Renungan Harian Katolik 6 Maret 2026 dan Bacaan Hari Ini: Penggarap Kebun

Renungan Harian Katolik 6 Maret 2026 dan Bacaan Hari Ini: Penggarap Kebun

Santo - detikJogja
Jumat, 06 Mar 2026 04:00 WIB
Renungan harian Katolik 6 Maret 2026 lengkap dengan bacaan Injil dan doa penutup.
Renungan harian Katolik. (Foto: RDNE Stock project/Pexels)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 6 Maret 2026 merupakan hari biasa pekan II Prapaskah dengan peringatan kisah Santo Hesikios, Pengaku Iman; Santa Fridolin; dan Santo Marsianus dari Konstantinopel, Imam, Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah ungu.

Mengangkat tema tentang pertobatan hati, mari simak renungan Katolik hari Jumat, 6 Maret 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Alfons Jehadut. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Jumat, 6 Maret 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 6 Maret 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 6 Maret 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28; dilanjut Mazmur Mzm. 105:16-17,18-19,20-21; bacaan Injil 21:33-43,45-46; dan bacaan ofisi Kel 19:1-19; 20:18-21. Berikut ini uraian lengkapnya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28

  • Kej 37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
  • Kej 37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
  • Kej 37:12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.
  • Kej 37:13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa."
  • Kej 37:17 Lalu kata orang itu: "Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan." Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.
  • Kej 37:18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.
  • Kej 37:19 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang!
  • Kej 37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!"
  • Kej 37:21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!"
  • Kej 37:22 Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" ?maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.
  • Kej 37:23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.
  • Kej 37:24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.
  • Kej 37:25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
  • Kej 37:26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?
  • Kej 37:27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.
  • Kej 37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

Bacaan Mazmur Mzm. 105:16-17,18-19,20-21

  • Mzm 105:16 Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan,
  • Mzm 105:17 diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak.
  • Mzm 105:18 Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi,
  • Mzm 105:19 sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji Tuhan membenarkannya.
  • Mzm 105:20 Raja menyuruh melepaskannya, penguasa bangsa-bangsa membebaskannya.
  • Mzm 105:21 Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan kuasa atas segala harta kepunyaannya,

Bacaan Injil Mat. 21:33-43,45-46

  • Mat 21:33 "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
  • Mat 21:34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
  • Mat 21:35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
  • Mat 21:36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
  • Mat 21:37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
  • Mat 21:38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
  • Mat 21:39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
  • Mat 21:40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
  • Mat 21:41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
  • Mat 21:42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
  • Mat 21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
  • Mat 21:45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
  • Mat 21:46 Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

Bacaan Ofisi Kel 19:1-19; 20:18-21

  • Kel 19:1 Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai pada hari itu juga.
  • Kel 19:2 Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu.
  • Kel 19:3 Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan Tuhan berseru dari gunung itu kepadanya: "Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel:
  • Kel 19:4 Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.
  • Kel 19:5 Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
  • Kel 19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."
  • Kel 19:7 Lalu datanglah Musa dan memanggil para tua-tua bangsa itu dan membawa ke depan mereka segala firman yang diperintahkan Tuhan kepadanya.
  • Kel 19:8 Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: "Segala yang difirmankan Tuhan akan kami lakukan." Lalu Musapun menyampaikan jawab bangsa itu kepada Tuhan.
  • Kel 19:9 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu." Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada Tuhan.
  • Kel 19:10 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: "Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya.
  • Kel 19:11 Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga Tuhan akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.
  • Kel 19:12 Sebab itu haruslah engkau memasang batas bagi bangsa itu berkeliling sambil berkata: Jagalah baik-baik, jangan kamu mendaki gunung itu atau kena kepada kakinya, sebab siapapun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati.
  • Kel 19:13 Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu."
  • Kel 19:14 Lalu turunlah Musa dari gunung mendapatkan bangsa itu; disuruhnyalah bangsa itu menguduskan diri dan merekapun mencuci pakaiannya.
  • Kel 19:15 Maka kata Musa kepada bangsa itu: "Bersiaplah menjelang hari yang ketiga, dan janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan."
  • Kel 19:16 Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.
  • Kel 19:17 Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung.
  • Kel 19:18 Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena Tuhan turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.
  • Kel 19:19 Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.
  • Kel 20:18 Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.
  • Kel 20:19 Mereka berkata kepada Musa: "Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati."
  • Kel 20:20 Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa."
  • Kel 20:21 Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.

Renungan Harian Katolik Jumat 6 Maret 2026

Seorang pemilik kebun anggur mengirimkan sejumlah hambanya untuk mengumpulkan hasil kebun anggur yang menjadi haknya. Namun, hamba-hamba itu justru dipukuli, beberapa di antara mereka bahkan dibunuh, oleh para penggarap yang jahat, yang ingin mendapatkan seluruh hasil kebun anggur tersebut.

Dari perspektif sosio-kultural, perumpamaan ini mengungkapkan adanya permusuhan yang sering terjadi antara petani penyewa dan tuan tanah di Palestina abad pertama. Namun, penginjil menampilkannya bukan untuk menyoroti perspektif sosio-kultural pada zamannya, melainkan perspektif teologis.

Penginjil ingin menggambarkan Yesus sebagai Anak Allah yang diutus kepada umat perjanjian, tetapi ditolak dengan keras oleh mereka. Yesus sebagai Anak Allah sendiri, sehingga tentunya memiliki hak dan wewenang istimewa, diutus oleh Allah untuk mengambil hak-Nya.

Namun, umat yang digambarkan sebagai para penggarap tetap saja menolak untuk memberikan bagian yang menjadi hak Allah. Mereka menangkap, membawa keluar kota, dan kemudian membunuh Anak Allah yang terkasih.

Tindakan para penggarap kebun anggur itu sesuai dengan niat para imam kepala dan orang-orang Farisi terhadap Yesus. Itu sebabnya, pemilik kebun kemudian menghukum mereka dan memercayakan kebun anggurnya kepada orang-orang lain, yang mengacu kepada murid-murid Yesus.

Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memahami bahwa perumpamaan yang disampaikan Yesus ini ditujukan kepada mereka. Mereka tahu bahwa Yesus melukiskan diri mereka sebagai pengarap kebun anggur yang kejam dan pembunuh yang tidak memberikan apa yang menjadi hak Allah.

Mereka merasa bahwa Yesus melukiskan diri mereka seperti para petani penggarap yang menganiaya utusan Allah, yakni para nabi dan Yesus sendiri sebagai Anak Allah yang terkasih, serta seperti tukang-tukang bangunan yang membuang batu yang berperan penting bagi sebuah bangunan baru.

Dengan berbicara tentang batu yang dibuang oleh para tukang bangunan, Yesus ingin menunjukkan bahwa diri-Nya adalah batu penjuru bagi sebuah bangunan yang baru, yakni Gereja. Gereja adalah umat Allah yang baru dan Bait Allah yang baru, tempat kehadiran Allah di bumi.

Dengan mengutip Mazmur 118:22-23, Yesus memperkuat peringatan-Nya kepada para pemimpin agama Yahudi bahwa Dia yang mereka rencanakan kematian-Nya akan dibenarkan oleh Allah dan menjadi batu penjuru bagi Gereja-Nya. Bisa jadi para penggarap kebun anggur yang dibicarakan Yesus ini adalah kita sendiri.

Kitalah para penggarap kebun anggur yang jahat, yang ingin menguasai dan merusak alam semesta, sehingga terjadi krisis lingkungan hidup. Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si menekankan bahwa dunia ini bukanlah milik kita, melainkan milik Tuhan yang dengan murah hati memercayakannya kepada kita.

Namun, sebagai penggarap, kita malah menguasainya untuk mendapatkan keuntungan sesaat tanpa berupaya untuk melestarikannya bagi generasi-generasi selanjutnya. Hal ini membuat Tuhan berduka, sehingga Ia mengutus Yesus untuk menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya kita berhubungan dengan alam dan berbagi apa yang kita miliki dengan yang membutuhkan.

Doa Katolik Hari Ini

Allah Maha Kuasa, semoga tapa suci ini membersihkan kami, agar dengan hati murni kami mencapai keselamatan kekal.

Demi Yesus Kristus, PutraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau, dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Jumat, 6 Maret 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 6 Maret 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 6 Maret 2026 mengangkat refleksi tentang para penggarap kebun dan kaitannya dengan hubungan antara manusia dan alam.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 6 Maret 2026?

Bacaan Injil Katolik 6 Maret 2026 adalah Matius 21 mulai dari ayat 33 sampai 43, kemudian ayat 45 sampai 46.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 6 Maret 2026?

Dalam renungan harian Katolik 6 Maret 2026, kita juga merenungi kisah Santo Hesikios (Pengaku Iman), Santa Fridolin, dan Santo Marsianus dari Konstantinopel (Imam, Pengaku Iman).




(sto/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads