- Waktu Pengerjaan Sholat Tarawih Sesuai Syariat Islam
- Kapan Batas Akhir Mengerjakan Sholat Tarawih?
- Niat Sholat Tarawih Setelah Sholat Isya 1. Niat Sholat Tarawih Berjamaah untuk Imam 2. Niat Sholat Tarawih Berjamaah untuk Makmum 3. Niat Sholat Tarawih Sendirian atau Munfarid
- FAQ Apakah sholat Tarawih hukumnya wajib? Apakah Tarawih harus langsung setelah Isya? Apakah Tarawih harus setelah sholat Isya?
Sebagai ibadah yang hanya dapat dijumpai di bulan Ramadan, banyak kaum muslim yang berlomba-lomba mengerjakan sholat Tarawih di masjid setelah sholat Isya. Namun, mungkin tidak sedikit yang dibuat penasaran tentang pertanyaan seputar, "Apakah sholat Tarawih harus langsung dilakukan setelah sholat Isya?"
Untuk diketahui, kedudukan antara sholat Tarawih dan sholat Isya memiliki perbedaan. Sebagaimana kita ketahui, sholat Isya hukumnya adalah fardhu yang berarti diwajibkan kepada seluruh kaum muslim. Lain halnya dengan sholat Tarawih yang termasuk dalam ibadah sunnah.
Seperti halnya dijelaskan dalam buku 'Panduan Sholat Rosulullah 2' karya Imam Abu Wafa, hukum sholat Tarawih adalah sunnah muakkad. Artinya, kaum muslim sangat dianjurkan untuk menunaikannya, tapi tidak sampai pada sebuah kewajiban. Terlebih lagi, pengerjaan sholat Tarawih mesti didahulukan dengan sholat Isya terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, apakah pengerjaannya harus dilakukan secara berurutan dengan sholat Isya? Temukan jawabannya berikut ini, ya.
Poin Utamanya:
- Jumhur ulama sepakat sholat Tarawih dikerjakan setelah sholat Isya dan berakhir sebelum terbit fajar (masuk waktu Subuh). Tidak wajib langsung setelah Isya, namun boleh ditunaikan hingga akhir malam.
- Berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah dan Aisyah dalam shahih Muslim dan shahih Bukhari, Rasulullah SAW menganjurkan qiyam Ramadan tanpa mewajibkannya.
- Sholat Tarawih bisa dilakukan berjamaah (imam/makmum) atau sendiri (munfarid), dua rakaat satu salam, serta dapat dikerjakan sebelum sholat Witir selama masih dalam rentang waktu malam Ramadan.
Waktu Pengerjaan Sholat Tarawih Sesuai Syariat Islam
Sejatinya, belum ada hadits atau dalil di dalam Al-Quran yang menyatakan secara gamblang perintah mengerjakan sholat Tarawih beriringan dengan sholat Isya. Adapun sebuah hadits menerangkannya sebagai sebuah ibadah yang sangat dianjurkan karena bernilai pahala, yang tidak dihukumi sebagai sebuah kewajiban. Masih menukil dari buku yang sama, Abu Hurairah r.a. menuturkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغَبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ، فَيَقُولُ : " مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memotivasi agar melakukan qiyam ramadhan dengan menyuruh mereka tanpa mengharuskan, lalu beliau bersabda: Barang siapa yang mendirikan malam bulan Ramadhan atas dasar keimanan dan mencari pahala maka akan diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Muslim no.759, Abu Dawud no.1371, Tirmidzi no.808, an-Nasai no.2192 dan Malik no.300)
Sementara itu, di dalam riwayat hadits yang lain turut diterangkan tentang ibadah sholat Tarawih yang tidak bernilai wajib. Sebagaimana Aisyah r.a. berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ، ثُمَّ صَلَّى مِنَ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ، ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعَةِ، فَلَمْ يَخْرُجُ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ : " قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ، وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنَ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ . وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ.
"Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah sholat pada malam di masjid, lalu ia mengimami orang-orang kemudian orang-orang dari kabilah ikut shalat sehingga bertambah banyak, kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau keempat namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak keluar (untuk mengimami mereka), ketika pagi hari beliau bersabda: Sesungguhnya saya sudah melihat apa yang kalian lakukan dan tidak ada yang menghalangiku untuk keluar mengimami kalian melainkan saya khawatir akan diwajibkan untuk kalian." (HR. Bukhari Nomor 1129)
Lebih lanjut, dalam buku karya DR Thâriq Muhammad Suwaidân yang bertajuk 'Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab', jumhur ulama sepakat pengerjaan sholat Tarawih setelah Isya. Beberapa turut meyakini pelaksanaan yang paling utama dilakukan pada sepertiga atau pertengahan akhir malam.
Hal senada juga disampaikan melalui buku 'Kitab Shalat Empat Mazhab' tulisan Syeikh Abdurrahman Al-Jaziri, yang mana menerangkan waktu pengerjaan sholat Tarawih dimulai setelah Isya sekali pun pengerjaannya dijamak dengan Maghrib.
Kemudian waktu berakhirnya setelah fajar menyingsing. Bahkan pengerjaan sholat Tarawih bisa dilakukan sebelum sholat Witir dikerjakan. Artinya, dalam rentang waktu setelah sholat Isya sampai sebelum fajar menyingsing, kaum muslim tetap bisa menunaikan ibadah sholat Tarawih. Terlebih lagi tidak ada pula kewajiban mengerjakan sholat Tarawih langsung setelah Isya.
Namun demikian, apabila kaum muslim menyegerakan sholat Tarawih beriringan setelah sholat Isya, maka dapat menjadi perbuatan yang tetap baik. Wallahu a'lam.
Kapan Batas Akhir Mengerjakan Sholat Tarawih?
Setelah memahami waktu pengerjaan sholat Tarawih, tidak ada salahnya untuk mengerti batas akhir pengerjaan sholat Tarawih. Seperti telah disampaikan sebelumnya, sholat Tarawih wajib dikerjakan setelah sholat Isya.
Mengenai batas akhirnya, beberapa ulama meyakini sebelum terbitnya fajar. Ini dikarenakan saat fajar telah terbit menandai waktu sholat Subuh berlangsung. Seperti dijelaskan dalam buku 'Fikih Salat Sunah' tulisan Ali Musthafa Siregar, dkk., batas akhir sholat Tarawih sebelum masuknya waktu Subuh. Namun demikian, belum ada riwayat hadits yang menerangkan secara gamblang batas akhir pengerjaan sholat Tarawih.
Senada dengan penjelasan dalam buku 'Fikih Empat Madzhab Jilid 1' tulisan Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, waktu sholat Tarawih adalah setelah sholat Isya dan berakhir ketika fajar menyingsing. Inilah yang membuat sholat Tarawih tetap memiliki batas waktu, sehingga hendaknya kaum muslim yang berniat untuk menunaikannya bisa mengerjakan sesuai waktu yang berlaku.
Niat Sholat Tarawih Setelah Sholat Isya
Sebelum mengerjakan sholat Tarawih sesudah Isya, ada baiknya mengawali dengan membaca niatnya terlebih dahulu. Ada bacaan niat sholat Tarawih untuk dua rakaat satu kali salam yang bisa dijadikan sebagai acuan.
Menukil dari buku 'Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik' karya Titi Suwarni, berikut niat sholat Tarawih lengkap untuk imam, makmum, hingga munfarid.
1. Niat Sholat Tarawih Berjamaah untuk Imam
أصَلَّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarawihi rak'atayni mustaqbilal qiblati ada'an imaman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sholat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT."
2. Niat Sholat Tarawih Berjamaah untuk Makmum
أصَلَّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarawihi rak'atayni mustaqbilal qiblati ada'an ma'müman lillāhi ta'ala.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sholat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT."
3. Niat Sholat Tarawih Sendirian atau Munfarid
أصَلَّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarawihi rak'atayni mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT."
Demikianlah penjelasan mengenai waktu pengerjaan sholat Tarawih yang tidak selalu harus dilakukan langsung setelah Isya. Namun, dianjurkan untuk menyegerakannya sebelum waktu berakhir. Semoga membantu.
FAQ
Apakah sholat Tarawih hukumnya wajib?
Berdasarkan hadits riwayat Muhammad dalam riwayat Muslim dan Bukhari, Rasulullah menganjurkan qiyam Ramadan tanpa mewajibkannya. Bahkan beliau sempat tidak keluar mengimami sahabat karena khawatir Tarawih menjadi wajib bagi umatnya.
Apakah Tarawih harus langsung setelah Isya?
Tidak wajib langsung setelah Isya. Tidak ada dalil yang mewajibkan harus beriringan dengan Isya. Namun, menyegerakan Tarawih setelah Isya tetap merupakan amalan yang baik dan memudahkan pelaksanaannya secara berjamaah.
Apakah Tarawih harus setelah sholat Isya?
Sholat Tarawih harus dikerjakan setelah sholat Isya dan sebelum terbit fajar. Jumhur ulama sepakat waktunya dimulai usai Isya, meskipun Isya dijamak dengan Maghrib. Jadi, Tarawih tidak sah jika dikerjakan sebelum Isya.
(sto/apl)












































Komentar Terbanyak
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja