotes penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur maritim penting. Trump memberi peringatan keras bakal menghantam Iran puluhan kali lipat lebih keras jika pemblokiran aliran minyak di Hormuz terus berlanjut,

Dilansir Al Jazeera, Selasa (10/3/2026), Trump memperingatkan pemblokiran semacam itu secara berkelanjutan bakal memicu respons militer yang dahsyat dari AS.

"Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada yang telah mereka alami sejauh ini," tegas Trump dalam pernyataan via Truth Social, dikutip dari detikNews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain itu, kita akan menghancurkan target-target yang mudah dihancurkan yang akan membuat Iran hampir tidak mungkin untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara -- Kematian, Api, dan Amarah akan menimpa mereka -- Tetapi saya berharap, dan berdoa, agar hal itu tidak akan terjadi!" kata Presiden AS tersebut.

ADVERTISEMENT

Trump menyatakan sikapnya sebagai upaya yang lebih luas untuk melindungi pasar energi internasional. Trump menggambarkan hal ini sebagai "hadiah dari AS kepada China dan semua negara yang banyak menggunakan Selat Hormuz".

"Semoga, ini adalah isyarat yang akan sangat dihargai," ucapnya.

Selat Hormuz ditutup sejak As dan sekutunya, Israel, menyerang Iran besar-besaran pada 28 Februari lalu. Serangan itu dibalas Teheran dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Aksi saling serang itu nyaris menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting untuk minyak dan barang-barang lainnya.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang biasanya menangani sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan volume ekspor gas alam cair global. Namun, menurut perusahaan analisis Kpler yang mengoperasikan platform Marine Traffic, lalu lintas kapal tanker di sana telah menurun 90 persen dalam seminggu.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads