Bank Jambi Dibobol Hacker, Rp 143 Miliar Raib

Regional

Bank Jambi Dibobol Hacker, Rp 143 Miliar Raib

Dimas Sanjaya - detikJogja
Kamis, 05 Mar 2026 16:04 WIB
Bank Jambi diduga mengalami peretasan dan mengalami kerugian mencapai Rp 143 miliar.
Ilustrasi Hacker. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jogja -

Bank Jambi diduga mengalami peretasan dan mengalami kerugian mencapai Rp 143 miliar. Selain itu, akses Bank Jambi juga lumpuh selama belasan hari.

Dilansir detikSumbagsel, dari informasi yang dihimpun total nasabah yang mengalami dampak hilangnya uang, pada Minggu (22/2/2026) itu mencapai 6.600 nasabah.

"Sesuai awal Rp 143 M (total kerugian). Lebih pastinya dari OJK," kata Taufik saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus pembobolan oleh hacker ini masih diusut Polda Jambi. Direktur Utama dan jajaran pimpinan Bank Jambi telah dilakukan pemanggilan untuk klarifikasi.

"Dugaan sementara (peretasan) dan masih didalami dengan proses penyelidikan," ujar Taufik.

ADVERTISEMENT

Kerugian dari nasabah sudah berangsur dikembalikan oleh Bank Jambi. Sementara itu, baik dari Bank Jambi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia, belum memberikan keterangan terbuka total kerugian ini maupun asal uang yang digunakan untuk pengembalian kepada nasabah.

Hingga Rabu (4/3/2026), sudah 11 hari akses mobile banking dan ATM lumpuh. Pihak Bank Jambi menyatakan mobile banking dan ATM diblokir untuk audit forensik.

Karena itu nasabah harus mendatangi kantor Bank Jambi untuk melakukan transaksi. Hal ini membuat antrean pengambilan uang setiap harinya selalu padat.

Taufik menambahkan bahwa pihaknya juga masih menunggu audit forensik internal atas anomali transaksi tersebut.

"Masih dilakukan pihak ketiga (audit forensik)," ujarnya.

Dugaan pembobolan Bank Jambi itu terjadi pada Minggu (22/2), yang mengakibatkan akses mobile banking dan ATM Bank Jambi mengalami gangguan.




(afn/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads