Bacaan Doa Qunut Witir Sesuai Sunnah dan Waktu yang Tepat Mengamalkannya

Bacaan Doa Qunut Witir Sesuai Sunnah dan Waktu yang Tepat Mengamalkannya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Minggu, 08 Mar 2026 14:26 WIB
doa qunut
Doa qunut witir. (Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter)
Jogja -

Usai menunaikan sholat tarawih, jemaah-jemaah muslim di masjid biasanya menutup dengan sholat witir. Dalam pelaksanaannya, terkadang imam membaca doa qunut witir. Berikut ini bacaan dan waktu pengamalannya.

Dikutip dari buku Seri Fiqih Kehidupan 3: Sholat oleh Ahmad Sarwat, secara bahasa, qunut bisa diartikan dengan banyak makna. Sebut saja ketaatan, sholat, berdiri yang lama, diam, dan doa. Ibnu Umar RA ketika ditanya tentang qunut, menjawab bahwa qunut adalah berdiri lama.

Lebih lanjut, terdapat beberapa tipe qunut dalam Islam. Menurut penjelasan dari laman NU Jawa Barat, ada qunut nazilah, qunut witir, dan qunut subuh. Terkhusus qunut witir, para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlepas dari hukumnya yang masih menjadi ranah silang pendapat ulama, seperti apa bacaan qunut witir itu? Lalu, kapan doa qunut witir ini diucapkan? Di bawah ini detikJogja sudah siapkan pembahasan lengkapnya.

Bacaan Doa Qunut Witir

Diambil dari buku Sholat Tarawih oleh Tim Warisan Salaf, Nabi Muhammad SAW pernah mengajarkan cucunya, yakni Hasan bin Ali, doa qunut witir:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Arab Latin: Allahummahdinii fiiman hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait, innahu laa yadzillu man wa lait, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait.

Artinya: "Ya Allah, beri aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang Engkau beri keselamatan, urusilah aku di antara orang-orang yang Engkau mengurusinya, berikanlah berkah pada apa yang Engkau beri, lindungilah aku dari keburukan yang Engkau takdirkan, tidak akan menjadi hina orang yang Engkau urusi, Maha Suci Engkau lagi Maha Tinggi."

Doa di atas berasal dari hadits riwayat Abu Daud dan an-Nasa'i. Hadits tersebut dicantumkan dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi no 464. Umat Islam diperbolehkan menambah shalawat atas Nabi Muhammad SAW dalam lafalnya.

Syaikh al-Albani dalam kitab Qiyamu Ramadhan halaman 31 menyatakan:

"Tidak mengapa melakukan qunut setelah rukuk dan menambahkan doa padanya berupa laknat atas orang-orang kafir dan menambahkan sholawat atas Nabi SAW dan doa untuk kaum muslimin pada pertengahan kedua dari Ramadhan. Berdasar pada sahnya hal itu dari para imam pada masa pemerintahan Umar RA sebagaimana telah tsabit (tetap) dalam Shahih Ibnu Khuzaimah (2/155)."

Waktu Pengamalan Qunut Witir

Berdasar uraian dalam situs Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, para ulama bersilang pendapat mengenai urusan qunut witir. Terdapat empat pendapat, yakni:

  1. Qunut witir hukumnya wajib sepanjang tahun. Pendapat ini dikemukakan oleh Imam Abu Hanifah.
  2. Qunut witir tidak disyariatkan. Ini adalah pendapat populer dalam mazhab Maliki. Namun, ada riwayat yang menyebut Imam Malik qunut witir pada 10 malam akhir Ramadhan.
  3. Qunut witir disunnahkan pada paruh kedua Ramadhan. Ini adalah pendapat masyhur dalam mazhab Syafi'i.
  4. Qunut witir sunnah sepanjang tahun. Pendapat keempat ini adalah yang termashyur dalam mazhab Hanabilah.

Sebagai jalan tengah, berikut ini pendapat moderat dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:

وَحَقِيقَةُ الْأَمْرِ أَنَّ قُنُوتَ الْوِتْرِ مِنْ جِنْسِ الدُّعَاءِ السَّائِغِ فِي الصَّلَاةِ مَنْ شَاءَ فَعَلَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ . كَمَا يُخَيَّرُ الرَّجُلُ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثِ أَوْ خَمْسٍ أَوْ سَبْعٍ وَكَمَا يُخَيَّرُ إذَا أَوْتَرَ بِثَلَاثِ إنْ شَاءَ فَصَلَ وَإِنْ شَاءَ وَصَلَ . وَكَذَلِكَ يُخَيَّرُ فِي دُعَاءِ الْقُنُوتِ إنْ شَاءَ فَعَلَهُ وَإِنْ شَاءَ تَرَكَهُ وَإِذَا صَلَّى بِهِمْ قِيَامَ رَمَضَانَ فَإِنْ قَنَتَ فِي جَمِيعِ الشَّهْرِ فَقَدْ أَحْسَنَ وَإِنْ قَنَتَ فِي النِّصْفِ الْأَخِيرِ فَقَدْ أَحْسَنَ وَإِنْ لَمْ يَقْنُتْ بِحَالِ فَقَدْ أَحْسَنَ

Artinya: "Hakekatnya, qunut witir adalah sejenis doa yang dibolehkan dalam sholat. Siapa yang mau membacanya, silakan. Dan yang enggan pun dipersilakan. Sebagaimana dalam sholat witir, seseorang boleh memilih tiga, lima, atau tujuh raka'at semau dia. Begitu pula ketika ia melakukan witir tiga raka'at, maka ia boleh melaksanakan 2 raka'at salam lalu 1 raka'at salam, atau ia melakukan tiga raka'at sekaligus. Begitu pula dalam hal qunut witir, ia boleh melakukan atau meninggalkannya sesuka dia. Di bulan Ramadhan, jika ia membaca qunut witir pada keseluruhan bulan Ramadan, maka itu baik. Jika ia berqunut di separuh akhir bulan Ramadan, itu pun baik. Jika ia tidak berqunut, juga baik." (Majmu' al-Fatawa, 22: 271)

Dalam sholat, kapan qunut witir dibaca? Menurut penjelasan dari laman NU Jawa Timur, doa qunut witir dibaca dalam rakaat terakhir witir setelah bangun dari rukuk. Wallahu a'lam bish-shawab.

Demikian pembahasan lengkap mengenai doa qunut witir dan waktu mengamalkannya. Semoga bisa menjadi panduan bagi detikers sekalian, ya!




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads