Pekerja dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tergabung dalam Relawan MBG di DIY menegaskan tidak anti terhadap kritik masyarakat terkait kualitas makanan dalam program tersebut. Kritik yang muncul justru disebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki layanan dapur MBG.
Ketua Umum Relawan MBG Roy Marjuk mengatakan para relawan menyadari berbagai masukan dari masyarakat penting untuk meningkatkan kualitas layanan.
"Ya, kalau kritik itu sangat bagus untuk membangun kita, untuk introspeksi kita, untuk memperbaiki kita. Nah kami sebagai relawan tentu akan memperbaiki kinerjanya. Jangan sampai ada kelalaian ataupun kesalahan-kesalahan," kata Roy kepada wartawan di GOR Amongrogo, Kota Jogja, Sabtu (7/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roy menyebut para pekerja dapur MBG yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berkomitmen melakukan evaluasi terhadap layanan yang selama ini berjalan.
Menurutnya, kesalahan yang terjadi di lapangan merupakan hal yang manusiawi. Namun ia memastikan relawan akan terus melakukan perbaikan agar layanan MBG tetap berjalan dengan baik.
"Manusia itu tempatnya salah, khilaf dan lain sebagainya. Kalaupun memang ada kesalahan ya terus kita akan coba memperbaiki, kita terus evaluasi," tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, sekitar 5.000 pekerja SPPG yang tergabung dalam Relawan MBG DIY menggelar ikrar untuk meningkatkan kinerja dan menjaga kualitas layanan program MBG.
Roy mengatakan kegiatan ikrar ini menjadi yang pertama digelar dan rencananya akan dilakukan juga di daerah lain.
"Teman-teman relawan ini setelah ikrar ini mereka ingin menjaga semangatnya untuk memperbaiki dan menjaga kinerja layanan MBG," ujarnya.
Baca juga: Vidi Aldiano Meninggal di Usia 35 Tahun |
(alg/alg)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Purbaya soal Prabowo Sebut 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar': Untuk Hibur Rakyat
Siasat Keji Istri Ketahuan Selingkuh Lalu Gorok Suami di Parangtritis