Selama menjalani Ramadan yang mulia, detikers tentu kerap mendengar selentingan bahwasanya setan dibelenggu pada bulan kesembilan hijriah ini. Benarkah? Apakah ada hadits landasannya?
Sebelumnya, perlu detikers ketahui bahwasanya setan adalah perilaku atau sifat. Adapun makhluk pengganggu yang membisiki manusia untuk meninggalkan jalan Allah, disebut iblis. Iblis sendiri adalah jin yang membangkang sebagaimana penjelasan dari situs resmi PCM Muhammadiyah Cileungsi.
Singkatnya, iblis itu adalah jin, iblis itu pastilah setan. Manusia dan jin yang jahat adalah setan. Perilaku iblis yang berjanji untuk menyesatkan manusia bisa detikers temukan dalam Al-Quran. Misalnya, Allah SWT berfirman di surat al-Hijr ayat 39-40 yang berbunyi:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ ٣٩ اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ ٤٠
Artinya: "Ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka."
Kabarnya, bisikan-bisikan setan ini tidak akan mengganggu manusia selama Ramadan karena mereka dibelenggu. Apakah benar? Mari simak pembahasan ringkasnya yang telah detikJogja siapkan di bawah ini!
Hadits Setan Dibelenggu selama Ramadan
Diambil dari buku Panduan Lengkap Puasa Ramadan Menurut Al-Qur'an dan Sunnah oleh Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahril Fatwa, terdapat sebuah hadits yang berbunyi:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ قَالَ: إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفْدَتِ الشَّيَاطِينُ
Artinya: "Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: 'Apabila Ramadan telah tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah para setan.'" (HR Muslim no 1079)
Hadits riwayat Muslim di atas menjelaskan dengan gamblang bahwasanya para setan akan dibelenggu selama Ramadan berlangsung. Apa maksud dibelenggu? Al-Hafizh al-Baihaqi menerangkan:
"Maksud hadits ini bahwa pada bulan Ramadan, setan tidak bisa bebas dalam mengganggu manusia sebagaimana di bulan-bulan lainnya, karena mayoritas kaum muslimin sibuk dengan puasa, membaca Al-Quran, dan ibadah-ibadah lainnya yang dapat mengerem syahwat mereka." (Kitab Fadha'il Auqat: hal 37)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Para setan tidak bisa berbuat bebas di bulan Ramadan seperti halnya di bulan-bulan lainnya. Perhatikanlah, Nabi SAW tidak mengatakan bahwa mereka terbunuh atau mati. Nabi SAW mengatakan bahwa mereka dibelenggu. Setan yang dibelenggu terkadang masih mengganggu tetapi tidak sebebas di bulan-bulan lainnya." (Haqiqatush Shiyam: hal 58)
Jika Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Banyak Maksiat?
Judul sub-bahasan ini mungkin pernah detikers pikirkan, bukan? Pertanyaan ini memang pada tempatnya. Di negara kita tercinta yang mayoritas penduduknya beragama Islam, pada bulan Ramadan, kasus-kasus kriminal tetap saja marak terjadi.
Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya. Bagaimana mungkin seorang muslim melakukan kegiatan tercela, padahal setan sedang dalam kondisi dibelenggu? Rasa-rasanya kedua hal tersebut menjadi kontradiktif.
Dirujuk dari buku Tafsir Kauniyah Pendekatan Filosofis, Sosiologis, dan Fenomenologis oleh Prof Dr H Samsul Nizat MAg, para ulama memaknai hadits di atas secara majazi. Maksud belenggu setan dalam hadits di atas adalah puasa hamba yang beriman.
Seorang hamba yang beriman akan mengerjakan perintah Allah SWT dan sunnah Rasulnya sebaik mungkin pada bulan Ramadan. Kesibukan ibadah ini terus berjalan selama Ramadan dengan fondasi iman dan takwa. Akibatnya, ruang gerak setan menjadi terbatas dan tak ubahnya terbelenggu.
Beda cerita dengan seorang hamba yang mengerjakan puasa tanpa landasan keimanan dan takwa. Belenggu berupa puasanya tidak akan efektif untuk menahan godaan-godaan setan yang senantiasa mengajak manusia ke dalam kemaksiatan.
Diambil dari NU Online, Abu Umar Yusuf al-Qurthubi memberi penjelasan senada:
"Menurut hemat saya, maksud 'dibelenggu' di sana adalah majaz (kiasan). Maknanya, wallahu a'lam, Allah senantiasa menjaga kaum Muslimin yang taat di bulan Ramadan dari godaan setan sehingga mereka mampu menghindari kemaksiatan. Dengan begitu, setan tidak leluasa menggoda mereka yang berlainan halnya dengan bulan-bulan di luar Ramadan," (al-Istidzkar: Juz III, hal 377)
Ada pula pendapat bahwasanya yang dibelenggu hanya sebagian setan saja, tidak seluruhnya. Pun juga pembelengguan setan bisa jadi tidak berhubungan langsung dengan maksiat manusia. Sebab, manusia memiliki nafsu dan kebiasaan buruknya sendiri. Wallahu a'lam bish-shawab.
Demikian pembahasan lengkap mengenai benar tidaknya setan dibelenggu pada bulan Ramadan. Semoga bisa menjawab pertanyaan detikers, ya!
(sto/ahr)












































Komentar Terbanyak
Sultan HB X Angkat Bicara soal Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja